Tag Archives: Tips

Pentingnya Memberi Identitas Pada Hasil Karya Kita.

Standard

Andani - Pink LotusKetika kita sedang browsing gambar di internet, seringkali kita melihat foto-foto dengan tanda watermark nama pemiliknya. Kitapun mahfum bahwa foto itu di’protect’ oleh pemiliknya.Dan tentunya dengan melihat tanda itu kita tidak akan berani menggunakannya sesuka hati kita. Saya juga sering melihat foto-foto beberapa teman blogger saya ditandai serupa. Duluya saya juga pengen meniru memberi tanda. Tapi karena saya tidak menemukan cara yang praktis untuk menamainya, maka saya urungkan niat saya. Read the rest of this entry

Membawa Bekal Makan Ke Tempat Kerja. Mengapa Tidak?

Standard

Bagi sebagian besar karyawan, makan siang keluar merupakan aktifitas  umum yang dilakukan saat istirahat tengah hari. Namun terkadang kita tak selalu bisa melakukannya karena berbagai macam alasan yang ujung-ujungnya membuat kita terpaksa ‘skip’ makan siang kita yang tentunya berdampak kurang baik bagi kesehatan. Penyebab yang paling umum antara lain:

  1. Rapat yang melewati jam istirahat, sehingga begitu rapat bubar kita telah ditinggal rekan rekan kita pergi makan. Sementara untuk menyusulpun sudah kepalang malas.
  2. Pekerjaan yang menumpuk dan dikejar dead line yang sangat mepet.
  3. Lokasi kantor jauh dari tempat makan yang memadai.

Bagaimana kalau sekali-sekali kita membawa bekal makan siang kita sendiri? Saya rasa ini bukan pilihan yang buruk. Ada banyak alasan, mengapa membawa bekal makan siang merupakan ide yang baik bagi karyawan:

  1. Memastikan kita memiliki sesuatu untuk dimakan pada saat jam istirahat. Terutama saat kerjaan menumpuk, ditinggal teman gara-gara meeting melewati jam istirahat ataupun akibat lokasi kantor yang jauh dari tempat makan yang memadai.
  2. Lebih irit. Jika harga rata-rata makan siang di wilayah perkantoran  saat ini berkisar dari   Rp 15 000  hingga Rp 50 000 tergantung jenis makanan  yang kita order, lokasi kantor  dan kantin atau restoran tempat kita makan, maka dalam waktu 20 hari kerja, tentu kita sudah bisa menghemat Rp 300 000 hingga Rp 1 juta rupiah per bulan. Jatah uang makan bisa kita kumpulkan dan gunakan untuk keperluan lain.
  3. Lebih sesuai dengan selera kita. Karena kita bisa memasak sendiri atau meminta pembantu rumah tangga untuk mempersiapkan makanan kesukaan kita.
  4. Lebih bersih & hygienis jika kita tahu cara memilih makanannya dan mengemasnya.
  5. Meningkatkan integritas dan menghindarkan diri dari kemungkinan melakukan ‘korupsi waktu’ karena terlambat kembali ke kantor dari makan siang.

Beberapa tips:

  1. Siapkanlah makanan dengan lauk  kesukaan kita dari jenis yang kering dan tidak mudah basi. Misalnya nasi putih dengan kering tempe, kering kentang, tahu goreng, tempe goreng, ayam goreng, telor dadar dan sebagainya.
  2. Pisahkan antara nasi putih dengan lauk.
  3. Tempatkan makanan pada container yang kedap udara dan mampu mempertahankan panas. Jika tidak ada, container biasa dengan penutup pun bisa dimanfaatkan.
  4. Gunakan container dengan penutup yang anti bocor terutama untuk menempatkan sayuran yang berkuah.
  5. Hindarkan makanan yang bersantan. Kalaupun terpaksa dibawa karena tak ada pilihan, pastikan masakan tersebut telah dipanaskan dan segera dikonsumsi segera begitu jam istirahat mulai untuk menghindarkan makanan cepat basi.
  6. Lengkapi makanan dengan sayuran dan buah-buahan untuk mendapatkan cukup serat dan vitamin.
  7. Jika karena suatu dan lain sebab, kita tak sempat memakan bekal makan siang yang kita bawa dari rumah (misalnya karena mendadak ada lunch resmi dari kantor, acara bersama client atau ada rekan kerja yang berulang tahun dan mentraktir kita makan siang, maka tawarkanlah segera bekal makan siang kita itu pada  rekan kerja yang lain – misalnya pada Office Boy/girl yang kebetulan belum memesan makanan, guna menghindarkan diri kita dari membuang buang makanan.

