Tips Dari Oma: Agar Tanaman Selalu Terlihat Segar.

Standard

Saya bertetangga dengan seorang Oma  yang halamannya selalu tampak segar dengan tanaman yang hijau. Selalu lebih segar jika dibandingkan dengan tanaman di halaman rumah saya. Saya berpikir tentu itu disebabkan karena Oma sudah pensiun. Tidak bekerja lagi di kantor. Sehingga punya banyak waktu luang untuk merawat tanamannya.  Tentu saja saya tidak punya waktu di rumah sebanyak yang Oma punya. Lalu sayapun meminta tolong kepada orang rumah untuk merawat tanaman saya karena saya tidak sempat. Namun tetap saja tanaman saya tidak pernah sesegar tanaman di halaman rumah Oma.

 Saya lalu bertanya kepada Oma apa gerangan rahasianya? Ternyata jawabannya sangat singkat dan sederhana. “Siangilah tanaman. Buanglah setiap daunnya yang telah kuning dan layu. Maka tanamanpun akan selalu tampak hijau dan segar!” Oh, itu tidak sulit. Dan tidak memakan waktu banyak. Bisa dilakukan sambil menyapu halaman.  Setelah mendengar nasihat itu, sayapun pulang dan mempraktekannya.

Menguning dan layu adalah bagian dari siklus kehidupan sebuah daun. Siklus ini tidak akan berhenti, walaupun kita telah rajin menyiram dan memberikan pemupukan. Tetap saja suatu saat daun itupun akan layu juga. Jadi memang merupakan hal yang wajar. Tergantung dari masa bertunasnya, kadang-kadang kita menemukan sebuah tanaman memiliki banyak sekali daun yang kuning dan layu bergelantungan di batangnya. Yang membuat keseluruhan tanaman terlihat agak kurang segar dan bahkan kotor. Jadi kalau kita memiliki waktu, mungkin ada baiknya meluangkannya sedikit untuk melepas daun-daun yang kuning dan layu ini. Dengan memilah dan memisahkan yang layu dari yang segar, maka sekarang kita bisa memfokuskan pandangan kita hanya pada yang hijau dan segar saja.  Sementara daun yang kuning dan layu bisa kita buang ke tempat sampah. Atau kita kumpulkan untuk dijadikan kompos.

Apakah dalam hidup, sebenarnya kita bisa mengoptimalkan kebahagiaan dengan cara memilah dan memisahkan hal-hal yang buruk buat hati kita? Membuang segala iri hati, dengki, kecemburuan, rendah diri dan segala macam bentuk sakit hati sejauhnya? Kalaupun tetap menggunakannya, hanya sebagai  kompos pemberi pelajaran untuk segala perbaikan ke depannya. Dan hanya memfokuskan pandangan pada hal-hal yang positive dan membangun saja.

Saya menemukan tanaman saya sekarang terlihat lebih hijau dan segar. Rasanya mata saya sangat teduh melihatnya. Dan hati saya sangat senang. Saya lalu memotret dan menuliskannya, agar saya tetap mengingat pelajaran kehidupan dari Oma ini. Serta selalu berterimakasih dan bersyukur bahwa saya diberi kesempatan untuk mengenalnya.

About these ads

14 responses »

  1. ternyata tipsnya mudah untuk di praktekan ….

    “Atau kita kumpulkan untuk dijadikan kompos.”… Made cara yang paling sederhana untuk membuat kompos dari daun daun kering itu bagaimana, selain di bakar ?.

    karena setiap hari di halaman rumah saya pasti banyak daun yang rontok sementara saya hanya menumpuknya saja di sudut halaman, niatnya sih mau membuat kompos tapi caranya belum tahu hehe…

    • ha ha.. ini memang tips yang sangat mudah. tapi kan yang penting hasilnya, kang Uyayan..
      Kalau membuat kompos, biasanya Bapak saya membuat bangbang (lubang galian) dangkal di tanah.Lalu sampah-sampah tanaman dimasukkan ke sana. Dicampur sedikit dengan tanah kebun terus dibiarkan begitu saja. Nanti kalau sudah beberapa bulan, lubang itu sudah penuh dengan kompos yang bisa dijadikan pupuk tanaman. Tapi kalau di jakarta, kan saya nggak punya halaman luas buat bikin bangbang spt itu. Ya,kalau mau bisa dimasukkan ke dalam pot tanah/tong sampah yang nggak kepakai. Dicampur dengan tanah sedikit. Ntar kalau dibutuhkan bisa dipakai lagi untuk menanam tanamn baru.
      Atau kalau nggak,biasanya kalau mau nanam di pot saya alasi dulu dengan sedikit sampah daun-daun kering dan layu,lalu masukkan tanah terus langsung ditanami dengan tanaman baru.
      Gitu saja sih biasanya Kang..

      • hehe sekarang ne lagi mals buanget ngurusin bunga Made…
        sudah banyak korbannya, banyak yang mati karena pembusukan, akar masalahnya media tanam yang seharusnya sudah di ganti gak di ganti ganti hehe.. kasian..

        oh seperti itu ya… makasi infonya, siap di praktekan..

  2. Melakukan hal sederhana seperti membuang daun menguning, terlihat sekali tranformasi tanamannya Mb Dani. Namun yg tak berguna dalam hati, butuh sedikit usaha ya. Kita tak menginginkal hal2 negatif, tapi kadang kurang menyadari kalau kita melakukan sesuatu yg tak berguna :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s