Toxoplasma, Kucing Dan Wanita Hamil.

Standard
Toxoplasma, Kucing Dan Wanita Hamil.

Ketika saya memposting tulisan tentang kucing, saya mendapatkan pertanyaan & komentar  seputar Toxoplasmosis. Juga terdapat ekspressi kekhawatiran  jika memelihara kucing. Pertanyaan dan ekspressi khawatir yang saya tangkap itu,  memicu keinginan saya untuk mengulas sedikit tentang penyakit ini. Barangkali sebagian orang sudah sangat paham akan penyakit ini, namun saya berpikir barangkali tulisan saya ini ada gunanya bagi yang lainnya. Toxoplasmosis, adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh protozoa parasit bernama Toxoplasma gondii.  Bukan virus, seperti banyak dikira orang awam. Penyakit ini cukup populer terutama di kalangan wanita hamil, karena serangan penyakit ini dapat mengganggu pertumbuhan janin dan bahkan keguguran.

Saat pemeriksaan kehamilan pertama, dokter kandungan mengharuskan saya untuk mengambil test TORCH, begitu beliau tahu saya seorang dokter hewan. Walau sudah saya jelaskan bahwa saya tidak membuka praktek, namun saya tetap diharuskan menjalani test TORCH saat itu juga. “Harus, dok! Karena dokter pasti banyak bergaul dengan berbagai macam hewan. Dan memiliki kemungkinan terekspose dengan kucing yang sakit atau yang menjadi induk semang Toxoplasma sebelumnya.”  Demikian kata dokter kandungan itu dengan wajah khawatir.  Akhirnya, saya jalani juga test itu sesuai dengan petunjuknya. Syukurlah, pemeriksaan serologis menunjukkan bahwa saya sama sekali tidak mengidap Toxoplasmosis.  Tubuh saya bersih dari parasit itu, walaupun saya memang cukup banyak terekspose dengan kucing.

TORCH sendiri adalah suatu pemeriksaan gabungan terhadap penyakit Toxoplasmosis (parasit), Rubella (virus), Cytomegalovirus (virus) dan Herpes Simplex (virus) – 4 penyakit yang dapat membahayakan kehamilan dan janin. Sehingga memang perlu dilakukan oleh setiap Ibu hamil.

Parasit Toxoplasma gondii, memiliki 2 fase hidup yakni fase Sexual dan fase Asexual. Fase Sexual adalah fase dimana parasit ini melakukan pembiakan. Sedangkan fase Asexual, adalah fase dimana parasit ini tidak melakukan pembiakan.

Keluarga kucing-kucingan (kucing rumah, macan , singa, leopard dan sebagainya) merupakan induk semang utama parasit ini di fase sexual.  Tapi perlu dicatat, bahwa tidak semua kucing terinfeksi oleh Toxoplasma.  Hanya kucing yang terinfeksi yang memiliki parasit ini di dalam tubuhnya. Di tubuh kucing yang terinfeksi inilah proses pembiakan Toxoplasma terjadi,  dimana bentuk micro dan macrogametosit dari Toxoplasma mengalami fusi dan membentuk Oocyste. Oocyste dikeluarkan lewat tinja kucing yang terinfeksi dan membentuk spora yang tahan terhadap kondisi lingkungan yang disebut dengan Sporozoite.

Jika tinja kucing yang mengandung Sporozoite ini mencemari tanaman dan tanpa sengaja tertelan oleh mahluk lain misalnya sapi, kambing, ayam atau kuda (atau bahkan manusia) maka dengan sendirinya Toxoplasma ini akan hidup di dalam jaringan tubuh binatang-binatang itu atau dalam tubuh kita. Di dalam tubuh binatang-binatang ini, Toxoplasma menjalani fase Asexualnya alias tidak bisa berbiak. Ia hanya mengalami perubahan bentuk yakni Tachyzoite (yang menyebabkan infeksi akut), lalu berubah menjadi Bradyzoite ( yang menyebabkan infeksi kronis) dan akhirnya membentuk Cyste di dalam jaringan binatang-binatang ini. Nah, jika kita memakan daging dari ternak yang terinfeksi Toxoplasma itu, maka kita juga ikut terinfeksi Toxoplasma.

