Ada sebuah tanaman semak berbunga yang menarik perhatian saya. Bukan karena bunganya, namun lebih karena buahnya yang tampil sangat lucu dan ajaib. Sepintas lalu terlihat mirip cincin hias berdesign bunga & bermata satu (jika kebetulan bijinya satu). Jika bijinya dua, malah mirip dengan wajah tikus (karena di sekitar biji ini juga beberapa benang yang mirip misai tikus). Namun tak jarang kita juga bisa menemukan 5, 6 bahkan 7 biji di dalamnya. Secara umum, kombinasi warna merah-hitam –dan/atau hijau sungguh ngejreng dan memikat.
Setelah diperhatikan lebih jauh, ternyata apa yang terlihat sebagai bunga merah yang memiliki mahkota bunga 5 helai itu rupanya adalah bekas penyangga kelopak bunganya yang berkembang dan berubah warna dari hijau menjadi merah. Buahnya yang berwarna hijau sampai hitam muncul di dalam kelopak itu. Bunga aslinya sendiri berwarna kuning. Sangat berguna untuk mengundang kupu-kupu dan serangga lain untuk datang. Namun sejujurnya, pada saat ia mekar, tanaman ini tidak terlihat semenarik saat ia berbuah. Karena bunganya kebanyakan tertutup oleh rimbunnya daun semak ini.
Tukang tanaman menyebut semak itu sebagai Okna (Ochna serrulata). Ada juga tukang tanaman lain yang menyebutnya sebagai Kembang Mata Burung. Yah.. menurut saya cocok juga kalau disebut sebagai Kembang Mata Burung. Memang mirip juga dengan mata burung merah
Namun beberapa tukang tanaman lain lagi, malah ada yang menyebutnya sebagai Cakar Macan – entah kenapa pula disebut demikian padahal menurut saya tidak ada sedikitpun bagian dari tanaman itu yang mengingatkan kita akan cakar seekor macan. Tidak dari tampilan bunganya, tidak juga dari buahnya maupun bagian lainnya.
Okna, seperti tanaman semak lainnya cukup menarik untuk ditanam sebagai pagar rumah maupun dimanfaatkan sebagi hotspot taman halaman rumah. Semak ini tidak terlalu tinggi, paling-paling berkisar antara 1-2 meter. Walaupun konon ada juga yang bisa tumbuh hingga cukup tinggi.






Cantik sekali non okna ini Jeng Ade. sebagai elemen taman luwes, soliter oke dalam paduan juga harmonis. Selain okna mahkota merah yang mahkota kunung juga semarak. Selamat berakhir pekan, salam
Thanks, Bu Prih. Saya belum pernah melihat yang mahkotanya kuning, Bu Prih…
Mbak Dani, dokter hewan atau tumbuhan sih..Kok fasih banget dengan jenis2 bunga. Tiap kali berkunjung kesini pengetahuan saya tentang jenis tanaman jadi bertambah. Catat nih Mbak, aku tahu bunga bakung dari sini lho hehehe..Thanks ya…
ha ha.. aku cuma penggemar tanaman hias saja, Mbak EVi. Turunan dari bapakku yg penggemar berat tanaman hias.Karena tugasku sejak kecil menanam, membongkar, memupuk, memotong ranting/rumput di halaman rumah – aku jadi banyak kenal berjenis-jenis tanaman hias.Di rumah aku malah dipanggil adik-adikku sebagai ” Si Tukang Kebun”.
Idiiiih, bunganya lucu banget, mbak Prih…pengen lihat langsung jadinya…
Di Garut ada nggak ya?
Lo…lo…lo…ko mbak Prih sih, mbak Made maksudnya…maaf, salah ketik…soalnya lagi buka blog mbak Prih juga…hehe
Saya kebetulan seneng sekali dengan supplir mbak, suka mecah-mecah pohon sendiri dan selalu asyik melihat tunas-tunas kecil itu tumbuh dan bertambah banyak…
Jenisnya lumayan deh, lumayan buat menghibur hati kalo lagi sedih atau bete
Ha ha..nggak apa-apa Mbak. Yang masternya urusan kebun itu memang Bu Prih,Mbak.
Ya supplir memang menarik banget. daunnya sangat dekoratif ya. Tapi sayang sekarang mulai jarang yang nanam supplir. Beda dengan angkatan orang tua kita dulu… isi pot tanaman hiasnya kebanyakan supplir atau kalau nggak kuping gajah he he..