Seorang teman mendemostrasikan sebuah trick yang cukup menarik saat saya dan beberapa orang teman lain selesai makan siang bersama. Ia mengambil sebua botol saus dan meletakkannnya diatas meja. Kemudian ia meletakkan selembar uang dua ribuan di atas botol saus itu, lalu menutupnya kembali dengan sebuah botol saus yang lain persis diatasnya,dengan posisi terbalik. Tantangannya adalah, bagaimana cara mengambil uang itu tanpa harus menjatuhkan botol diatasnya. Kalau sukses, uangnya boleh diambil. Ia pun mendemonstrasikan kepiawaiannya dan sukses! Menarik uang tanpa membuat botol terguling. Saya melirik sejenak dan berpikir bahwa itu adalah permainan anak laki. Ah, kurang tertarik!
Seorang teman saya mencoba dan mencoba menawar uang yang digunakan. Dari 2 ribu menjadi 10 ribu. Ia mencoba sekali, sayang tidak sukses. Mencoba lagi dan lagi, hingga akhirnya sukses. Entah kenapa, walaupun tidak tertarik namun mata saya melirik juga. Melihat dan memikirkan, mengapa sebuah tindakan menarik uang itu bisa gagal, sementara tindakan yang lainnya bisa sukses. Pasti ada kuncinya. Pasti ada hubungannya dengan ilmu Fisika. Pelajaran Hukum Aksi Reaksi, Gaya serta Kecepatan dari Newton yang diajarkan guru saya waktu SMP serasa berkelebat cepat di pikiran saya. Entah apa hubungannya. Saya tidak tahu persis, tapi saya yakin itu ada kaitannya. Andai saja saya Guru Fisika, tentu saya akan bisa menjelaskannya dengan lebih baik. Atau ada teman Guru Fisika di dekat saya, tentu saya bisa bertanya. Tapi saat itu tidak ada guru Fisika di dekat saya. Jadi saya harus berpikir cepat sendiri.
Kedua botol saus itu dan uang yang terperangkap di tengahnya, tentu berada dalam keadaan stabil akibat hukum aksi-reaksi dari dua benda yang sepadan ukurannya. Daya dorong botol diatas mendapat respon yang seimbang dari botol yang dibawah. Jadi kedua posisi botol itu akan tetap stabil, kecuali jika ada gaya yang bekerja padanya. Selesai satu perkara.
Nah sekarang tinggal memikirkan, bagaimana caranya agar botol itu tetap stabil di posisi tersebut, walaupun duitnya kita ambil. Menarik lembaran duit itu, sebenarnya memberikan gaya yang akan membuat botol itu jatuh. Jadi agar botol itu tetap stabil kita harus membuat agar resultan gayanya sama dengan 0. Alias setimbang. Tapi bagaimana caranya? Setengah mati rasanya berpikir, saya tidak menemukan jalan keluarnya. Kembali lagi saya menyesal, mengapa saya melupakan pelajaran ilmu fisika separah ini.
Akhirnya setelah memutar ulang rekaman di otak saya akan apa yang terjadi saat teman saya itu sukses menarik uang tanpa harus merusak kesetimbangan kedua botol –akhirnya saya merasa tahu kuncinya. Yaitu Gaya yang besar, Kecepatan yang tinggi dan Posisi tangan yang tepat. Saya harus memberikan gaya ke-dua yang tepat untuk menetralisir gaya tarikan uang lembaran itu terhadap posisi botol. Harus cepat, secepat saya menarik uang itu. Merasa mendapat pencerahan di kepala, sayapun langsung mengajukan diri untuk menerima tantangan. Tapi saya pilih uangnya yang 10 ribu-an saja. Setidaknya memiliki nilai lebih besar dari 2 ribu rupiah. Walaupun tentu saja uang itu tidak kami ambil.
Saya pegang ujung uang 10 ribuan itu dengan tangan kiri, lalu saya tarik ujungnya dan pada saat yang bersamaan saya juga memberikan tekanan sekuat mungkin dan secepat mungkin dengan jari tangan kanan saya terhadap uang lembaran itu di lokasi yang sedekat mungkin dengan botol saus. Dan… Yesss!!!! Horreee saya sukses!.
Uang 10 ribuan itupun terlepas dan botol saus yang diatas tetap menempel diatas botol saus yang kedua. Saya senang bukan alang kepalang, karena apa yang saya pikirkan sekelebat sebelumnya memang terbukti berhasil.
Ada dua hal yang saya ambil dari “permainan anak laki” itu dan serasa diingatkan kembali bahwa itupun berlaku dalam hubungan pergaulan saya sehari-hari.
