Tag Archives: Crochet

Pouch Renda: Selalu Romantis, Selalu Feminine.

Standard

Andani- Crochet PouchMelakukan pekerjaan rutin dari waktu ke waktu tanpa variasi tentu sangat membosankan, bukan? Untuk menghilangkannya saya suka melakukan hal-hal yang menyenangkan hati saya. Apasaja. Dan tak jarang adalah kegiatan  yang sudah lama tak pernah saya lakukan lagi. Misalnya kali ini, sambil menunggu hujan reda, saya teringat akan sisa-sisa benang lama saya yang masih bisa saya manfaatkan. Saya akan membuat renda dari benang nylon (karena benang sudah lama – saya sudah tidak melihat lagi entah apa merknya – tapi yang jelas warnanya coklat muda/krem yang terlihat sangat manis). Saya sangat menyukai renda atau crochet dalam bahasa internationalnya, karena menurut saya renda selalu terlihat feminine dan romantis. Apapun warnanya. Read the rest of this entry

White Lace Crochet…Renda Putih Yang Romantis.

Standard
White Lace Crochet…Renda Putih Yang Romantis.

Renda Putih! Entah kenapa saya sangat menyukainya. Di mata saya renda ini sangat cantik, feminine dan romantis. Saya suka membuatnya dan melihat ruangan yang perabotannya dilapis dengan renda putih. Namun sayang, dengan kesibukan dan banyaknya waktu dihabiskan untuk hobby yang lain, belakangan ini saya sudah semakin jarang membuat renda. Read the rest of this entry

White Lace Crochet..

Standard

Renda dari benang putih selalu terlihat cantik, anggun dan abadi sepanjang jaman.  Renda putih ini sudah kita temukan ada sejak kita lahir di rumah orang tua/nenek kita, dikerjakan pada waktu senggang sambil menjaga anak atau mengisi ketenangan sore hari.  Merenda merupakan pelajaran ketrampilan yang saya pelajari saat di bangku Sekolah Dasar, di Bangli, Bali – yang pada saat itu saya tak pernah menyangka akan tetap bisa ingat cara membuatnya hingga kini.  Betapa tidak, saat itu guru saya mengajarkan langkah demi langkah secara lisan sambil memberikan contoh sekait dua kait dan sama sekali tanpa menggunakan pola yang bisa kita lihat dalam gambar, lalu meminta murid-muridnya mengulangi langkah langkah berikutnya dengan hanya menggunakan logika matematika sederhana.  Menambah 1 rantai pendek, menambah rantai panjang penuh, mengosongkan, dsb. Jadi design itu semuanya ada dalam kepala kita dan guru kita. Tidak ada blue-printnya sama sekali. Tapi semuanya itu sangat menyenangkan dan sangat berguna, karena dengan demikian tanpa kita sadari kita diajarkan untuk mendesign renda secara kreatif dalam benak kita. Kita jadi bisa membayangkan sebuah bentuk renda sebelum renda itu benar-benar tercipta. Kadang kadang kita baru memikirkan designnya sambil jalan, saat lingkaran atau baris pertama renda sudah dibuat dan  atau membiarkan pola terbentuk otomatis secara natural melalui jari kita tanpa intervensi otak.

Belakangan, setelah saya tinggal di Jakarta dengan mudah saya bisa mendapatkan pola-pola renda dari buku-buku kewanitaan yang banyak tersebar di toko-toko buku. Namun demikian, saya tetap lebih menyukai renda yang terbuat dari benang putih yang klasik dan anggun.

Bantal Putihku…

Standard

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bantal putihku
Pelabuhan kepenatan hariku
Dermaga impian kasihku

Putih adalah kemurnian jiwa
saat melebur bersamamu dalam semesta
menyatu dengan Sang Pencipta