Ada dua hal yang selalu mengingatkan saya akan Ibu mertua saya. Yakni Rajutan dan Bunga Violces. Mengapa bunga Violces? Karena ketika kami baru menikah dan suami saya sering mengajak saya pulang ke rumahnya, saya melihat ibu mertua saya menyiram,membersihkan daun-daun violces ini dan menggeser-geser potnya di teras depan. Sebagai mantu baru, sayapun ikut berjongkok membantu ibu mertua saya melakukan aktifitas hariannya itu. Saya ingat ada belasan atau puluhan pot-pot kecil dengan bunga-bunga Violces berwarna-warni yang dipelihara. Ada yang berbunga ungu, biru, pink,putih, pink tua dan sebagainya. Ada yang mahota bunganya polos selapis, ada juga yang berlapis. Jenis daunnya ada yang kecil dan ada yang sedikit lebih lebar. Ada yang polos, ada yang kelihatan berkerut, ada yang agak bertulang. Namun semuanya terlihat indah. Lebih sering trelihat berbunga banyak dibanding tidak berbunga. Selama bertahun-tahun pemandangan Violces berbunga ini menghiasi teras depan, sehingga saya hapal. Read the rest of this entry
Tag Archives: Taman
Lili Paris – Border Taman Dan Focus Spot.
Jika kita memandang sebuah halaman dengan taman yang terlihat indah, tentu kita tahu bahwa keindahan itu diciptakan oleh komposisi tanaman yang berada di dalamnya selain oleh design dan konsep dari taman itu sendiri. Dan tentunya kita pun tahu, bahwa element tanaman yang memperindah taman, bukan saja tanaman hias berbunga namun juga tanaman hias daun. Salah satu tanaman hias daun yang sangat saya sukai adalah dari keluarga Chlorophytum sp yang di Indonesia umumnya disebut dengan Lili Paris atau Lili Siam. Beberapa tukang tanaman ada juga yang menyebutnya dengan nama Spider Lily (untuk jenis yang memiliki stolon atau geragih yang menjuntai, sehingga ditanam pada pot gantung jadinya memang mirip laba-laba berkaki banyak) atau Rumput laxum (untuk jenis yang ditanam di tanah tanpa stolon). Read the rest of this entry
Zinnia, Si Pemikat Kupu-Kupu Yang Paling Sukses.
Saya membaca di ‘Search Engine Terms’ di blog saya, seseorang sedang mencari informasi tentang ”jenis bunga apa yang paling disukai kupu-kupu?”. Rasanya saya tahu jawabannya. Mungkin agak sedikit sok tahu, karena saya memang bukan ahli kupu-kupu,. Tapi setidaknya saya yakin akan jawaban saya, berdasarkan pengamatan yang saya lakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang terhadap mahluk cantik ini. Karena kebetulan, kupu-kupu dan bunga adalah dua hal yang paling menarik perhatian saya. Read the rest of this entry
Kadaka, Si Pakis Sarang Burung.
Pakis Sarang Burung! Siapa yang tidak jatuh hati melihat tanaman berbentuk mangkuk sarang burung ini?
Pakis Sarang Burung atau Kadaka (Asplenium nidus) atau Bird’s Nest Fern adalah salah satu tanaman pakis-pakisan (fern) dari orde lama yang dipelihara sejak jaman orang tua kita hingga saat ini sebagai penghias taman rumah, baik ditempatkan di dalam pot maupun ditempelkan di batang tanaman penaung halaman. Tanaman ini disukai karena bentuk keseluruhan tanaman yang membentuk mangkuk mirip sarang burung. Bentuk mangkuk ini adalah akibat pertumbuhan daunnya ke segala arah yang muncul dari pusat batang yang pipih dan tidak bertambah tinggi.
