Melakukan pekerjaan rutin dari waktu ke waktu tanpa variasi tentu sangat membosankan, bukan? Untuk menghilangkannya saya suka melakukan hal-hal yang menyenangkan hati saya. Apasaja. Dan tak jarang adalah kegiatan yang sudah lama tak pernah saya lakukan lagi. Misalnya kali ini, sambil menunggu hujan reda, saya teringat akan sisa-sisa benang lama saya yang masih bisa saya manfaatkan. Saya akan membuat renda dari benang nylon (karena benang sudah lama – saya sudah tidak melihat lagi entah apa merknya – tapi yang jelas warnanya coklat muda/krem yang terlihat sangat manis). Saya sangat menyukai renda atau crochet dalam bahasa internationalnya, karena menurut saya renda selalu terlihat feminine dan romantis. Apapun warnanya.
Setelah saya bongkar di tempat penyimpanan, saya menemukan hakpen atau jarum renda no 1 dan 2. Dua ujung. Ya! Pas sekali ukurannya untuk jenis benang yang saya pilih. Saya bisa menggunakan jarum yang nomor 2.
Saya berpikir sejenak. Mencari ide. Waktunya berkreasi! Kali ini saya akan membuat tas kantong kecil (pouch) yang romantis untuk menyimpan salah satu botol parfum saya. Tentu saja pattern rendanya adalah hasil karangan saya sendiri menyesuaikan dengan ukuran botol yang ada. Pertama saya membuat satu lembar persegi sisi depan. Setelah selesai, lalu saya membuat satu lagi lembar belakang.
Berikutnya saya menggabungkan lembar depan dan belakang pada bagian dasar dengan 13 double chain yang direnda berulang dan masing-masing dikaitkan dengan lembar bagian depan atau belakang hingga tersambung dengan baik. Sambungan ini nantinya akan menjadi bagian dasar dari pouch.
Setelah itu saya mulai menggabungkan sisi kanan dan kiri. Di dekat bagian dasar saya masih menyesuaikan terlebih dahulu dengan ukuran dasar pouch, lalu saya mengurangi jumlah crochetnya sedikit demi sedikit, sehingga pada bagian pinggang, saya sudah mulai bisa menggabungkan ke dua lembar bagian atas dan belakang sekarang hanya dengan menggunakan single crochet. Setelah selesai menyambungkan bagian kiri dan kanan, sekarang bentuk kantong sudah mulai terlihat. Berikutnya tinggal merenda bagian leher dengan pola sederhana dan membuat tali penarik untuk membuka tutup pouch. Kebetulan saya memiliki manik-manik kayu yang senada dengan warna benangnya, maka saya manfaatkan sekalian untuk stopping. Nah, jadi deh pouch-nya. Kelihatan manis dan menarik!. Saya jadi ingin memamerkannya di sini.
Untuk mengerjakannya, kurang lebih saya menghabiskan waktu sekitar 4 jam – sambil nyambi aktifitas lain juga sih. Sebenarnya saya ingin membagikan polanya, tapi saya belum siap dengan gambar nya. Karena jika saya merenda, biasanya saya hanya membayangkan polanya di pikiran saya saja. Jadi kalau perlu polanya, saya harus melakukan napak tilas ulang dulu untuk memetakan pikiran saya kembali. Butuh waktu untuk berhitung dan menggambar. Jadi kali ini saya belum bisa bagi-bagi pattern dulu.









Pouch Rendanya cantik mbak, tapi kelihatannya sulit membuatnya
.
thanks, Mbak Nela. ya kalau sudah sering ngerenda,sebenarnya ini cukup mudah dan sederhana Mbak.
Cantik bangett
terimakasih banyak
4 jam? dan masih………nyambi? wow……..
kalau uda biasa ngerenda,bisa lebih cepat lagi Yisha..
Kayaknya rumit ya mbak bikinnya, butuh ketelitian & keahlian
tapi baguss bnget ya mbak
sebenarnya nggak begitu sulit sih..Cuma memang kalau belum pernah merenda, perlu agak mikir dikit..
very creative
terimakasih Bu Meli. Apa kabar?
pingin bisa membuatnya bun, pernah iseng mau ikutan kursus tapi waktunya cuma hari kerja, saya gak bisa
Kalau dekat, ta ajarin deh Mbak. gampang kok.. aku mulai belajar merenda waktu kelas SD. Diajarin ibu guruku..
hebat mbak, bisa imajinasi sendiri, ini pasti karena sudah sangat sering buat aneka macam benda,
Ingat taplak renda putih itu
he he.. alah bisa karena biasa, Mbak..
Jeng Ade, kreativitasnya bagus sekali dan menyimpan parfum di kantong renda sensasi femininnya melonjak puluhan kali. Benang wol dan benang katun lebih mudah yang mana Jeng perajutannya?
Benang wol lebih mudah, Bu Prih. Cuma lebih gembos. Kalau mau hasil rendanya berkwalitas bagus dengan menggunakan benang wool, saat merenda benangnya mesti diketatkan,kalau nggak jadi agak longgar.
Benang katun secara umum lebih sulit direnda karena teksturnya lebih kasar dan agak keras, sehingga jika lama merenda kadang-kadang harus mengistirahatkan jari dulu..biar nggak terasa lelah..
kalau dibuat dari benang emas yang mengilat, pasti lebih bagus ya mbak?
ha ha ha ..ya iyalah.. tapi harganya pasti jadi mahal dong he he..