Category Archives: Art & Handicraft

Ha Noi Ceramic Mozaic Mural III.

Standard

Semakin lama menyusuri jalanan bertembok yang didandani dengan lukisan mural itu, semakin saya melihat alangkah banyaknya aliran seni lukis yang bertebaran di sana. Saya tidak bisa menayangkan dan membahasnya satu per satu di sini. Beraneka ragam thema, warna, tarikan garis, maupun sapuan kuas. Mulai yang berkaitan dengan kehidupan Vietnam hingga mancanegara. Mulai dari tanaman, pohon,daun, bunga hingga ke berbagai macam satwa. Masih banyak sekali, hingga proses pembuatan keramik-pun ada juga dipertontonkan di sini.

Hal ini juga semakin memberi saya kesadaran, bahwa kreatifitas kita sebagai manusia, sungguh tiada batasnya. Hendaknya  kita jangan berhenti hanya  pada hal-hal yang selama ini telah biasa kita tekuni saja. Eksplorasi pemikiran kita lebih jauh lagi kepada hal-hal lain di luar itu. Atau lakukan penggabungan beberapa element dari beberapa  aliran ataupun thema, sehingga bisa saja terbentuk sebuah aliran maupun thema baru yang berbeda. Kontemporer ataupun Fusion  - sama indahnya.

Ha Noi Ceramic Mozaic Mural I – Ketika Seni Jalanan Mendapatkan Tempatnya.

Standard

Slide8Vietnam, memang sangat terkenal dengan keramiknya. Setidaknya itu yang pernah dikatakan seorang teman kepada saya sebelumnya. Saat melintas di tengah kota Ha Noi, seketika saya menyatakan kesetujuan saya.  Bagaimana tidak? Karena di sana saya melihat sebuah jalur sepanjang 4 km dipenuhi dengan gambar mural yang terbuat dari pecahan-pecahan keramik.  Sangat indah. Menurut keterangan guide, lukisan mural di sepanjang jalan kota ini dibuat  mulai tahun 2007  dan selesai tahun 2010 dalam rangka memperingati 1000tahun kota Ha Noi. Read the rest of this entry

Ondel-Ondel Ngamen: Riangnya Seni Pertunjukan Jalanan Jakarta.

Standard

Andani - Ondel-Ondel

Pukul  7 malam, saya menutup pintu ruangan kantor saya. Pulang lebih cepat dan ingin istirahat setelah berhari-hari didera kesibukan yang sangat melelahkan. Dalam perjalanan pulang  saya tertidur. Hingga tak terasa kendaraan yang saya tumpangi sudah melintasi pertigaan Ciledug dan sedikit lagi mendekati Pasar Lembang. Saat itulah saya mendengar suara musik Gambang Kromong yang sangat riang dan jenaka. Sayapun terbangun dan ikut bersenandung dalam hati. Oh rupanya ada grup kesenian betawi yang sedang mengamen. Read the rest of this entry

Grafiti, Expresi Seni Jalanan.

Standard

Grafiti Tepi Rel Poris 8Berada di kemacetan kota sering membuat kita tak mampu melakukan apa-apa, selain menghibur diri dengan menikmati apa yang ada. Salah satu yang cukup sering saya lakukan adalah melempar pemandangan keluar jendela kendaraan. Terkadang beruntung melihat lukisan atau gambar di tembok-tembok beton tol, pagar jalanan maupun pagar gedung atau rumah orang. Banyak yang cukup menarik, dengan ide-ide yang cukup brilliant, tarikan grafis yang bagus dan komposisi warna yang sangat menghibur. Namun sering juga kita hanya melihat gambar corat coret ala kadarnya, dengan maksud entah apa dan komposisi warna yang amburadul. Atau bahkan terkadang hanya coretan, expresi cinta si anu kepada si ani, slogan atau bahkan jeritan kepedihan hidup dan protes atas keadilan sosial yang tak kunjung datang. Tentu saja karya Grafiti ini masih belum bisa dikategorikan sebagai Mural, karena masih  terlihat sangat sederhana baik dari sisi pengembangan grafis, tata warna, komposisi bentuk dan sebagainya. Read the rest of this entry

Pouch Renda: Selalu Romantis, Selalu Feminine.