Bentuk mangkuk penuh akan didapatkan apabila tanaman diletakkan pada pot atau cekungan batu, dimana daun pakis tidak memiliki halangan fisik untuk tumbuh ke segala arah. Sedangkan bentuk setengah mangkuk akan didapatkan jika tanaman dibiarkan tumbuh di pohon penaung atau ditempelkan di tembok. Namun, dimanapun ia ditempatkan, pakis ini selalu tampak menarik. Sesuai namanya dan juga karena bentuknya yang mengundang, tidak jarang kita temukan ada burung atau ayam kampung yang memang benar-benar menjadikan pakis ini sebagai sarangnya.
Pakis sarang burung sebenarnya memiliki berjenis jenis variant yang bisa dibedakan dari bentuk dan ukuran daunnya. Ada yang bberbentuk lebar lurus dan besar, ada yang halus dan keriting, ada yang bentuknya seperti tercabik-cabik, ada yang ikal berantakan dan sebagainya. Namun yang paling umum kita temukan tumbuh liar di pepohonan di Indonesia adalah yang berdaun lebar dan lurus. Jenis ini juga yang telah menghiasi halaman-halaman rumah selama bertahun-tahun.
Pakis Sarang Burung sebanarnya cukup mudah dipelihara. Ikuti saja kebiasaan hidupnya di alam bebas. Letakkan di bawah pohon, dimana tanaman ini cukup mendapatkan sinar matahari untuk pertumbuhannya tanpa berlebihan. Jangan menempatkannya langsung terpapar terik matahari karena akan mudah terbakar dan gosong. Untuk pertumbuhan yang terbaik, bisa kita berikan remah remah batang pakis aji atau sabut kelapa atau remah humus lainnya.
Related articles:
http://nimadesriandani.wordpress.com/2011/03/19/wild-fern-memelihara-pakis-liar-mengapa-tidak/
http://nimadesriandani.wordpress.com/2010/12/11/fern-the-most-beautiful-leaves-ever/
http://nimadesriandani.wordpress.com/2011/01/30/pakis-sayuran-yang-konon-mengantarkan-kemenangan-majapahit-atas-kerajaan-bali/
Hydrangea, Si Bunga Pecah Seribu.
Jika kita menyempatkan diri untuk berjalan –jalan ke pasar traditional di Bali, terutama pada musim hari raya (Galungan, Kuningan), maka kita akan menemukan banyak sekali jenis bunga-bungaan yang dijajakan secara masal oleh para padagang. Selain bunga mitir (marigold), pancar galuh (balsamia), bunga kasna (edelweiss- di pasar-pasar pegunungan) dan kamboja (plumeria/frangipani), kita juga masih melihat ada jenis bunga massal lainnya yang biasa disebut oleh penduduk local sebagai bunga pecah seribu.
Bunga Pecah Seribu (Hydrangea), umumnya berwarna biru sehingga dipergunakan dalam persembahyangan dalam menghormati Dewa Wishnu, yakni sinar suci dari Tuhan Yang Maha Esa dalam fungsinya sebagai pemelihara dan pelindung alam semesta beserta mahluk dan segala isinya. Dengan melihat tampilan bunga yang cantik ini, maka dengan mudah kita akan mengerti bagaimana bunga ini mendapatkan namanya. Dari jauh kita melihat bunga ini sebagai sekuntum bunga biru yang besar, namun jika kita dekati, ternyata terdiri atas banyak sekali kuntum bunga kecil kecil berwarna biru dan setiap kuntumnya terdiri atas pecahan kelopak kelopak bunga kecil yang akhirnya membuat kiat sepakat untuk menyebutnya sebagai Bunga Pecah Seribu.
Sebenarnya Bunga Pecah seribu bisa kita temukan dalam 3 variant warna, yakni Biru, Putih dan Pink. Dan setiap variant warna inipun sebenarnya punya variasi lagi. Misalnya Pecah Seribu variant biru, memiliki beberapa gradasi warna, mulai dari biru yang sangat kinclong, hingga biru pucat mendekati putih. Demikian juga yang variant pink. Mulai dari warna pink yang kuat hingga pink yang pudar. Saya pernah mendapatkan penjelasan dari ayah saya, bahwa warna Bunga Pecah Seribu yang biru pucat bisa kita per’kinclong’ warna birunya dengan menancapkan paku (besi/aluminium) di dekat akarnya. Ketika saya coba mempraktekkan advise ayah saya, wah benar saja ..warna biru bunga ini memang semakin kuat dan cemerlang.
