Opal, Sang Batu Permata Kalimaya.

Standard

Opal  atau Kalimaya adalah salah satu jenis batu permata yang menarik hati banyak wanita mengingat kilauan cahayanya yang membiaskan berbagai macam warna.  Jika kita memandang ke kedalaman batu permata ini, kita akan terkagum-kagum melihat biasan warna biru, hijau, kuning, jingga dan merah memancar dan berganti ganti sesuai dengan sudut pandang kita. Tidak heran banyak wanita yang menggunakannya sebagai perhiasan, baik untuk dipadankan dengan emas maupun perak.

Opal atau Kalimaya yang paling umum ditemukan di pasaran Idonesia adalah Opal yang berwarna lebih muda, dengan tampilan mirip susu yang memancarkan warna warni mirip pelangi bertabur bintang emas gemerlap (Biduri Kluwung). Opal dengan warna biru yang gelap (tetap dengan pancaran cahaya warna warni), lebih jarang ditemukan dan harganya jauh lebih mahal.

Banyak cerita yang beredar tentang batu Kalimaya atau Opal ini. Namun cerita yang paling banyak  saya dengar dari mulut ke mulut adalah, konon batu itu bersifat ‘amplifier’. Memperbesar apa yang kita lakukan dan mengembalikannya kembali ke diri kita sendiri. Sehingga ada juga yang menyebutnya sebagai batu “Karma Phala”. Maksudnya adalah jika pemilik batu ini  berbuat baik, maka perbuatan baiknya itu akan semakin banyak & besar yang pada akhirnya akan kembali lagi padanya berupa kebaikan atau nasib mujur yang datangnya  berlimpah limpah ke diri si pemilik. Demikian juga jika pemiliknya berbuat yang kurang baik, maka nasib buruk akan datang lebih banyak kepada dirinya. Jadi batu ini dianggap sebagai penuntun agar pemiliknya selalu berbuat kebaikan sepanjang hidupnya. Percaya atau tidak, tentu itu kembali kepada masing masing individu.

Menurut beberapa sumber, Opal yang merupakan hydrated amorphous silica ini memiliki kekerasan batu antara 5.5 – 6.5 , sehingga bisa dikatakan lembek jiak dibandingkan dengan kekerasan batu intan (10-11). Batu permata ini memiliki kandungan air yang sangat tinggi, sehingga sangat ringkih. Terutama jika dipaparkan pada panas (misalnya panas matahari atau api) maka permata ini bisa rusak karena kehilangan kandungan airnya. Jadi, jika anda memiliki perhiasan yang bertatahkan batu kalimaya, maka hindarkanlah perhiasan anda pada kemungkinan  terpapar panas yang berlebihan. Belakangan ini saya juga banyak melihat Opal palsu yang merupakan buatan manusia digunakan pada perhiasan emas maupun perak yang beredar di pasaran.

Related articles

http://nimadesriandani.wordpress.com/2011/06/26/permata-baiduri-bulan-seteduh-sinar-rembulan/

http://nimadesriandani.wordpress.com/2011/01/29/aquamarine-calms-the-mind%e2%80%a6/

http://nimadesriandani.wordpress.com/2010/12/10/amethyst-si-kecubung-asihan/

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s