Kreativitas Daur Ulang – Memanfaatkan Bekas Pot Rangkaian Bunga

Standard

Mungkin diantara kita para wanita  cukup  sering menerima hadiah baik saat ulang tahun ataupun saat hari special lainnya berupa rangkaian bunga yang sangat indah? Rangkaian bunga mungkin dihadiahkan oleh pasangan kita, suami atau kekasih kita, saudara, kerabat, atasan, sahabat maupun rekan kerja kita sebagai tanda sayang dan perhatian. Tentu saja sangat menyenangkan, bukan?

Karangan bunga ini kita bisa letakkan di sudut ruangan, dan kita nikmati keindahan, kesegaran maupun wanginya selama beberapa har i. Namun sayang, setelah itu cepat sekali kering dan layu. Mmm..sayang sekali!. Padahal kita masih ingin menikmatinya. Kita masih ingin melihatnya segar dan cantik. Kita masih ingin mengenang perhatian dan kasih sayang pengirimnya terhadap diri kita.  Mmm.. full of memory-lah ceritanya.

Namun apa boleh buat, karena memang sudah tak memungkinkan lagi terpaksa kita harus menyingkirkannya dari pandangan kita. Namun jangan buru-buru. Ada hal yang bisa kita lakukan sebelum memutuskan untuk membuangnya ke tempat sampah.

Kalau kita perhatikan, rangkaian bunga basah jaman sekarang ini biasanya ditata dalam sebuah pot yang indah dengan oasis yang memadai. Seringkali pot inipun terlalu indah untuk dicampakkan begitu saja. Sebenarnya sangat sayang, terlebih jika kita mengingat dari harga rangkaian bunga itu yang mencapai beberapa ratus ribu rupiah.  Seringkali cukup mahal, bahkan bila uang itu kita manfaatkan untuk belanja dapur tentu cukup untuk menghidupi keluarga kita untuk beberapa hari.  Namun, yang namanya sudah jadi pemberian seperti itu, tentu kita tak bisa menguangkannya kembali.  Kenapa kita harus membuangnya.? Sebenarnya kita bisa memanfaatkannya untuk menjadi pot tanaman hidup yang selalu segar sepanjang hari tanpa harus menggantinya berkali-kali. Merangkai tanaman hidup! Ya merangkai tanaman hidup dalam satu pot! Mengapa tidak?

Caranya adalah sebagai berikut:

1.       Cabut semua bunga dan daun yang layu. Bersihkan oasis dengan hati-hati dan periksa apakah masih ada sisa-sisa batang kembang yang membusuk dan pastikan semuanya sudah tercabut dengan bersih.

2.       Bersihkan pot dengan baik, keluarkan oasis lalu cuci dengan air bersih.

3.       Letakkan kembali oasis pada tempatnya dan isi dengan air hingga penuh. Jangan sampai melimpah.

4.       Pilih batang tanaman dari jenis yang tidak rewel perawatannya dan mudah tumbuh di dalam media air.

5.       Sesuaikan ketinggian batang tanaman dengan selera kita, lalu tata di atas oasis dengan baik.

6.       Pastikan batang dan daun menutup permukaan oasis dengan baik, sehingga setiap orang yang melihat berkesan dengan rangkaian tanaman hidup kita bahwa itu seolah-olah tumbuh dari media tanah biasa.

Tanaman yang tidak terlalu rewel perawatannya &  mudah menyesuaikan diri dengan media oasis antara lain adalah dari jenis pandan-pandanan (misalnya Pohon daun suji), sirih hias, lavender. Lavender bahkan bisa berbunga normal di media ini.

Tanaman ini akan tetap bertahan dan bahkan tumbuh baik.  Yang perlu dilakukan hanya menyiramnya agar tidak sampai kering dan sesekali menyianginya dan membersihkan dari daun dan ranting tua yang menguning, sehingga pot selalu kelihatan segar dan hijau royo-royo.  Berbulan-bulan kemudian, kita akan melihat pot itu mulai terlihat sangat natural dengan lumut yang mulai tumbuh dengan baik. Pot bisa kita tempatkan di salah satu sudut halaman rumah kita ataupun di teras. Cantik!!