Beberapa tahun kemudian barulah saya mengerti dari buku dan ngobrol ngobrol dengan seorang penjaga di toko tanaman yang terkenal bahwa pigment pada bunga Hydrangea dapat dikontrol dengan cara mengatur keasaman tanahnya. Bunga Hydrangea yang biru rupanya muncul dari tanah yang berpH asam, sedangkan yang pink muncul dari tanah yang ber pH basa. Jadi, sebenarnya ada beberapa bahan yang lebih tepat digunakan jika kita ingin mengatur warna bunga Hydrangea ini. Misalnya menambahkan Aluminium Sulphate pada tanah untuk mendapakan biru atau tambahkan kapur untuk membuat tanah menjadi lebih basa agar mendapatkan warna pink. Namun terus terang saya belum pernah mencoba mempraktekan hal ini.
Related articles:
http://nimadesriandani.wordpress.com/2011/06/05/bakung-biru-pencipta-nuansa-teduh-di-halaman/
http://nimadesriandani.wordpress.com/2010/12/12/254/
http://nimadesriandani.wordpress.com/photo-gallery/tropical-flowers/
Dan Azalea-pun Berwarna-warni..
Ada sebuah restaurant yang selalu menarik hati saya dan anak-anak untuk selalu datang dan datang lagi. Bukan saja karena masakannya yang enak dengan harga yang ‘reasonable’, namun lebih karena tempatnya yang menyenangkan buat anak-anak bermain dan restoran itu penuh ditanami dengan bunga-bunga indah yang biasa kita temukan di kota dingin. Sebagai salah seorang pencinta tanaman hias, tentu saja tempat ini menjadi sangat menarik buat saya.
Salah satu bunga yang saya lihat sangat menarik didisplay di sana adalah Azalea yang berwarna warni. Azalea sebenarnya perdu yang jarang bisa kita temukan di daerah tropis. Namun di Indonesia terkadang bisa kita temukan di daerah daerah dingin. Sepintas lalu, saya juga pernah melihat tanaman ini dijajakan oleh tukang kembang di Jakarta, namun saya tak jelas apakah tanaman ini bisa berbunga selayaknya atau tidak jika kita pelihara di rumah. Saya tidak sempat membeli tanaman ini karena keesokan harinya ketika saya melintas di sana kembali, tanaman itu sudah tidak ada lagi. Mungkin sudah laku. Bunga yang aslinya berupa semak dari jenis Rhododendron ini , memang memiliki keistimewaan karena ukuran bunganya yang besar dan sangat memikat mata.
Semak Azalea ini umumnya ditanam di dekat pohon penaung, atau jika di dalam pot umum diletakkan di teras rumah karena tidak begitu menyukai sinar matahari. Jika ditanam di tanah, semak bisa cukup tinggi seukuran tinggi pria dewasa, namun kecantikannya lebih terlihat lagi jika ditanam di dalam pot.
Saya perhatikan kebanyakan bunganya muncul tunggal dalam tangkainya yang kecil, namun karena ukuran mahkota bunganya yang besar, kadang terlihat bergerombol cukup padat di sebuah rantingnya. Saya membayangkan betapa akan terlihat indah dan sumringahnya sebuah halaman rumah di sebuah kota dingin yang ditanami semak semak rhododendron ini.
Bunga ada yang selapis, namun ada juga yang berlapis ganda. Sama cantiknya. Tentu saja yang berbunga selapis lebih menonjolkan kecantikan dan motifnya sebagai individu, sedangkan yang berlapis ganda lebih menonjolkan sisi kehalusan dan kekompakan warnanya. Beberapa variant dari Azalea ini memiliki mahkota bunga yang bermotif bintik menawan.
