Mengamati Burung Kipasan Di Alam.

Standard

Burung KipasanSalah satu burung penyanyi yang sangat mudah saya lihat keberadaannya adalah Burung Kipasan atau Paid Fantail (Rhipidura javanica) . Walaupun menurut beberapa sumber,populasi burung ini menurun secara umum, namun burung ini terlihat nyaris setiap hari di belakang rumah saya berceloteh dengan riangnya.  Terbang dari pohon kersen, pindah ke semak dipinggir kali, menclok di tembok perumahan,  terbang kembali ke pohon mangga, lalu berjingkat-jingkat menari di atas genteng rumah tetangga, lalu terbang dan ngoceh di daun talas kipas. Hampir setiap hari ada saja burung Kipasan yang menyita perhatian saya.

Sesuai dengan namanya, burung ini memiliki ekor cukup panjang yang sering dibuka lebar mirip kipas.  Berukuran sedang, kurang lebih 20 cm , namun karena ekornya sering dibuka lebar, menyebabkan burung ini terlihat seakan lebih besar dari ukuran tubuh burung- burung yang berukuran sedang lainnya.  Kipas ekor ini yang  juga menyebabkan burung semakin mudah terlihat.

Warna tubuh bagian atasnya hitam keabua-abuan atau coklat keabua-abuan. Kepalanya juga sama,dengan alis putih di atas matanya. Kerongkongannya berwana putih. Demikian juga perut bawahnya berwarna putih.  Ekornya yang panjang berwarna hitam abu-abu, dengan sedikit warna putih pada ujung-ujungnya, sehingga membuat ekornya mirip kipas belang yang sangat cantik saat dibuka lebar.  Matanya berwarna hitam. Demikian juga paruh dan kakinya, juga berwarna hitam.

Makanan utamanya adalah serangga yang bertebaran banyak di pingggir kali, seperti capung, belalang, ulat , kumbang dan lain sebagainya. Tempat terbaik bagi saya untuk mengamatinya adalah di bantaran kali. Karena burung ini sangat menyukai area terbuka, dengan pohon-pohon rendah /semak, yang memungkinkannya untuk mencari makanan sambil bertengger riang.  Kebiasannya adalah  meloncat dari satu ke dahan yang lain, sambil ribut dan mengipas-ngipaskan ekornya dengan centilnya.  Atau berjingkat-jingkat di atas tembok dengan gerakannya yang sangat lucu. Suaranya sangat khas, sehingga mudah dikenali bahkan dari kejauhan. ” cwit cu cu cwiit….cwitt  cu cu cwiit.. cwitt cu cu cwiit….”dan seterusnya berulang-ulang.

Burung ini saya lihat lebih sering berpasangan dibandingkan sendirian.  Kalaupun saya pergoki sedang sendirian,maka biasanya ia selalu ribut memanggil manggil temannya. Sehingga selalu saja ada burung Kipasan lain yang datang menemaninya.

About these ads

11 responses »

  1. Paragraf terakhir itu bisa menginspirasi pembuatan video motivasi “You’ll not walk alone”.

    Patut disyukuri karena burung-burung itu bisa bermain lepas di belakang rumahnya bu Made. Kalau mendengar nyanyian burung pasti damai rasanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s