Jadi, ada 3 hal yang kita bisa lihat dari sini:

1. Tidak semua kucing menularkan Toxoplasmosis kepada kita, karena tidak semua kucing terinfeksi Toxoplasma gondii.

2. Kucing memang merupakan induk semang penting untuk berbiak bagi Toxoplasma. Kita bisa terinfeksi Toxoplasma jika  oocyst  pada tinja kucing yang terinfeksi  tanpa sengaja tertelan oleh kita – misalnya jika kita tidak mencuci tangan dengan bersih habis bermain-main di pasir tempat kucing yang terinfeksi itu membuang kotorannya.

3. Infeksi toxoplasma pada diri kita tidak hanya ditularkan oleh kucing yang terinfeksi, tapi bisa juga melalui binatang lain yang terinfeksi (saat kita memakan daging  sapi, kambing, ayam dari  ternak yang terinfeksi). Artinya tanpa memelihara kucingpun, sebenarnya tetap ada kemungkinan bagi seseorang untuk terinfeksi oleh toxoplasma.

Adapun hal-hal yang perlu kita lakukan untuk menghindarkan diri dari kemungkinan terinfeksi Toxoplasma antara lain:

1. Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air hingga bersih sebelum  makan.

2. Jangan memakan daging mentah. Dan jangan memberikan daging mentah pada kucing.

3. Menyediakan tempat khusus untuk kotoran kucing (misalnya bak pasir).

4. Rawat kucing dengan baik dan jaga kesehatannya dengan baik. Beri makanan yang cukup  agar daya tahannya terhadap penyakit meningkat.

5. Periksakan kesehatan kucing peliharaan kita  secara berkala ke dokter hewan terdekat. Dokter Hewan akan membantu melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah kucing kita terinfeksi Toxoplasma atau tidak.

6. Untuk wanita hamil –  untuk menghindari kekhawatiran dan keraguan, maka sangat dianjurkan untuk mengambil test TORCH di bawah pengawasan & konsultasi dokter kandungan. Sehingga, apabila memang terkena infeksi parasit ini pun bisa ditangani dengan baik.

Point saya di sini adalah bahwa penyakit menular itu ada dimana-mana dan berbagai bentuk jenisnya. Mahluk yang menjadi penularnyapun beragam. Bukan hanya kucing yang terinfeksi, namun binatang lain yang terinfeksi juga bisa menularkan berbagai penyakit berbahaya ke tubuh kita. Demikian juga orang (manusia) yang sakit , sama saja berbahayanya dalam hal potensi menyebarkan penyakit menular. Namun bukan berarti  bahwa kita harus menutup hubungan dengan semua kucing hanya gara-gara ada kucing yang terinfeksi Toxoplasma kemudian menularkan penyakit itu ke manusia. Karena tidak semua kucing itu berpenyakit. Sama halnya dengan manusia. Kita tidak perlu menutup hubungan dengan semua orang, hanya gara-gara ada satu orang manusia yang mengidap penyakit menular ( misalnya lepra) dan menularkan penyakit itu ke orang lain.  Kan bukan berarti semua manusia akan menularkan penyakit itu ke kita, bukan?

Jadi, sebenarnya kita tidak perlu bersikap paranoid terhadap kucing. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga kebersihan diri kita  dan kebersihan serta kesehatan kucing peliharaan kita.

About these ads

48 responses »

    • Toxoplasma gondii bisa mengkontaminasi siapa saja, baik pria maupun wanita yang tanpa sengaja memenal sporozoit dari parasit ini (misalnya jika kurang bersih mencuci tangan sehabis membersihkan kebun/tanah tyang terkontaminasi tinja kucing terinfeksi, atau makan daging sapi terinfeksi yang kurang dimasak dg baik. Pada umumnya, jika kita berada dalam kondisi kesehatan yang baik, toxoplasma ini tidak akan menimbulkan gejala serius, paling jauh juga hanya mirip gejala flu ringan saja.

