Tag Archives: Bali

Mengenai Kemalasan.

Standard
Mengenai Kemalasan.

Kemarin pagi saya membaca status seorang teman saya di facebook wall-nya sebagai berikut:

“If there was an award  for laziness…I’d probably request someone to pick it up for me…!!!”.

Saya membacanya  sambil nyengir tanpa meninggalkan komentar apapun di statusnya. Namun ternyata diam-diam kalimatnya itu menyelinap ke dalam pikiran saya lagi. Dan memaksa saya untuk memeriksa kembali kadar kemalasan dalam diri saya saat ini. Fuf!! Rasanya sudah lama saya tidak melakukan ‘check-up’ menyeluruh terhadap kesehatan tingkah laku dan kebiasaan saya sendiri. Read the rest of this entry

Elderflower, Si Kembang Girang – Herba Yang Menawan.

Standard
Elderflower, Si Kembang Girang – Herba Yang Menawan.

Elderflower! Saya membaca kata itu di sebuah ulasan permen bebas gula. Kemudian saya membaca lagi kata itu di sebuah obat batuk dan beberapa obat herbal lain. Lalu membaca lagi pada ulasan tentang minuman tonic. Ada lagi kata yang serupa yakni Elderberry! Disebutkan bahwa Elderflower maupun Elderberry (Buah Elder flower yang ungu kehitaman kecil-kecil berkelompok) memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Namanya terdengar keren di telinga saya. Khasiatnya pun banyak. Tentu herba yang sangat terkenal di manca negara.  Sayapun penasaran pengen melihat bentuknya. Bunga apa gerangan yang disebut dengan Elderflower itu. Read the rest of this entry

Joged Bumbung, Kemeriahan Tarian Rakyat.

Standard
Joged Bumbung, Kemeriahan Tarian Rakyat.

Catatan tercecer dari acara Temu Alumni – Dies Natalis FKH UNUD. 

Salah satu tarian rakyat yang menarik dan banyak digunakan untuk memeriahkan suasana keakraban di Bali adalah Joged Bumbung. Tarian ini juga yang digelar untuk menyemarakkan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana beberapa waktu yang lalu. Acara ini mampu membuat semua hadirin tertawa riang penuh kegembiraan melihat kepiawaian penari Joged Bumbung dan kelucuan tingkah laku para pengibing yang di’jawat’ (ditunjuk) oleh penari. Read the rest of this entry

Anggrek-Anggrek Cantik Dan Elegant Dari Bangli.

Standard
Anggrek-Anggrek Cantik Dan Elegant Dari Bangli.

Banyak orang yang tahu bahwa Bangli adalah sebuah kota sejuk dan tidak bising di tengah-tengah pulau Bali, oleh karenanya sangat cocok untuk dijadikan tempat persitirahatan. Oleh karenanya juga, sebuah rumah sakit jiwa yang besar untuk wilayah Indonesia Timur ditempatkan di kabupaten itu. Tenang dan sejuk. Memudahkan bagi setiap orang untuk mendapatkan kedamaian jiwa. Read the rest of this entry

LeGolas, Anjing Kintamani Yang Cerdas…

Standard
LeGolas, Anjing Kintamani Yang Cerdas…

Saya menerima kabar baik dari adik bungsu saya bahwa LeGolas anjing peliharaannya memenangkan Juara ke dua Kontes Anjing Kintamani (kategory Puppy A) yang diselenggarakan Sanur Village Festival. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan bagi sang tuan. Read the rest of this entry

Real Country Story: Sebuah Ladang di Banjar Paketan, Sukawana -Kintamani.

Standard
Real Country Story: Sebuah Ladang di Banjar Paketan, Sukawana -Kintamani.

Beberapa saat yang lalu saya & saudara-saudara saya mampir di lahan pertanian & peternakan milik seorang keluarga kami di banjar Paketan, desa Sukawana, Kintamani – Bangli. Kebetulan keluarga saya itu sedang sakit. Saat saya datang, beliau sedang berbaring di pembaringan dekat tungku menyala yang berfungsi ganda sekaligus sebagai perapian untuk mengusir hawa dingin Kintamani yang menusuk tulang. Read the rest of this entry

Adalah Langit Yang Maha Luas…

Standard

Pada suatu masa, saya berkawan dengan beberapa sastrawan, seniman, sutradara ataupun pengamat sastra dan seni di Bali. Salah seorang diantaranya adalah seorang seniman ternama. Saya mengenal dan mengingat beliau dengan sangat baik, namun sayangnya sekarang beliau tidak mengingat saya lagi. Agak menyedihkan memang, apa boleh buat. Tapi saya sebenarnya tidak terlalu berkecil hati, karena saya memang bukan siapa-siapa di kalangan pergaulan para seniman di Bali. Apalagi kemudian saya tinggal di luar Bali dan jarang kontak dengan kawan-kawan seniman lagi. Jadi memang agak susah mengharapkan beliau untuk mengingat saya. Namun saya tetap bangga karena pernah mengenal beliau. Read the rest of this entry

Berpikir Dari Kiri Ke Kanan Atau Dari Kanan Ke Kiri Ya?