Kini kitapun tetap bisa mengabadikan pemberian orang yang telah berbaik hati mengirimkan rangkaian bunga itu kepada kita. Saya rasa, orang yang bersangkutan pun pasti akan senang jika tahu, bahwa kita memelihara sebagian pemberiannya dengan baik.

Mendampingi Anak Memelihara Kelinci

Standard

Kelinci adalah salah satu  binatang peliharaan favorit anak-anak. Wajahnya yang lucu dan bulunya yang halus dan lembut tak pelak lagi memberikan daya tarik sendiri bagi anak-anak. Tak heran jika kita sebagai orangtua tak mampu menolak jika anak merengek dengan wajah  penuh harapan minta dibelikan kelinci. Banyak hal positif yang didapat dari membiarkan anak memelihara binatang peliharaan termasuk kelinci, antara lain:

1.       Meningkatkan kasih sayang dan perhatian anak  terhadap sesama mahluk hidup. Anak-anak yang memelihara binatang/tanaman yang merupakan mahluk hidup yang perlu dirawat, memiliki perhatian dan kasih sayang yang tinggi terhadap sesama.

2.       Meng-ekspose anak pada hal-hal yang berkaitan dengan ilmu biologi sejak dini. Dengan memelihara binatang peliharaan anak-anak tanpa disadari akan belajar mengenai biologi dasar dari mahluk hidup.

3.       Meningkatkan rasa sosial dan tanggung jawab anak. Dengan keputusan memelihara binatang, maka anak bisa kita didik untuk bertanggungjawab dengan baik, memberi makan dan minum serta membersihkan kandang serta mengajak binatang peliharaannya bermain. Bila tanggungjawabnya kurang, tentu binatang kesayangannya akan tidak bisa hidup sehat seperti selayaknya.

Menurut cerita, kelinci konon sudah mulai dijinakkan manusia  beberapa abad sebelum Masehi. Sesungguhnya Kelinci memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik, terbukti dengan fakta bahwa binatang ini penyebarannya sangat beragam dari mulai wilayah dekat padang pasir hingga dekat kutub. Namun kelinci akan berkembang dengan optimal jika berada di daerah dengan temperature sedang.Untuk di Indonesia, kita perhatikan kebanyakan kelinci dipelihara di daerah-daerah dingin seperti misalnya di Puncak, Bogor.  Jika kebetulan kita tinggal di daerah panas seperti Jakarta dan tetap ingin memelihara kelinci, mungkin perhatian ekstra perlu kita berikan untuk menjaga agar kelinci tetap bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik.

Beberapa jenis kelinci bisa kita temukan di jual di Pet Shops (toko binatang peliharaan), di pameran-pameran di mall –mall maupun di pasar-pasar kaget mulai dari kelinci local hingga trah import.

Membeli Kelinci.

Saat kita menyetujui keinginan anak untuk membeli kelinci, sebaiknya dampingi anak untuk memilih. Hal yang perlu kita ketahui, terutama jika kita membeli kelinci dari tempat pameran maupun di pasar kaget adalah bahwa belum tentu semua kelinci yang dijual tersebut berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Mengingat kelinci kelinci tersebut mungkin baru dipindahkan dari lingkungan aslinya dan tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga untuk menyesuaikan diri. Pilihlah kelinci yang terlihat sehat dan aktif bergerak dengan mata yang hidup dan aktif. Bulu kelinci yang sehat juga terlihat halus dan tidak menggumpal.

Memegang Kelinci

Walaupun telinga kelinci panjang, namun sebaiknya jangan mengajarkan anak untuk mengangkat kelinci dengan cara menarik kedua telinganya. Karena jika kita angkat dengan menarik telinganya, tentulah kelinci akan merasakan kesakitan terutama karena harus menanggung  berat badannya sendiri dan ini dapat mengakibatkan kelinci memberontak dan menendang anak-anak dengan kakinya. Kelinci harus dipegang erat-erat dan hati-hati . Kelinci yang kecil bisa dipegang di bagian pinggangnya dengan  kedua belah tangan, namun untuk menangani kelinci dewasa dimana tendangan kakinya cukup kuat, ajarkan anak untuk memegang tengkuknya dengan tangan kanan, sementara tangan kiri menyangga badannya. Usahakan agar anak mengarahkan kaki kelinci menjauhi badannya agar badan anak tidak mudah kena cakar oleh kaki kelinci.