Pertama adalah tentang hukum Aksi-Reaksi. Saya harus berusaha mengingat, bahwa sikap atau tindakan apapun yang saya lakukan terhadap seseorang (Aksi), cenderung akan mendapatkan Reaksi yang setimpal dari orang lain. Jika saya tersenyum, maka teman sayapun kemungkinan akan tersenyum kepada saya. Apa yang akan terjadi jika saya berbuat sesuatu yang menyakiti teman saya? Teman saya kemungkinan besar akan bereaksi setimpal terhadap saya. Walaupun memang, sama halnya dalam pelajaran ilmu fisika sebenarnya dalam beberapa kasus pergaulan, terkadang terjadi juga hukum aksi-reaksi yang tidak setimbang. That’s life!
Kedua adalah bagaimana melakukan suatu perubahan, tanpa harus mengganggu kestabilan lingkungan sekitarnya. Kembali jawabannya ternyata adalah penyesuaian diri – yakni membuat perubahan yang memiliki resultan gaya nol. Saya ambil contoh misalnya jika kita menetapkan suatu peraturan baru yang mengandung “punishment’ alias sangsi atau hukuman, maka idealnya kita juga memberikan peraturan yang mengandung “reward” alias penghargaan. Lebih mudah diterima, karena kedua aktifitas “Reward – Punishment” itu bersifat netral terhadap lingkungan. Sehingga secara total, perubahan tetap bisa berjalan dengan baik, namun perubahan itu tidak memberikan dampak yang merusak terhadap lingkungan sekitarnya. Itu mungkin hanya salah satu contoh penerapannya dalam kehidupan. Contoh yang lain tentu lebih banyak lagi.
Saya pulang dengan hati senang dan bersyukur. Selalu merasa ada hal baru yang saya pelajari atau hal lama yang diingatkan kembali di setiap menit kehidupan saya; dari setiap kali saya berinteraksi dengan lingkungan dan teman-teman saya. Betapa beruntungnya hidup jika memiliki banyak teman.

Such a nice lesson today, Bu!
Thanks, Bu Nina..
berkunjung..
terimakasih banyak atas kunjungannya
wah, aku pengin bisaaa….
Coba aja, Yisha! pasti bisa..
Permukaan uang harus licin juga kali yah Mbak Dani, selicin tutp botol yang menghimpit atas dan bawah? kalau gak akan ada gaya yang menghambat tarikan cepatnya Mbak Dani pada uang kertas tersebut.
Aku juga sdh lama memikirkan sistem yang berlaku dialam semesta ini mbak, apa yang kita lakukan berbanding lurus dengan hasil yang kita terima. Kalau kita banyak menyayangi orang maka akan banyak pula yang sayang kepada kita. Tapi kalau kita selengekan kepada banyak orang, rewardnya juga akan setimpal.
Karena yang baik-baik tu jauh lebih menyenangkan, yah mengapa kita tak melakukan lebih banyak kebaikan saja ya Mbak, ketimbang sebaliknya.
Salam botol saus dan uang sepuluh ribu hehehe..
Kalau permukaannya lebih licin, kayanya memang lebih mudah – karena gesekannya mengecil.
Iya. Semakin banyak kita memahami semesta, semakin kita menyadari betapa pentingnya untuk mengisi hidup kita dengan kebaikan dan kebenaran universal ya Mbak Evi..
ha ha..thanks salam botol saus & duit sepuluh ribunya.Salam yang sama kembali, Mbak ..he he
dalam waktu singkat bisa ingat hukum fisika, pasti dulu nilainya bagus nih mbak,
Satu lagi yang penting, mungkin tangannya nggak boleh gemetar ya mbak
pengen nyoba, lumayan untuk pergaulan he.. he…
trims mbak
ya..saya dulu suka pelajaran Fisika. Tp sekarang sih sdh banyak lupanya, Mbak Monda.
Ya, bener. Tangan jangan sampai gemetar. Sok yakin saja he he..
dulu pernah nyoba trik seperti ini. tapi sekarang udah lupa lagih…..
Wah..latihan lagi Pak Gusti..
begitulah seharusnya kita belajar ya bu made. seharus pendidikan yang benar adalah kita mendapatkan hikmah dari ilmu yang kita pelajari. saya tertarik kesimpulan bu made bahwa hidup perlu keseimbangan. dalam kitab kami juga dalam alquran. “dan langit telah ditinggikan-Nya. dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan dengan adil dan jnganlah kamu mengurangi keseimbangan,itu. Intinya semua yang di alam dibangun atas azas keseimbangan. salam hangat.
begitulah seharusnya kita belajar ya bu made. seharus pendidikan yang benar adalah kita mendapatkan hikmah dari ilmu yang kita pelajari. saya tertarik kesimpulan bu made bahwa hidup perlu keseimbangan . dalam kitab kami juga dalam alquran. “dan langit telah ditinggikan-Nya. dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan dengan adil dan jnganlah kamu mengurangi keseimbangan,itu. Intinya semua yang di alam dibangun atas azas keseimbangan. salam hangat.