      Masalah terjadi, jika yang terkena itu adalah wanita hamil – karena gangguan kehamilan & janin hingga keguguran bisa terjadi sebagai akibat infeksi Toxoplasma ini. Demikian juga pada orang yang kondisi kesehatannya sangat rendah (baik pria maupun wanita), misalnya mereka yang sedang menjalani kemotherapy, atau sedang terserang HIV – jika terinfeksi Toxoplasma maka gejala serangan akan lebih terasa ( misalnya menimbulkan sakit kepala, gangguan penglihatan, dan sebagainya).

  1. Hebat nich..mbok…sehari postingnya banyak banget heeee….penyakit menular memang ada dimana-mana mbok yach…kalau kita tidak sehat, kemungkinan bisa menjadi faktor penyebar penyakit kepada sekitarnya….salam hangat dari Jembrana-Bali

  2. sama bu dulu ketika anakku mau ambil kucing liar aku takut dengar kabar tokso. tapi akhirnya aku bolehkan dengan pertimbangan ah semua penyakit ada obatnya, peluang sakit tidak dari kucing saja. dan terakhir dengan ketidaktahua akan yang gaib maka berdoa pada pencipta juga sebuah solusi. ya akhirnya aku bolehkan, kasian kucinya lagi hamil gak tega kalau anak-anaknya dimakan kucing jantan. tapi kenapa kucing beranak suka pindah-pindah tempat ya Bu? he he mumpung ketemu dokternya nih.

    • Ya, hampir semua mama kucing suka memindah-mindahkan anaknya, terutama pada awal-awal kelahiran. Ia memindahkan anak-anaknya karena insting keibuannya untuk memprotect bayinya dari pemangsa/pengganggu. Biasanya ia tidak merasa tenang jika banyak yang ingin melihat/menjamah bayinya. Cahaya yang berlebihan atau gangguan suara juga ikut memicu mama kucing untuk memindahkan bayinya agar terlindung dan tetap selamat. Kita perlu membantu membuatnya lebih tenang dengan mengurangi contact dengan kucing pada masa-masa itu.Kucing juga seperti manusia.Butuh privacy juga ya Bu ..

  3. Makasih geg atas ulasan yang begitu lengkap tentang toxoplasma. Anak saya memelihara kucing dan istri saya sekarang sedang hamil. Pernah juga toxoplasma ini mengahantui, namun setelah istri nonton topik ini di TV (saya sendiri tidak pernah nonton TV) kekuatiran ini berangsung menghilang. Semoga saja nanti anak kami serta ibunya diberi kesehatan lahir dan bathin :lol:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  4. Bagaimana kalau tanpa sengaja menggunakan gelas minum yg gelas itu tanpa sengaja digunakan kucing untuk minum karena ada air berlebih jdi digunakan kucing? Tpi air didalamnya sudah dibuang?

    • Ya..sebenarnya nggak apa-apa. Nggak perlu terlalu khawatir berlebihan. Pertama, kan tidak semua kucing sedang membawa/kena penyakit itu. hanya kucing yang terinfeksi toxoplasma saja yang menularkan penyakit. Terus yang kedua, jika pun kucingnya yang minum itu terkena toxo, belum tentu pada fase yang menular. Terus ke tiga,kan gelasnya juga dicuci lagi. Terus yang keempat, Mas Randi tidak sedang hamil kan? he he

      Kecuali jika memang kucingnya mengandung toxo dan berada pada fase aktif lalu menularkannya lewat airminum di gelas yang airnya juga kita minum, dan kebetulan juga kita sedang hamil muda, nah..kemungkinan besar kita kena.

  5. Bu dokter, saya ada sedikit masalah dengan kucing dan ingin bertukar pikiran dengan anda. Jadi gini, saya berencana menikahi calon istri saya tahun depan. Tapi pacar saya ini sangat sayang dengan kucing, sampai dia memelihara 4 ekor kucing dirumahnya. Tapi karena kesibukan kerjanya, kucing2nya itu jarang dirawat, mungkin hanya 1-2 bln sekali dimandikan, dibawa ke dokter hewan/pet shop juga tidak pernah. Dan yg jadi masalah lagi, kucing2nya itu sering BAB di dalam kamar mandi, dan minum air dari dalam bak mandi rumahnya, yang airnya itu dipakai untuk mandi dia dan keluarga. Saya pernah membahas masalah kucing dan tokso ini kepadanya, tapi selalu mendapat respon negatif.