Azalea memiliki variant yang berbunga pink berbagai jenis (mulai dari pink pucat, pink penuh hingga pink pekat), putih, merah dan jingga.
Impatiens… Si Kembang Pacar Air
Bagi yang hobby jalan-jalan menyusuri alam ataupun ke pedesaan, mungkin ada yang pernah memperhatikan bunga bunga cantik yang bermekaran di pinggir kolam atau bahkan di pinggir got? Banyak yang bertanya-tanya, bunga apakah itu dan mengapa ia tumbuh sedemikian mudah tanpa perlu perawatan di alam liar?
Bunga itu bernama Kembang Pacar Air atau bila di tukang bunga, namanya berubah menjadi Impatiens. Bernama Impatiens, barangkali karena tukang bunga yang membiakkannya dari biji yang dibeli di toko (biasanya imported) membacanya dari nama yang tertulis di kemasan bijinya tanpa pernah tahu namanya dalam bahasa Indonesia. Tanaman ini sangat serupa dengan tanaman Balsam atau apa yang dikenal di Indonesia dengan nama Bunga Pacar Cina, atau Bunga Pancar Galuh.
Bunganya berwarna warni dan sangat mudah tumbuh sepanjang tanah tempatnya tumbuh mengandung banyak humus. Sangat cocok ditanam untuk menghiasi pinggiran kolam, atau di tanah dekat teratapan air. Karena sesuai dengan namanya Kembang Pacar Air, tanaman ini sangat menyukai air.
Menanamnya sangat mudah, kita cukup mengambil biji-bijinya yang sudah tua (anak-anak biasanya sangat suka memetik buah tanaman ini, karena bila buahnya yang tua disentuh sedikit saja, langsung meledak, bijinya keluar dan kulit buahnya bergulung dengan cepat. Salah satu mekanisme penyebaran biji alami yang sangat baik. Biji-biji langsung ditabur di tanah yang berhumus, dalam beberapa hari kita akan bisa melihat banyak anakan yang tumbuh.
Kita langsung bisa memindahkan anakan yang sudah memiliki 4-5 lembar daun dengan aman ke tempat yang kita inginkan yang sebelumnya telah diberi humus. Pastikan tanaman ini mendapatkan air yang cukup, namun jangan sampai tergenang untuk menghindari busuk batang.
Beberapa jenis Impatiens sebenarnya juga bisa kita tanam dengan cara memisahkan batangnya yang memiliki sedikit akar udara (akar udara kadang-kadang bisa kita temukan di pangkal cabang tanaman ini. Saya pernah mencobanya beberapa kali dan berhasil.
Tumbuhan ini cepat berbunga.Dalam hitungan kurang dari sebulanpun kadang telah mampu berbunga.Bunganya cukup indah dan meriah. Berwarna warni, mulai dari merah, jingga, merah tua, lembayung, merah muda, jingga pucat (peach), pink pucat dan beberapa tahun yang lalu pun saya pernah sempat memiliki yang berwarna putih. Warna warni yang cerah dari bunga pacar air ini mengundang banyak kupu-kupu datang, sehingga bagi penggemar kupu-kup, menanam tanaman ini sangatlah menguntungkan.
Impatiens juga sangat baik di tanam bersama tanaman hias lainnya atau dikombinasi dengan ornament hiasan taman lainnya. Saya melihat bagaimana rumpun impatiens yang berwarna warni ini sangat cantik bersama sebuah patung angsa digunakan untuk menghias taman sebuah restaurant ikan di daerah Sukabumi.