Standard

Beberapa saat yang lalu saya sempat menulis tentang kehidupan yang berjalan  seperti buku cerita. Ada bagian awal, bagian tengah dan bagian akhir. Berjalan pada satu jalur yang linear. Walaupun mungkin saja bercabang dan memiliki banyak alternative yang bisa dipilih, namun  kehidupan manusia dan akhir riwayatnya secara garis besar tetap saja berjalan secara linear. Dari Awal ke Akhir.  Mirip sebuah garis. Jika kita menggambar garis, umumnya kita mulai dari titik di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan. Bukan dari Kanan ke Kiri. Demikian juga garis linear yang  dijalankan manusia.  Umumnya dimulai dari  titik Awal menuju ke titik Akhir. Bukan dari Akhir ke Awal.  Serupa, bukan? Read the rest of this entry

Bunga Soka, freeing mind from sorrow…

Standard

Salah satu bunga menarik yang selalu membuat saya  teringat akan Bali adalah Bunga  Soka. Soka atau Bunga Asoka  atau terkadang disebut juga dengan nama Kembang  Jaum /Kembang Jarum (Ixora spp i.e Ixora poludusa, Ixora coccinea, Ixora javanica etc) memiliki bentuk yang mirip jarum pada saat belum mekar. Jika mekar, maka kelopak bunganya yang kecil berjumlah empat akan terbuka sempurna, memamerkan benang sarinya. Bunga ini menjadi menarik karena setiap tangkai bunga terdiri atas puluhan hingga ratusan bunga kecil-kecil yang jika mekar semuanya membuat ukuran bunga secara keseluruhan menjadi cukup besar. Cukup jelas untuk terlihat diantara kerimbunan daun-daunnya yang hijau.

Bunga ini merupakan salah satu bunga yang umum digunakan dalam persembahyangan selain sebagai bunga potong untuk hiasan meja maupun  sebagai tanaman penghias halaman. Kakek saya menanam  bunga Asoka berwarna putih  di halaman merajan (area tempat sembahyang yang selalu ada di rumah penduduk di Bali). Setiap kali saya berkunjung  ke rumah kakek saya & mengikuti beliau melakukan pesembahyangan pagi,  saya selalu memetik bunga Soka  putih itu.Seperti halnya bunga-bunga yang lain yang bisa dipergunakan untuk persembahyangan, bunga soka berwarna putih dipergunakan untuk penghormatan kepada Dewa Isvara. Sedangkan yang berwarna merah digunakan untuk penghormatan kepada Dewa Brahma, yang kuning untuk penghormatan kepada Dewa Raditya dan seterusnya – semuanya adalah sinar suci dari Tuhan Yang Maha Esa dalam fungsinya masing-masing untuk menjaga keberlangsungan alam semesta beserta seluruh isinya. Penggunaan bunga Soka ini  selain sebagai lambang penghormatan, juga harapan akan tercapainya kedamaian jiwa, jauh dari kesedihan dan derita. Sehingga yang tertinggal hanya kebahagiaan  dalam setiap hati manusia .

Soka sendiri berasal dari kata Asoka, diambil dari nama sebuah taman bunga bernama “Ashoka”   yang sering diceritakan dalam pagelaran-pagelaran Sendratari Ramayana di Bali. Taman Ashoka (artinya bebas dari kesedihan) ini konon sangat indah, dimana Sitha  disembunyikan oleh Rahwana saat diculik dari Rama, suaminya. Rahwana berusaha menghibur dan membuat hati Sitha senang dan betah di taman itu, walaupun tak jua kunjung berhasil.

Tanaman hias berupa perdu ini, umumnya dikembangkan dengan cangkok.  Dipisahkan dari batang induknya ketika akar-akar barunya mulai tumbuh kuat. Membutuhkan sinar matahari yang  banyak untuk membuatnya berbunga. Sering juga dijadikan tanaman pagar.

Welcoming October – Musim Bunga Penuh Warna.

Standard

“Purwakaning/Angripta rum/Ning wana ukir/Kahadang labuh/Kartika, panedenging sari/Angayon tengguli ketur/ Angringring jangga mure//

Sukanya/Arja winangun/Winarna sari/Rumrumning Puspa priyaka/Angoling tangi/Sampuning Riris Sumaru/Mungguhing srengganing rejeng//”.

Saya sangat menyukai Kidung Kawitan Wargasari ini yang umumnya digunakan sebagai pengantar persembahyangan di Bali. Menurut saya sangat indah, bukan saja karena nilai religiusnya yang tinggi dan keindahan melodynya namun juga karena keindahan syair yang tertuang di dalamnya.

Kidung ini kurang lebih menceritakan keindahan yang mengawali hari setelah hujan di  daerah pegunungan dan hutan-hutan sekitarnya. Penuh bunga berwarna-warni  bermekaran dari berbagai jenis (pohon kayu tengguli,bunga jangga, dsb) pada musim bunga di bulan Kartika (bulan ke empat dalam tahun kalender Bali = bulan Oktober di kalender Masehi). Betapa terpukaunya mata melihat keagungan hasil karyaNYA yang sangat mengagumkan ini – alam penuh bunga yang tersebar merata berwarna-warni bahkan hingga di atas batu-batu cadas pegunungan.

Oktober adalah musim bunga. Musim di mana kita bisa melihat puncak keindahan flora. Bukan hanya di Bali, namun saya rasa juga di semua tempat di Indonesia. Cobalah tengok ke kiri kanan kita. Hampir semua tanaman hias mulai berbunga. Bougenvill tampak sumringah, Frangipani bermekaran, Lotus & Teratai mengembang dan sebagainya. Burung-burung prenjak pun riang berloncatan di semak-semak pohon berbunga. Alangkah indahnya Oktober.  Mari kita sambut musim bunga dengan hati riang.