    Apakah berbahaya jika air bekas minum kucing dipakai mandi? mungkin ada solusi dari bu dokter. Karena saya takut setelah menikah nanti, kami kesulitan memiliki anak. Terimakasih.

    • Dear Riza, karena beberapa kesibukan minta maaf saya agak terlambat membalasnya.
      Sedikit gambaran yang bisa saya berikan – pada umumnya kucing adalah binatang yang biasa saja. Sama seperti kita, ada yang sehat dan ada juga yang sakit. Jadi, tidak semua kucing itu berpenyakit. Tentunya kebanyakan kucing adalah sehat. Mungkin itu hal pertama yang kita harus ingat, sehingga kita tidak perlu memendam kekhawatiran berlebih pada kucing.
      Jika kucing tidak terawat, tentunya berpotensi lebih tinggi untuk sakit atau menjadi karier/ pembawa dari penyakit jika dibandingkan dengan kucing yang sehat.
      Untuk kasus kucing yang BAB di dalam kamar mandi, tergantung kembali bagaimana sang tuan rumah merawat kebersihan kamar mandinya. Pada dasarnya kucing adalah binatang yang bersih. Umumnya kucing akan BAB dengan cara menggali tanah/pasir di lingkungan sekitarnya dan menimbunnya kembali dengan tanah jika ia sudah selesai BAB. Kucing hanya mau BAB di kamar mandi jika tidak menemukan tanah/pasir untuk BAB. Jika yang punya rajin membersihkan kamar mandi/toilet bekas kucing BAB, tentu tidak masalah.
      Air bekas minum kucing tidak berbahaya, jika bagian tubuh kucing yang kontak dengan air tidak terkontaminasi. Yang masalah adalah jika kamar mandinya kurang terawat, kucingnya juga membawa toxoplasma dan kontaminasi terjadi pada air di kamar mandi yang digunakan oleh keluarga untuk mandi.

      Jika ragu, ada baiknya anda menyarankan calon istri anda untuk melakukan pemeriksaan TORCH sebelum menikah. Saya rasa, pemeriksaan ini cukup umum dilakukan untuk wanita-wanita yang berencana memiliki anak namun memiliki kontak tinggi dengan kucing dan hewan peliharaan lainnya (misalnya dokter hewan wanita, wanita pencinta kucing, dll). Saya pikir jika dijelaskan dengan baik dari sisi kepentingan masa depan anda berdua dan anak-anak (dan bukan dengan nada mencurigai), mungkin ia akan bisa mengerti dan semakin yakin bahwa anda melakukan itu karena sangat mencintainya dengan menunjukkan keseriusan anda untuk menikah dengannya dan memikirkan masa depan bersama.

  6. Bu dokter saya maw nanya nih… saya baru aja plihara kucing… temen2 saya pada ribut semua gara2 saya plihara ni kucing,pada tkut sama toxo ny… saya jg udah 8 bulan nikah tp blom hamil makany temen2 pada nyaranin buat jual lg kucing ny tp saya udah kburu sayang….kucing ny kbnyakan dlm kandang aja cuma tiap pagi ama sore saya ajak main… mkan ny cat food kering n pup ny d pasir ziolit..tp saya suka bersihin alias buang pup ny dr pasir itu kekantong plastik… owh iyah saya jg udah lama plihara klinci dok… n saya juga yg bersihin pup ny klinci krna suami saya sibuk… abis maen sama kucing saya pasti cuci tngan dok…. gimana yah dok.., kira2 mudah nular ga toxo ny klo saya bersihin pup ny itu…