Cosmos.. Bunga Kenikir Yang Mencerahkan Hari
Kenikir. Siapa yang tak kenal tanaman Kenikir? Kenikir atau Cosmos (Cosmos Sulphureus – merujuk pada Kenikir Kuning) atau di Bali tanaman ini disebut dengan Mitir Jawa (tak jelas, siapa yang pertama kali datang membawa tanaman ini dari Jawa), adalah tanaman yang umum dipelihara di pekarangan rumah baik untuk dinikmati bunganya, maupun untuk dimanfaatkan daunnya sebagai sayuran (biasanya untuk sayur urap). Tanaman ini berumur hanya beberapa bulan. Tumbuh dengan cukup cepat, berbunga, berbiji lalu tua dan mati. Jadi yang perlu kita lakukan adalah memanen dengan segera biji-bijinya yang telah matang ( berwana hitam dan berbentuk jarum tidak tajam) sebelum tanaman yang tua kita cabut dan buang. Read the rest of this entry
Perfuming Your Garden, Cara Membuat Halaman Rumah Semerbak Mewangi..
Jika kita hanya memiliki sedikit waktu untuk beristirahat dan bersantai di rumah, tentunya sangat menginginkan agar kwalitas waktu yang cuma sedikit itu menjadi optimal. Saat di rumah mungkin kita memilih aktifitas bersama keluarga dengan bercengkerama bersama, minum teh atau hanya sekedar duduk duduk sambil ngobrol di teras rumah. Salah satu cara untuk memberi nilai tambah pada aktifitas kebersamaan kita di teras rumah adalah dengan membuat teras rumah selalu sejuk, segar dan wangi sepanjang waktu. Selain menjaga kebersihannya dengan menyapu & mengepel lantainya, kita juga bisa menanam tanaman-tanaman hias yang berbunga harum untuk mewangikan halaman rumah kita, sehingga jika ada angin yang bertiup maka wangi bunga-bunga itu akan sampai di teras tempat kita duduk-duduk. Berikut adalah contoh beberapa jenis tanaman hias yang bunganya menghasilkan wewangian yang enak meyegarkan dan mudah ditanam, yang bisa kita tanam di halaman rumah kita.
1. Gardenia atau Bunga Kaca Piring
Gardenia atau Bunga Kacapiring (Gardenia jasminoides) adalah tanaman perdu dengan bunga berwarna putih bersih, memiliki harum yang lembut dan feminine. Di Bali tanaman ini disebut dengan Jempiring. Bunga Jempiring ini bertahan dengan wangi optimal selama sehari, namun bunganya yang telah layupun masih tetap wangi. Walaupun bunganya berukuran cukup besar, namun karena tanaman ini umumnya berdaun rimbun dengan warna hijau tua mirip beludru, maka bunga pada umumnya tidak terlalu menonjol, kecuali jika sedang musim bunga dimana satu tanaman bisa memiliki bunga yang sedang mekar hingga 5-10 kuntum. Karena tanaman agak tinggi menyemak, maka bagus jika ditanam dekat dinding atau pagar. tanaman akan menghasilkan wangi yang terbaiknya pada pagi hari dan senja hari dimana angin bertiup lembut mengarah ke teras rumah.
2. Ylang-Ylang atau Bunga Kenanga. 
Ylang-Ylang atau Bunga Kenanga (Cananga odorata) aslinya adalah tanaman yang berpohon tinggi. Namun dewasa ini sangat umum kita temukan jenis Kenanga yang hanya setinggi semak – bukan pohon. Kenanga semak ini layak ditanam di halaman rumah. Bunganya berwarna hijau kekuningan dan menebarkan wangi yang sangat kuat, terutama jika sedang ada angin yang bertiup. Kelopak bunganya memanjang dan terpelintir. Karena warnanya yang hijau kekuningan, bunga tidak terlalu mencolok mata. Wanginya sangat orientalis. Di Bali, bunga kenanga disebut dengan nama Bungan Sandat. Sangat banyak dipergunakan untuk persembahyangan maupun untuk merias rambut pengantin serta membuat air kumkuman (air wangi). Bunga Kenanga juga tetap mengeluarkan wangi yang semerbak, walaupun bunganya telah layu.
