Namaku Dessy! Putih, Cantik Dan Menawan…

Standard

Beberapa orang teman saya bernama Dessy, Daisy atau Desi.  Wanita, tentu saja! Dan umumnya cantik-cantik. Tentu saja kita tahu bahwa nama  para wanita cantik itu diambil dari nama bunga. Yakni bunga Daisy.  Daisy atau Oxeye Daisy (Leucanthemum vulgare) adalah bunga cantik menawan berwarna putih bersih dengan pusat berwarna kuning dari keluarga Asteraceae. Disebut dengan Oxeye Daisy, barangkali karena memang kepala bunga ini mirip mata sapi jika sudah mulai menua. Jika masih muda dan baru mekar, bunga Daisy memiliki kepala bunga (pusat bunga) yang berwarna kuning dengan pola teratur. Mirip sekali dengan pola yang dimiliki bunga Matahari. Namun dalam ukuran kecil. Mahkota bunganya sendiri berwarna putih bersih dan melingkar di sekeliling pusat bunga yang kuning. Jumlah mahkotanya cukup banyak. Bervariasi antara 25-35 lembar.  Kalau kita ukur, barangkali diameter bunganya sekitar  5 centi meter.  Tergantung subur tidaknya tanaman ini.

Sepintas lalu bunga Daisy ini mirip dengan bunga Chamomile. Namun  Daisy memiliki batang dan daun yang berbeda. Daun  berwarna hijau gelap dan  lebih lebar. Berbentuk lancip dengan tepi bergerigi. Batang dan tangkai bunganya sendiri lebih keras dan tegak.  Keseluruhan tanaman kurang lebih memiliki ketinggian sekitar setengah meter hingga satu meter dari tanah.

Sayangnya tanaman ini jarang bisa kita temukan di kota-kota di Indonesia yang umumnya berudara panas. Namun di kota-kota yang berudara sejuk, bunga Daisy cukup banyak ditanam di pekarangan rumah. Misalnya di Bedugul atau di Kintamani – kalau di Bali.  Semasa saya kecil, ayah saya pernah menanam bunga ini di halaman rumah kami di Bangli yang berudara sejuk. Namun tentu saja saat ini sudah tidak ada lagi. Beberapa waktu yang lalu saya menemukannya tumbuh subur di sebuah pekarangan rumah di dekat sebuah perkebunan teh di Sukabumi. Cantik dan indah sekali. Sehingga sayapun tergerak untuk menulisnya.

Walaupun tanaman bisa juga ditumbuhkan dari biji-biji yang sudah dikeringkan, namun kebanyakan Daisy ditanam dengan cara menyepih anakan tanaman ini dari induknya. Menanamnya perlu sedikit hati-hati. Karena perakarannya yang dangkal, Daisy mudah sekali tercabut oleh tangan kita tanpa sengaja saat kita menyiangi rumput liar di sekitarnya.

Daisy, walaupun tumbuhnya di daerah yang berudara sejuk, namun sangat menyukai matahari. Jadi idealnya kita tanam di tempat yang memungkinkan mendapat sinar matahari dengan baik.

Demikianlah Daisy. Bunga putih yang cantik dan menawan. Tentu orangtua teman-teman saya itu terinspirasi oleh kecantikan bunga tanaman ini ketika putrinya yang cantik lahir. Sehingga memberinya nama Daisy!.

About these ads

15 responses »

  1. Jadi namanya Daisy or Dessy..Padahal aku manggilnya dahlia putih kemarin hahaha..Dasar aku ya Mbak..Soalnya pernah motret ya berwarna merah, mirip bunga ini, kata tukang tanaman namnya dahlia..Ya sdh aku sebut dahlia saja. Eh, jangan2 Dessy dan Dahlia kakak adik, namanya mirip, sama-sama D di depannya ..( duh aku pengen ketawa lagi…)

    • Dahlia lain lagi, Mbak Evi. Dahlia itu tanaman berumbi. Kalau Daisy kan tidak berumbi dan lebih ringkih batangnya. Bunganya sebenarnya juga agak beda. Tapi ada juga jenis Dahlia yang memang ada kemiripannya dikit dg Daisy ini.

  2. Ngebayangin pekarangan rumah mbak kayaknya banyak ditanami bunga ya ….?
    Pengetahuan tentang bunganya hebat

    Aq ǰϋԍӓ sebenarnya seneng liat bunga
    Dan bermimpi pengen punya pekarangan Ɣğ luas dan banyak ditanami bunga
    Pastinya indah sekali Ϋªª?

    Tapi šäƔªήğ aku kalau nanam bunga selalu gagal mbak,kenapa ya?apa benar mitos Ɣğ kadang mengatakan kalau qta sll gagal menanam tanaman berarti qta bertangan panas ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s