    • Hi Dian, sebelumnya saya minta maaf karena jawabnya agak terlambat.
      Begini Dian..,
      Tidak semua orang yang bergaul dgn kucing itu tertular Toxoplasma. misalnya, saya yg sangat sering bergaul dg kucing sejak kecil, syukurnya belum pernah terinfesi toxo. mengapa begitu? Karena tidak semua kucing adalah penderita toxoplasmosis. Sebagian besar kucing adalah sehat. Kucing yang sehat & tdk terinfeksi toxoplasma tentu saja tdk akan menularkan penyakit kpd siapapun.Hanya kucing yang terinfeksi yang bisa menularkan toxoplasma ke kita. Jadi jangan menyimpan kekhawatiran yang terlalu berlebihan.Masih banyak penyebab lain mengapa kita belum hamil dan itu belum tenu karena toxoplasma./belum tentu karena kucing. Walaupun kehatihatian dan kewaspadaan perlu juga dilakukan, karena jika kucingnya Mbak Dian terinfeksi toxoplasma,mungkin saja penularan terjadi antara kucing dengan Mbak Dian. Namun itu terjadi hanya jika kucingnya benar-benar terinfeksi lho Mbak..

      Jika ragu-ragu, apakah terinfeksi atau tidak, saya sarankan agar Mbak Dian melakukan test TORCH saja di laboratorium atau rumah sakit terdekat. test itu umum dilakukan oleh wanita di awal kehamilan. Bahkan sebelum kehamilanpun sangat dianjurkan untuk dilakukan, jika terjadi kekhawatiran.
      namun kalau kita tidak merasa yakin

  7. bu dokter yg terhormat saya mau tanya.saya baru menikah bulan november kemarin,dan istri saya belum hamil.lima hari yg lalu kami mengadopsi kucing anggora dari teman saya.kucingnya kami pelihara di dalam rumah,dan tidak dikandang.tapi si kucing tidak pernah keluar pagar rumah,jadi selalu bersih.kalo pagi sampai sore pasir tempat kotoran si kucing saya taruh luar agar terkena sinar matahari,dan selalu saya bersihkan setiap pagi dan sore.tapi kalo malam saya masukkan rumah karena kucingnya tidur di dalam rumah.terus istri saya ini sayang banget sama kucingnya,kalo tidur kucingnya juga nemenin tidur di sampingnya.yg mau saya tanyakan bagaimana memperlakukan pasir tempat kotoran agar tetap sehat,apakah pasir harus diganti setiap hari atau cukup dibersihkan saja? apakah harus dicuci dan disiram dgn air panas ataukah cukup dijemur saja? Lalu amankah tidur dekat dengan kucing? mengingat istri saya suka tidur dekat kucingnya.dan sekarang ini kami sedang merencanakan kehamilan.terimakasih banyak sebelumnya dok,maaf kalo pertanyaannya terlalu panjang :D

    • Pak Asmin,
      Usaha Bapak untuk membersihkan pasir tempat kotoran kucing sudah cukup baik. Setiap hari dibersihkan dan dipaparkan di bawah sinar matahari. Semakin sering pasir diganti tentu semakin baik. Walaupun tentu saja akan sangat merepotkan. Untuk mengurangi keepotan, saya pikir pasir tidak perlu diganti setiap hari. Cukup dibersihkan saja dan diganti 1-2 minggu sekali, tergantung kotor tidaknya pasir. Untuk menghemat, bisa juga kita cuci bersih pasir dengan mencucinya di bawah air mengalir di dalam wadah yang punya saringan sehingga pasir benar-benar bersih, lalu semprot dengan cairan desinfektan.

      Karena sulit untuk mendiagnose apakah kucing istri Bapak tidak jelas apakah terinfeksi toxoplasma atau tidak, untuk mencegah terjadinya sesuatu yang buruk (sementara bapak merencanakan kehamilan), untuk lebih yakinnya, sebaiknya hindarkan tidur dengan kucing.