Standard

Andani- Crochet PouchMelakukan pekerjaan rutin dari waktu ke waktu tanpa variasi tentu sangat membosankan, bukan? Untuk menghilangkannya saya suka melakukan hal-hal yang menyenangkan hati saya. Apasaja. Dan tak jarang adalah kegiatan  yang sudah lama tak pernah saya lakukan lagi. Misalnya kali ini, sambil menunggu hujan reda, saya teringat akan sisa-sisa benang lama saya yang masih bisa saya manfaatkan. Saya akan membuat renda dari benang nylon (karena benang sudah lama – saya sudah tidak melihat lagi entah apa merknya – tapi yang jelas warnanya coklat muda/krem yang terlihat sangat manis). Saya sangat menyukai renda atau crochet dalam bahasa internationalnya, karena menurut saya renda selalu terlihat feminine dan romantis. Apapun warnanya. Read the rest of this entry

Jogjakarta: Patung Penari Bedhaya

Standard

Jogjakarta! Kota itu selalu menarik hati saya. Walaupun saya besar di Bali dan tinggal di Jakarta. Walaupun saya  belum pernah tinggal di sana dan menjadi warganya, namun karena saya telah beberapa kali mengunjunginya dan selalu menemukan sesuatu yang unik dan menarik untuk dipotret dan diceritakan, maka rasanya saya sama jatuh cintanya dengan penduduk aslinya terhadap kota itu. Nah lho!.

Bagi saya kota itu, selalu bisa menjadi etalase Indonesia bagi pengunjung luar yang ingin tahu tentang Indonesia. Terlebih-lebih jika ada yang ingin melihat ‘art’ dan ‘culture’ dari Indonesia.  Di sanalah kita bisa melihat batik, di sana juga kita bisa melihat Wayang, melihat keramik, melihat topeng, melihat lukisan, melihat tukang becak, melihat jamu, melihat segala macam yang berjudul Jawa dan tentunya …Indonesia.

Kali ini saya hanya ingin mengupload foto  patung penari Bedhaya yang sangat indah yang saya temukan di sebuah hotel di Jogjakarta. Sangat indah dan sangat menarik. Tentu saja sebelumnya saya sudah minta ijin telebih dahulu kepada petugas,  sebelum saya memotretnya.  Entah siapa senimannya. Namun patung yang menceritakan tentang penari sebuah tarian sakral yang biasanya hanya ditarikan di Keraton Jogjakarta ini terasa begitu memukau.   Seperti disebutkan oleh beberapa sumber, bahwa tari Bedhaya adalah tarian tradisional Jawa yang menceritakan tentang keindahan gerak-gerik Nyi Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan yang diceritakan memiliki hubungan khusus dengan Sultan Jogjakarta. Umumnya ditarikan oleh 7 atau 9 orang penari.  Memandang patung-patung ini  seolah kita bisa membayangkan betapa luwesnya gerakan penarinya yang lemah gemulai.  Betapa halus dan teduhnya musik Jawa yang mengiringinya. Saya bisa membayangkan suasana Keraton. Saya bisa membayangkan Jawa dan Indonesia di dalamnya.

Hormat  bagi senimannya. Dan hormat juga kepada pihak hotel yang selalu setia memperkenalkan tentang budayanya kepada setiap pengunjung.

Yuk, kita mampir ke Jogja!.

Maldivian Art: Oil’s Drops On Water.

