Dalam suatu kesempatan pulang ke Bali, saya bermain ke rumah sepupu saya. Taman samping rumahnya mirip kebon binatang yang asri penuh tanaman hias dan binatang. Sehingga saya sangat senang nongkrong di situ. Sepupu saya sangat menyukai binatang. Ada berbagai macam burung , anjing ras, tupai dan sebagainya. Seingat saya iapun pernah memelihara lutung dan rusa. Yang lebih menakjubkan lagi adalah puluhan ekor musang luwak juga saya temukan dipelihara di sana. Ia dan istrinya sangat telaten memelihara binatang-binatang itu dan menjaganya tetap sehat. Kadang-kadang saya bergurau, barangkali ia lebih cocok menjadi dokter hewan ketimbang saya.
Namun rupanya, musang luwak itu memang sengaja dipelihara untuk memenuhi kebutuhan produksi kopi di bawah bendera usahanya ‘Coffee Luwak Harmoni”. Saya mengunjungi kandang-kandang hewan itu sambil memperhatikan kesehatan binatang itu sebentar. Sungguh binatang yang sangat mengagumkan. Biasanya saya hanya melihatnya pada malam hari, melintas diam-diam di tembok belakang rumah saya di Bintaro. Kebetulan di belakang rumah saya mengalir sebuah sungai kecil yang di kiri kananya dipenuhi tanaman bamboo yang cukup rimbun. Kali ini saya bisa memperhatikannya lebih dekat pada siang hari.
Musang Luwak atau Civet (Paradoxurus hermaphroditus) adalah salah satu mamalia yang masuk ke dalam keluarga Viveridae ( musang-musangan). Secara umum binatang ini bertubuh lebih besar dari kucing namun sedikit lebih kecil dari anjing, berwarna coklat, abu-abu, abu-abu kecoklatan, abu-abu hitam atau putih. Memiliki ekor yang cukup panjang yang membuat binatang ini sebenarnya terlihat cantik dan menarik juga untuk dijadikan peliharaan. Kakinya memiliki cakar. Namun tidak seperti cakar kucing, cakar kaki musang tidak bisa dimasukkan ke bantalannya. Mata Musang Luwak terlihat penuh dengan bola mata berwarna coklat yang menarik.
Umumnya binatang ini aktif pada malam hari. Berkeliaran didaerah-daerah yang masih memiliki kerimbunan, baik itu di hutan, tepi hutan, ladang, ataupun di pinggir pinggir perumahan yang memiliki rimbunan bamboo atau ladang kelapa. Kadang juga bersarang di atap rumah penduduk yang kosong. Makanannya adalah buah-buahan, serangga, tikus, unggas dan bahkan kadang-kadang dipergoki sedang mencuri ayam peliharaan yang tidak dikandangkan dengan baik. Hobinya memakan buah-buahan yang manis, termasuk buah kopi yang matang dimanfaatkan orang untuk menghasilkan kopi luwak. Kopi Luwak, sangat terkenal dengan kwalitasnya yang tinggi dan dapat kita temui di pasaran dengan harga jutaan rupiah per kg.
Untuk pemeliharaan di rumah, Musang Luwak biasanya akan mulai siap dikembangbiakan pada umur setahun dan umumnya memiliki anak 1- 4 ekor. Berikan minuman & makanan yang cukup baik berupa buah-buahan maupun daging unggas. Bersihkan kandang dengan teratur. Beberapa penyakit yang mungkin ditemukan pada Musang Luwak umumnya adalah penyakit yang juga kita temukan pada anjing maupun kucing seperti Distemper dan Rabies serta penyakit parasit. Jika musang terlihat sakit bawalah segera ke dokter hewan terdekat.