  8. Saya senang sekali menemukan blog Ibu, sebab saya sedang merencanakan kehamilan, dan pada pemeriksaan TOXO n Rubella tahun 2008, laporan lapnya positif, namun ketika itu dokter yang menangani saya mengatakan belum perlu ditangani, karena saya memang belum merencanakan menikah dalam waktu dekat, maka saya abaikan. Saya adalah pecinta kucing sejak kecil, setelah merantau dan bekerja saya memelihara kucing lokal yang sangat lucu yang saya temukan di jalan karena ditinggal induknya tahun 2007, saya dan pacar saya ketika itu ( sekarang sudah menjadi suami) memelihara dan merawatnya bersama ( suami saya juga pecinta kucing sejak kecil), sampai saat ini sudah berkembang biak total sekarang kucing kucing lucu saya ada 14 ekor, kucing2 betina sudah saya sterilkan mereka rutin saya berikan obat cacing Combantrin sesekali Dontral Cat karena sebagian kucing kucing saya berada diluar rumah. saya sangat menyayangi mereka begitu juga dengan suami saya. sekarang saya sedang merencanaka kehamilan, pertanyaan saya dokter, apakah saya perlu memvaksin toxo untuk kucing2 saya tersebut ? kemudian menyelesaikan pengobatan toxo n rubella saya, atau sebaiknya bagaimana menurut dokter? bagaimana proses pengobatan toxo itu sendiri dok?..terima kasih

    • Bu Vivi,
      Saya juga senang sekali mendengar cerita dari seorang pencinta kucing. Pengobatan toxo dan rubella sangat penting dilakukan jika memang serius ingin merencanakan kehamilan.

      Untuk pengobatan toxoplasma terhadap pasien manusia, sebenarnya dokter manusia yang lebih berwenang untuk menjelaskannya.Namun bisa sedikit saya beri gambaran umum, bahwa pengobatan biasanya dilakukan dengan kombinasi antibiotika dan pemberian asam folat selama beberapa minggu. Yang lebih penting dipastikan oleh dokter adalah agar bayi dalam kandungan tercegah jangan sampai ikut terinfeksi. Tergantung daripada tingkat keparahan infeksi, menurut laporan, beberapa kasus bisa ditangani dengan sukses namun beberapa kasus ada juga yang tidak sukses. Jadi menurut saya, semakin dini pengobatan,tentu akan semakin baik.

      Ada baiknya untuk memvaksinasi kucing jika vaksin tersedia di daerah tempatBu Vivi tinggal.

  9. saya wanita lajang dan suka bermain dengan kucing, misalnya saat ini saya terinfeksi tokso, dan setelah beberapa tahun kedepan saya tidak memelihara kucing lagi, saya menikah dan hamil apakah berbahaya pada janin saya dok ? apakah parasit ini bisa dihilangkan sebelum saya menikah ? apa saya boleh melakukan pemeriksaan TORCH sebelum saya menikah ?

    • Mbak Ai,
      Infeksi yang sudah lama biasanya tentu tidak separah infeksi baru yang terjadi saat kita hamil – tetapi jika pernah terinfeksi toxo, sebaiknya Mbak periksakan kembali ke dokter, sehingga bisa dilihat apakah membutuhkan pengobatan atau tidak.

      Tidak ada yang melarang pemeriksaan TORCH sebelum menikah. Lebih cepat lebih baik, Sehingga di bawah penanganan dokter, nantinya Mbak Ai bisa siap menghadapi kehamilan dengan baik.

  10. dok saya mohon sarannya….saya dah 5 th blm punya anak,saya dah periksa ke dokter dan saya subur,tp suami saya blm pernah periksa…yg saya khawatirkan suami sy tuh pecinta kucing sama kaya kakenya sampai2 mereka berdua tuh punya 30 ekor lbh kucing yg dibiarkan bebas keluar masuk rumah,tidur dan main sama tuh kucing,apa mungkin suamiku mandul karena kucing??? dan satu lg,sy br pindah rumah dan ada satu kucing liar sering bgt datg kerumah,suamiku syg bgt sm tuh kucing,ak jg suka kasih makan tuh kucing.yg jadi permasalahan sekarang tuh kucing luka di bagian mata sampai bengkak matanya mau keluar,terus kayak keluar cairan dari matanya…kita juga ga tau tuh kucing knp,dia begitu setelah dua hari ga nongol di rumah….kira2 bahaya gak dok tuh kucing buat saya,soalnya tuh kucing dah ngerasa saya majikannya,jd ga mau pergi dari rumah sy…terus gimana supaya tuh kucing sembuh…? terimakasih sblmnya ya dok.

