Art!. Dalam berbagai bentuk selalu menarik perhatian saya. Barangkali seperti halnya orang lain,kemanapun saya pergi, mata saya cenderung menangkap obyek-obyek seni ini dengan lebih cepat dibanding obyek-obyek yang lain. Kali ini, ketika saya usai melakukan aktifitas Market Visit di daerah Bangalore Selatan, saya melihat seorang seniman yang menjajakan jasanya untuk melukis di atas kulit. Seketika langkah kaki saya terhenti. Dan rekan kerja India yang menemani saya pun ikut menghentikan langkahnya. Lalu menjelaskan kepada saya mengenai seni lukis dekorasi kulit yang disebut sebagai Mehndi itu.
Mehndi adalah seni dekorasi kulit yang banyak bisa kita temukan di India, Pakistan dan negara-negara tetangga dekatnya. Banyak digunakan di kalangan para pengantin wanita, ataupun dalam rangkaian upacara keagamaan baik Hindu maupun Muslim di negara-negara itu. Berbeda dengan tatto yang sifatnya permanent, Mehndi sifatnya temporary dan menggunakan bahan pewarna alami ekstrak daun Hena. Lukisan akan hilang dalam beberapa hari, tergantung cara kita menanganinya. Ada beberapa hal yang menentukan kwalitas maupun ‘keawetan’ Mehndi antara lain:
1. Ketenangan baik dari pihak yang akan dilukis maupun artistnya. Jika semuanya tenang, lukisan yang dibuat tentu tidak mengalami gangguan (misalnya beleber, tertekuk hingga menggumpal, menetes dan sebagainya).
2. Kemampuan Artist – ini sudah pasti. Namun sebagai pemula tentu akan sulit bagi kita untuk mengetahui kemampuannya hingga kita melihat contoh hasil karyanya.
3. Pilihan design – Mehndi artisan biasanya akan memiliki beberapa alternative contoh design yang bisa kita pilih untuk kita applikasikan pada anggota tubuh kita.
4. Kesabaran kita. Setelah artist melukis tangan atau kaki kita, dibutuhkan kesabaran dalam menahan tangan/kaki agar berada dalam posisi yang ‘steady’ untukmemastikan agar gambar tidak rusak, tergesek, tertekuk maupun bergumpal menyatu yang akan menurunkan kwalitas Mehndi kita. Tungggulah hingga pasta dari Hena itu mengering dengan baik. Jika sudah mengering, biasanya Hena akan rontok sendiri atau kita bisa juga membantu merontokkannya. Semakin kering, maka semakin bagus kwalitas pewarna Hena itu yang tertinggal di permukaan kulit kita.
5. Pencucian – setelah lukisan berhasil muncul di kulit kita dengan baik,maka berikutnya pencucian adalah faktor yang paling menentukan. Semakin sering dicuci dengan air tentu saja akan semakin cepat hilang.
Mehndi sendiri berasal dari kebudayaan India kuno yang dimaksudkan untuk membangunkan cahaya kecantikan dari dari dalam diri wanita. Semakin gelap warna Mehndi, berarti kwalitasnya semakin baik. Teman saya bercerita bahwa di India, para wanita percaya bahwa semakin gelap warna Mehndi yang dihasilkan, maka semakin sayang suami dan ibu mertua kepada kita. Wah saya jadi ingin mencoba.
Saya dijelaskan bahwa jika saya ingin mencoba, waktu yang saya butuhkan tidak akan lebih dari 10 menit untuk sebuah tangan. Maka sayapun mencoba di telapak tangan kiri saya. Maksud saya agar mudah mengontrol jika terjadi sesuatu, karena saya adalah seorang ‘right-hander’.