3. Old Garden Rose atau Bunga Mawar. 
Beberapa jenis mawar atau rose (Rosa sinensis), terutama mawar dari jenis jaman dulu (yang umum kira temukan di rumah kakek/nenek kita waktu kecil), menghasilkan wangi yang sangat kuat, walaupun beberapa jenis mawar hybrid yang banyak diperdagangkan di tukang tanaman belakangan ini banyak juga yang tak memiliki wangi . Kita bisa menanam jenis mawar yang wangi untuk mengharumkan halaman kita. Wangi mawar sangat elegant dan klasik. Beberapa merk parfum ternama menggunakan wangi mawar dari Rose Essential Oil sebagai penanda merknya. Di Bali bunga mawar disebut dengan Bungan Mawa.Banyak dimanfaatkan dalam persembahyangan.
4. Frangipani atau Kamboja Bali.
Beberapa jenis Frangipani atau Kamboja atau sering juga disebut Plumeria, menghasilkan wangi yang sophisticated. Terutama 2 jenis Kamboja Bali yang dikenal dalam bahasa Balinya sebagai Jepun Cenana (Kamboja Kuning Bali) dan Jepun Sudhamala (Kamboja Merah dengan tengah warna kuning dari Bali). Wanginya tidak terlalu kuat, namun sangat memukau. Tidak umum dan tidak biasa. Frangipani kering sangat baik dijadikan sebagai bahan dasar untuk potpourri. Di Bali saya lihat banyak anak-anak kecil memungut bunga-bunga frangipani yang berjatuhan namun masih terlihat segar di rerumputan di bawah batang pohon ini.
Karena wangi dan indah bentuknya, sangat menarik bila ditanam di halaman, terlebih jika pohonnya mulai tua dengan batang yang sangat artsitik sebagai element pendukung taman.
Semua orang tahu kalau Jasmine atau Melati (Jasminum sambac) merupakan penghasil parfum yang baik. Bunganya yang kecil-kecil putih menghasilkan wangi yang lembut dan feminine. Di Bali bunga melati disebut Bungan Kemenuh. Dan umumnya penduduk lokal lebih menyukai jenis melati gambir dibandingkan melati biasa. Namun sebenarnya keduanya memiliki type wangi yang serupa.
Melati bisa kita tanam dekat pagar/tembok mengingat batangnya membutuhkan sandaran. Upayakan tanaman agar menghadap ke arah teras, sehingga kita bisa menikmatinya saat duduk-duduk di sana. Melati bagus juga jika ditanam di bawah jendela.Sehingga jika jendela kamar kita buka dan angin bertiup, maka wangi melatipun akan semerbak terhembus ke kamar.
Tanaman berbunga ungu yang ditukang tanaman disebut sebagai Lavender ini juga merupakan penghasil wangi yang cukup kuat dan paling sering terbawa angin hingga jarak beberapa meter. Bunganya yang kecil-kecil bergerombol menghias tangkai yang pajang dan langsing, menghasilkan wangi yang sangat lembut dan feminine. Wanginya banyak dimanfaatkan untuk membantu merelaksasikan pikiran. Satu rumpun tanaman Lavender bisa menghasilkan 20 – 40 batang bunga (tergantung tingkat kesuburan tanaman), sehingga jika angin bertiup ke arah teras, wanginya benar-benar kuat. Tanaman ini sangat baik jika ditanam di halamn belakang ataupun halaman samping.
7. Scorpion Orchid /Anggrek Kalajengking.
Tidak banyak yang ngeh bahwa Anggrek jenis Kalajengking/Scorpion menghasilkan wangi tipis yang sangat sophisticated dan elegant. Terutama anggrek kalajengking yang berwarna ungu gelap. Sedemikian wanginya, membuat bunga anggrek ini mendapatkan posisi tingginya diantara bunga-bunga yang dimanfaatkan secara tradisional untuk persembahyangan.
Wangi berasal dari kelopak bunganya yang paling panjang mirip jari tengah, sehingga tidak heran di Bali anggrek jenis ini disebut Anggrek Linjong (Linjong = Jari Tengah). Anggrek bisa kita tanam di bawah pohon (mis mangga/jambu/kamboja dsb) dan batangnya kita sandarkan pada batang pohon penaungnya. Dalam beberapa minggu, akar hgantungnya kan keluar dan segera memeluk batang pohon penaung dengan kuat.