    • Mbak Vivi..saya tidak berpikir bahwa suami Mbak mandul karena toxo. Mungkin saja ada penyebab lainnya. Toxoplasma memang bisa menyerang siapa saja, tetapi seperti yang saya jelaskan sebelumnya di atas, toxoplasma akan jadi sangat berbahaya jika menyerang wanita yang sedang hamil – karena membahayakan janin yang ada di dalam kandungan. Selain itu juga berbahaya terhadap penderita HIV.

      Kalau mendengar cerita Mbak Vivi,saya dugamungkin yang dialami kucingnya Mbak Vivi adalah infeksi akibat luka pada mata. jadi bukan sebuah penyakit menular yang berbahaya. Untuk kucing jantan /kucing liar yang sering melanglang kabur dari rumah, biasanya sangat rentan terluka akibat perkelahian dengan kucing lain. Biasanya, luka bekas gigitan mudah tercemar bakteri dan kotoran.

      Lebih baik di bawa ke dokter hewan terdekat untuk perawatannya. Tapi kalau tidak ada yang dekat, dan cukup telaten menanganinya sendiri, ya..kurang lebih sama perawatannya dengan melakukan perawatan luka pada manusia. Bersihkan lukanya, lalu berikan pengobatan dengan salep antibiotika – atau jika pada mata ya..dalam bentuk obat tetes mata. Jika parah, barangkali perlu perban untuk membalut lukanya. ganti perban dan bersihkan sesering mungkin.
      Sembunyikan kucing di dalam rumah jika kira-kira lukanya akibat perkelahian dengan kucing lain – guna menghindari luka tambahan baru yang tak perlu akibat perkelahian kembali.

    • Pertanyaan yang agak sulit dijawab, karena sangat tergantung pada situasinya.
      – Secara umum, jika kucingnya sehat tentu makan makanan bekas gigitan kucing tidak apa-apa. Dan pada umumnya kebanyakan kucing juga sebenarnya sehat sehat saja.
      – Namun kita juga perlu ingat bahwa kucing juga tidk selalu bersih ya Mbak Sari, kadang-kadang gigi dan taringnya juga penuh dengan kuman. Apalagi kucing kan tidak gosok gigi. jadi tetap saja ada kemungkinan kita terinfeksi jika kucingnya tidak bersih atau sakit.
      – Pada kasus tertentu, misalnya jika kucing terkena rabies.. tentu akan sangat berbahaya sekali jika kita makan makanan bekas kucing. jadi sebaiknya jangan dimakan.

  11. Dok,sy lagi hamil muda dan di rumah ada kucing juga.kebetulan sudah umur 13bulan addopt kucing teman…masalah ga dok,klo sy mandikan kucing dgn sampoo kutu,karna kucing saya kutuan semenjak sekali waktu pernah dia kluar rumah dok…saya selalu pakai masker jg dok.tp ada kkhawatiran dr suami dan mertua saya dok.sedangkan saya sudah sayang sama kucing ini dok kalo mau di balikin ke teman saya yg punya kucing ini..sudah sy suntik kutu jg dok,kata dokter hewan dsni itu sudah termasuk anti tokso…jadi dilema dok… :(

    • Dear Mbak Emania, kucing dapat menularkan penyakit toxoplasmosis kepada manusia karena:

      – kucing adalah induk semang alami parasit toxoplasma penyebab penyakit toxoplasmosis. Walaupun demikian, tetap harus diingat bahwa tidak semua kucing terinfeksi toxoplasma.

      – jika tanpa sengaja tinja kucing yang terinfeksi oleh parasit toxoplasma tertelan oleh manusia – misalnya lewat tangan kita yang kotor tidak tercuci bersih,bulu kucing yang tercemar oleh tinja, gendong-gendong kucing yang terinfeksi dan sebagainya -maka kemungkinan kita juga akan terinfeksi toxoplasma.

  12. bermanfaat bgt.. apalgi sy lg hamil dan memelihara kucing juga.. dok sayapun suka sering mmbersihkan kotoran kucing, tp kucing2 saya buang kotorannya dikmar mndi.. dr yg td saya bca jujur sya jd khawatir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s