Ternyata saya berada ditangan seorang ‘skillful artist’. Sang artist memegang tangan saya lalu meminta saya untuk meletakkan di atas lututnya. Ia lalu mengambil Hena cone-nya dan mulai melukis di atas telapak tangan saya. Hanya 5 menit. Selesai!. Cepat dan rapi. Ia banyak menggunakan motif floral – bunga, daun, sulur, gulungan pakis, lace, tazel, sinar, dan sebagainya. Tibalah saatnya saya harus menguji kemampuan diri saya untuk bersabar dan menahan diri. Saya harus menahan posisi telapak tangan kiri saya tetap terbuka dan lurus tidak tertekuk serta terhindar dari sentuhan dengan benda apapun. Sejam telah lewat, belum kering. Dua jam, belum kering juga, Tiga jam mulai kering sebagian. Empat jam, benar-benar kering. Barulah saya berani merontokkan Hena kering itu dan mandi. Warna yang tertinggal adalah coklat kemerahan yang terlihat indah di tangan. Tak lepas-lepas saya memandangnya. Saya lalu memotretnya untuk kenang-kenangan.
Malam itu saya mandi hanya dengan menggunakan tangan kanan saya. Oh ribetnya. Sekarang saya tahu rasanya, bagaimana jika kita hanya memiliki satu tangan. Bersyukurlah, bahwa selama ini saya dikaruniai dengan dua buah tangan yang sehat.
Keesokan harinya, ternyata Mehndi saya semakin gelap warnanya. Rupanya jika proses pewarnaannya kita lakukan dengan sempurna, maka semakin lama warnanya memang semakin gelap. Karena saya sangat disiplin dan sabar menunggunya, maka sekarang ia mulai terlihat segelap kulit buah manggis. Saya pun dengan bangga memperlihatkan kepada teman-teman saya di kantor. Sayang saya lupa memotretnya saat Mehndi saya berada dalam warna terbaiknya. Seorang teman wanita India saya bahkan terkejut melihat warna yang bisa saya dapatkan dan memuji kesabaran saya menunggu proses pewarnaan menjadi sempurna. Sambil bercanda ia mengatakan tentulah saya seorang wanita yang sangat beruntung. Karena dengan warna segelap ini suami saya pasti sangat mencintai saya. Demikian juga ibu mertua saya. Pasti sangat menyayangi saya. Ya ya.. saya pikir juga begitu, kata saya. Yang jelas, saya mendapatkannya karena saya berusaha keras mengikuti prosesnya dengan cara terbaik.
Jadi kali ini, saya bukan hanya sekedar melihat tentang India. Bukan hanya sekedar mendengar tentang India. I’m experiencing India!.





Wooww… artistik and so cool…
Pastinya pengalaman yg sangat menarik…
ya mas. Bener, pengalaman yang sangat menyenangkan.Thanks .
apa tato pacar itu termasuk mehndi juga ya mbak?
Kayanya sih iya. Soalnya bahannya sama sama Hena (daun pacar). Tapi mungkin perlu dilihat cara kerjanya juga ya. kalau tatto mewarnai kulit di level sel kulit (dermis/hypodermis barangkali). Tapi kalau Mehndi kan hanya di permukaan kulit saja. Beberapa hari juga hilang.
dengan mengikuti yang seharusnya menghasilkan hasil yang maksimal…
sama pelukisnya juga takjub, hanya dalam 5 menit bisa menghasilkan karya yang bagus….
ya bener.Hebat banget deh pelukisnya Kang..
kalo saya jangankan melukis di tangan di kertaspun kagak bisa hehe….
Keren gambarnya Mb Dani. Kayak ngebatik fi kulit ya..mestinya tatoo fibkuta ada yg beginian nih hehe…
ha ha ha.. ya bener. peluang usaha baru Mbak he he..
ne yg kayak di film2 india itu kan? Ku taunya mehendi..ternyata mehndi.kwkwk
Ya Mas. kaya di film film india itu. Mehendi atau Mehndi..sama saja kedengerannya he he
oh gitu ya mbak, antara permanen dan temporer bedanya cuma di lapisan kulit, hehe baru tau juga ding kalo pacar itu pake daun hena juga,
nice info mbak
badah..kengken nak e..kwkwkwk mirip tak berarti beda
he he..coba gen diucapkan.. Mehendi.. lalu Mehndi… Nah, susah kan membedakannya he he
saya pengen juga dilukis tangannya.. hehe
suka lihat di film2 india saat adegan pernikahan..
cakep ya desainnya.
Bagus, itu akhirnya tahan berapa lama Mbak?
Pola Mehndinya mirip batik ya jeng, duh lamanya menunggu hena mengering. Salam