Standard

Pernahkan anda melihat tetesan-tetesan minyak tanah yang tumpah dan mengambang di air? Ada rasa nyesek dan sedih kelita kita melihatnya, karena memikirkan pencemaran yang terjadi dan tentu saja merasa sayang kalau  memikirkan berapa rupiah yang terbuang percuma begitu saja akibat tumpahan minyak itu. Namun jika kita perhatikan baik-baik, kadang-kadang tumpahan minyak meninggalkan bentuk-bentuk berupa bulatan, lonjong, garis lengkung, gelombang dan sebagainya yang cukup indah juga. Apalagi terkadang kita melihat kilauan warna biru, hijau, pink dan sebagainya yang bercampur baur. Sehingga secara keseluruhan terkadang kita melihat image-image yang mencengangkan juga darinya.  Saat SD, saya juga ingat pernah diajak oleh guru saya melakukan ‘expriment seni’ dengan menumpahkan Cat berberapa warna di dalam sesember air, mengaduknya lalu menempelkan kertas gambar di atas permukaannya. Kami biarkan hingga kering,maka terciptalah lukisan-lukisan indah yang menakjubkan. Sangat menarik!. Read the rest of this entry

India : Channapatna – the Toy’s City.

Standard

Mungkin diantara kita ada yang suka memperhatikan mainan anak-anak yang terbuat dari kayu? Atau boneka-boneka kayu berwarna-warni ?  Atau gelang-gelang  kayu yang bertumpuk  merah, jingga,kuning, hijau yang makin lama makin mengecil?  Atau mainan bola kayu kecil yang diikat dengan tali dan disambungkan dengan alat penangkap bola yang juga dari kayu? Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan bahwa mainan-mainan itu adalah produksi  India. Tepatnya di daerah Channapatna.

Dalam perjalanan ke Mysore, saya diberikan informasi  bahwa kami akan melewati daerah Channapatna yang dikenal sebagai Toy’s City-nya India. Wah, kabar yang baik. Jadi kami berhenti sebentar dan melihat-lihat. Konon kerajinan kayu di Channapatna ini sudah berkembang sejak beberapa ratus tahun yang lalu dan disupport oleh kerajaan. Read the rest of this entry

Indian’s Art: Traditional Paintings.

Standard

Melihat India, bagi saya serupa dengan melihat gudang seni. kemanapun saya pergi, mata saya selalu tertarik oleh obyek-obyek seni di sekitar saya.Lukisan,ukiran, patung, dekorasi, gerabah,dan sebagainya.Semuanya terlihat indah dan menarik. Barangkali juga karena ‘dari sono’nya saya memiliki ketertarikan khusus pada seni budaya. Entahlah! Kali ini saya pikir ada baiknya saya menulis sedikit tentang apa yang sempat saya lihat  dalam lukisan tradisional  India.

Lukisan tradisional India, sebagaimana halnya lukisan tradisional negara lain selalu bertutur tentang budaya setempat.Dilukis dengan teknik  dan pewarnaan lokal,bergaya lokal dan mengambil thema serta kearifan lokal.  Biasanya untuk meningkatkan koneksi kita terhadap jenis lukisan seperti ini, kita perlu memahami sedikit mengenai  budaya setempat. Read the rest of this entry

India: Mehndi, The Art On Skin.

Standard

Art!. Dalam berbagai bentuk selalu menarik perhatian saya. Barangkali seperti halnya orang  lain,kemanapun saya pergi, mata saya cenderung menangkap obyek-obyek seni ini dengan lebih cepat dibanding obyek-obyek yang lain. Kali ini, ketika saya usai melakukan aktifitas Market Visit di daerah Bangalore Selatan, saya melihat seorang seniman yang menjajakan jasanya untuk melukis di atas kulit.  Seketika langkah kaki saya terhenti. Dan rekan kerja India yang menemani saya pun ikut menghentikan langkahnya. Lalu menjelaskan kepada saya mengenai seni lukis dekorasi kulit yang disebut sebagai Mehndi itu. Read the rest of this entry