8. Sedap Malam.
Bunga Sedap Malam atau Polyanthes tuberosa meninggalkan wangi yang segar & agak misterius. Walaupun namanya Sedap malam, karena pada sore sampai malam hari bunga ini menunjukkan intensitas wangi yang lebih kuta, namun jenis fragrance yang dikeluarkan oleh bunga ini sangat fresh sehingga cocok untuk dinikmati pagi hari. Bunganya bertajuk panjang dan jamak berwarna putih. Mekar bergiliran. Menanamnya cukup mudah, yakni dari anakan yang muncul dari umbinya.
Tanaman paling cocok ditanam di bawah jendela.
Pot Tanah Liat….Menyatukan Alam Dalam Kehidupan Kita..
Pot Tanah di tamanku..
Semakin berlumut, semakin terlihat natural..
Saya sangat menyukai penggunaan gerabah atau pot tanah untuk menampung tanaman-tanaman kesayangan saya. Terlihat sangat natural dan menyatu dengan element- element taman yang lain. Ketika kita memandangnya, kehidupan terasa mengalir di dalamnya. Mungkin karena Pot Tanah memiliki kelebihan dibandingkan dengan pot berbahan lain. Dindingnya berpori-pori, menjamin pernafasan akar tumbuhan berlangsung dengan sehat. Air bekas sirampun tidak akan berlebihan di dalam media yang digunakan dalam pot, sehinga suhu udara di dalam media juga stabil.
Banyak pot tanah juga memiliki ornament tembikar yang baik, sehingga menempatkannya di salah satu sudut taman akan memberi sentuhan etnik yang indah pada kesuluruhan tampilan taman…
Cara Memilih Pot Tanah
Hal pertama yang perlu kita perhatikan saat memilih pot tanah adalah memahami jenis tanaman yang akan kita pelihara dalam pot. Apakah jenis tanaman yang akan menggunakan media air/lumpur, tanah, pakis dsb., ukuran tanaman saat dewasa kelak, bentuk dan arah pertumbuhan tanaman dsb.
Untuk wadah tanaman air (teratai/tunjung, lotus/padama/seroja, iris air, dsb) sudah tentu harus kita pastikan agar pot jangan sampai bocor atau retak. Secara umum, pot berbahan tembikar yang dibakar dengan baik, tidak akan mengalami kebocoran kecuali bila terjadi keretakan atau pot pecah. Pot tanah yang dilapis semen pada bagian dalamnya juga dapat membantu mengurangi kemungkinan air merembes keluar. Sementara jika kita menggunakan pot untuk tanaman yang bermedia tanah (mawar, crysan, dsb), pastikan pot memiliki lubang air, guna mengalirkan kelebihan air yang tak bisa diserap tanah dalam pot akibat penyiramm,an ataupun hujan. Dengan demikian busuk akarpun bisa dihindarkan. Terlebih jika kita memilih pot untuk tanaman anggrek, kebutuhan akan lubang airpun meningkat.
Untuk tanaman besar (misalnya palem, lotus, cycas, dsb), siapkanlah pot dengan ukuran besar karena tanaman ini akan tumbuh besar jika dirawat dengan baik, sehingga kita tidak berdosa membatasi pertumbuhannya dengan hanya menyediakan pot yang kekecilan. Sedangkan untuk tanaman kecil, seperti misalnya beberapa jenis mini kaktus dsb, kita bisa siapkan pot berukuran kecil. Sisa tanaman yang lainnya mungkin bisa kita siapkan pot ukuran sedang.
Tanaman yang memiliki pertumbuhan ke samping, atau keindahannya bisa kita lihat secara optimal dari posisi atas (misalnya teratai, kapu-kapu dsb), ada baiknya kita sediakan pot yang pendek dengan mulut yang lebar.









