Indah sekali yang dituliskan di kitab suci itu ya Bu Min..
Saya senang sekali mendengarkan penjelasan tentang keseimbangan itu..
Terimakasih banyak, Bu..
wah selalu ada pelajara dibalik semua ceritanya d(^o^) terima kasih mbak
Karena hidup itu sebenarnya memang belajar,Ko. Thanks commentnya ya..
Mainkan permainannya dan petik hikmah yang terkandung didalamnya.
ya bener PAk Aldie. Permainannya seru juga.
mbak made selalu bisa menghubungkan dengan filosofi kehidupan,,,
kali ini hukum fisika yg ‘dimainkan’
salut mbak
veterinary medicine sama dengan veteriner ga ya mbak? [dokter hewankah?]
klo iya berarti kita sejawat donk,,, ^_^
saya senang memikirkan kehidupan, dok. Ya..bener. saya seorang dokter hewan, cuma lebih banyak mengikuti hobby dpd mengikuti profesi he he..
hehehe,,,jangan panggil dok klo gitu, kan sejawat.. ^_^
bisa jadi hobby mb made (panggilannya siapa? coz nama made pasti banyak banget), uda bergeser jadi profesi ni,,, ^_^
thin line between hobby n profesi ^_^
ha ha… Nggak apa-apa sih manggil Made. Atau Mb Made (krn saya lebih tua he he). tp kalau nggak nyaman manggil mb Made, boleh juga ganti pakai nama panggilan yg lain. Krn nama terdiri atas beberapa kata,yg manggil biasanya bervariasi juga. Ada yng manggil Made, ada yang manggil Ade, ada yang manggil Sri, ada yg manggil Andani ada juga yg manggil Dani. Apa sajalah.Yg penting masih mengandung penggalan nama saya.
jadi, saya manggil apa nih? Rifkie saja ya?
prinsipnya sama kayak mb made, boleh panggil saya siapa aja, asal masih mengandung unsur nama saya,,,hehehe
klo di gravatar mungkin saya pake nama eraha yg artinya inisial (R.A.H = Rifqie Al Haris) ^_^
boleh juga dicoba nih mbak. bisa buat permaianan kalau kumpul2 ya
Ya..seru banget nih Mbaklidya..
wah keren trik dan filosofinya..
bagaimana caranya kita mengambil manfaat dari kehidupan tanpa merusaknya…
thanks Mas Ilham..
jadi penasaran Made saya langsung coba menggunakan botol aqua tanggung tapi gagal hehe
wah.. mungkin ada yg kurang pas. Kecepatan tangannya, tekanan atau barangkali posisi tangannya..he he.
Eh..omong-omong, kenapaya Kang Uyayan kok comment-nya masuk ke spam?
cek tkp ya, kali kali aja bisa.
Coba Pak Odi..pasti bisa..
Bermain sambil belajar mbok yach…pasti ada kepuasan yang luar biasa saat berhasil menariknya dengan baik dan sempurna…jadi penasaran…ambil boto saos ahhhhhhh
ha ha.. coba deh! Seru juga tuh..
hebat nich mb Ni….kuncinya memang cepat dan tepat serta tentunya tangan tidak boleh gemetaran
..
mb Ni jangan2 dulu fisikanya 10 terus kali nich
ya..memang harus cepat dan tepat..
Ah.. nggak juga sih. Banyak nggak tahunya juga, Ben..
Wah Bu Sri …
Pelajaran yang terkandung dalam permainan ini … boleh juga ya …
Baik dari segi pelajaran fisika
Maupun dari segi pelajaran falsafah hidup …
(saya jadi penasaran pengen nyoba nih …)
salam saya Bu Sri
ha ha.. iya. awalnya malah saya nggak tertarik, tapi lama-lama jadi penasaran juga pengen mencoba.
salam kembali, Om Trainer..
segala sesuatu di sekitar kita pasti Tuhan lagi mengajari kita sesuatu
nice blog…
salam hangat bukanperantau
terimakasih commentnya .Salam kenalkembali..
jadi inget mainan mas akecil
Permainan yang menarik. Pasti masa kecilnya sangat menyenangkan..
Bewarnalah..he..he…besok liput gobak sodor,engklek dll ya…
Trik sulap memang beragam caranya Mbak? Sekarang banyak pesulap yang membuka rahasia sulapnya untuk diketehui orang lain. Salam….
Iya. Cuma untuk game yang ini, kelihatannya hanay masalah fisika saja..Bukan teknik sulap yg njelimet
Ilmu yang bermanfaat mbak, kalau kita jeli, bahkan sebuah permainan saja bisa jadi pelajaran kehidupan…