Pot Tanah Liat….Menyatukan Alam Dalam Kehidupan Kita..

Standard

Pot Tanah di tamanku..
Semakin berlumut, semakin terlihat natural..

Saya sangat menyukai penggunaan gerabah atau pot tanah untuk menampung tanaman-tanaman kesayangan saya. Terlihat sangat natural dan menyatu dengan element- element taman yang lain. Ketika kita memandangnya, kehidupan terasa mengalir di dalamnya. Mungkin karena Pot Tanah memiliki kelebihan dibandingkan dengan pot berbahan lain. Dindingnya berpori-pori, menjamin pernafasan akar tumbuhan berlangsung dengan sehat. Air bekas sirampun tidak akan berlebihan di dalam media yang digunakan dalam pot, sehinga suhu udara di dalam media juga stabil.

Banyak pot tanah juga memiliki ornament tembikar yang baik, sehingga menempatkannya di salah satu sudut taman akan memberi sentuhan etnik yang indah pada kesuluruhan tampilan taman…

Cara Memilih Pot Tanah

Hal pertama yang perlu kita perhatikan saat memilih pot tanah adalah memahami jenis tanaman yang akan kita pelihara dalam pot. Apakah jenis tanaman yang akan menggunakan media air/lumpur, tanah, pakis dsb., ukuran tanaman saat dewasa kelak, bentuk dan arah pertumbuhan tanaman dsb.

Untuk wadah tanaman air (teratai/tunjung, lotus/padama/seroja, iris air, dsb) sudah tentu harus kita pastikan agar pot jangan sampai bocor atau retak. Secara umum, pot berbahan tembikar yang dibakar dengan baik, tidak akan mengalami kebocoran kecuali bila terjadi keretakan atau pot pecah. Pot tanah yang dilapis semen pada bagian dalamnya juga dapat  membantu mengurangi kemungkinan air merembes keluar. Sementara jika kita menggunakan pot untuk tanaman yang bermedia tanah (mawar, crysan, dsb), pastikan pot memiliki lubang air, guna mengalirkan kelebihan air yang tak bisa diserap tanah dalam pot akibat penyiramm,an ataupun hujan. Dengan demikian busuk akarpun bisa dihindarkan. Terlebih jika kita memilih pot untuk tanaman anggrek,  kebutuhan akan lubang airpun meningkat.

Untuk tanaman besar (misalnya palem, lotus, cycas, dsb), siapkanlah pot dengan ukuran besar karena tanaman ini akan tumbuh besar jika dirawat dengan baik, sehingga kita tidak berdosa membatasi pertumbuhannya dengan hanya menyediakan pot yang kekecilan. Sedangkan untuk tanaman kecil, seperti misalnya beberapa jenis mini kaktus dsb, kita bisa siapkan pot berukuran kecil. Sisa tanaman yang lainnya mungkin bisa kita siapkan pot ukuran sedang.

Tanaman yang memiliki pertumbuhan ke samping, atau keindahannya bisa kita lihat secara optimal dari posisi atas (misalnya teratai, kapu-kapu dsb), ada baiknya kita sediakan pot yang pendek dengan mulut yang lebar.

 

About these ads

One response »

  1. Pingback: Blue Water Lily, the sacred flower. « nimadesriandani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s