Kandang Kelinci dan Kebersihannya.

Seperti binatang peliharaan lain, kelinci juga membutuhkan kandang. Kandang kelinci yang praktis dapat dibeli langsung dari pedagang kelinci atau dibikinkan tersendiri setelah berada di rumah. Pilih/buat kandang yang agak besar agar mudah dibersihkan. Minimal seminggu sekali kelinci dikeluarkan dan kandangnya dibersihkan. Jangan lupa menyediakan tempat untuk makan dan minum kelinci.

Makanan & Minum Kelinci.

Kelinci membutuhkan air minum per hari sekitar 100ml/kg berat badannya. Jangan lupa untuk selalu memeriksa tempat minumnya dan   mengisinya tiap kali kosong. Makanan kelinci bisa ditemukan di petshop berupa pellet, atau  bisa juga diberikan sayur mayur kesukaannya seperti kangkung ataupun  wortel secukupnya.

Kelinci sangat peka terhadap panas (temperature yang tinggi) dan lembab. Jangan biarkan anak-anak menjemur meninggalkan kandangnya di terik matahari selepas bermain-main dengan kelincinya.

Dalam kondisi yang baik, rata-rata umur kelinci  adalah  5 – 10 tahun, dengan umur dewasa 4-10 bulan.Jika kita cukup serius, menternakkan kelinci baik untuk keperluan dijual kembali anakannya maupun dijadikan bahan makanan (sate kelinci, bakso kelinci, nugget kelinci, dsb), juga merupakan pilihan usaha yang cukup layak dilirik.

Penyakit  Kelinci

Kebanyakan kelinci peliharaan anak-anak mati karena penanganan yang kurang baik (kurang makan/minum, terpapar matahari dengan panas yang ekstrem). Namun sebagai orangtua kita perlu juga mengetahui beberapa penyakit yang mungkin ditemukan pada kelinci walaupun jarang antara lain adalah Pasteurellosis yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dengan gejala-gejala keluar cairan encer atau nanah dari hidung & mata kelinci. Kelinci yang sakit biasanya batuk dan bersin hingga bisa menular ke kelinci yang sehat. Dalam kondisi yang akut, kelinci sakit tiba-tiba mati. Penyakit lain yang mungkin ditemui adalah Koksidiosis dengan gejala  mencret, nafsu makan hilang dan bulunya kasar. Ada beberapa penyakit kelinci lainnya yang mungkin kita temukan, termasuk juga diantaranya adalah serangan kutu,  tungau dan serangga lainnya yang menyebabkan kelinci menjadi kurus.  Tidak usah khawatir, segeralah bawa kelinci kesayangan anak anda ke dokter hewan terdekat jika melihat kasus ini.

Tips Menghilangkan Sakit Kepala Secara Natural.. Belajar Dari Kura-Kura.

Standard

Saat menonton ulang film kanak-kanak ‘Finding Nemo”,  saya terkesan dengan adegan saat Marlin ayah Nemo dan temannya Dory, dibantu oleh sekawanan penyu laut yang bernama  Crush berenang menuju Sydney. Dari adegan itu, penonton diinformasikan bahwa umur Crush adalah 150 tahun!. Wow!!!. Saya sangat terkesan, bagaimana penyu laut bisa hidup dan berenang melintasi samudra sesehat dan seenergetic itu di usia ke 150? Read the rest of this entry

Purple Colour Therapy From Your Garden – Calming & Relaxing..

Standard

Warna ungu, merupakan salah satu warna yang kita kenal sejak kecil sebagai salah satu warna penting yang menyusun warna pelangi – mejikuhibingu. Warna ungu ini merupakan gelombang yang memiliki ukuran  yang paling pendek jika dibandingkan dengan warna merah misalnya, namun memiliki energy yang paling tinggi. Dalam system pengobatan alami (natural healing) yang menggunakan konsep pengaruh warna (colour therapy), gelombang warna ungu ini dimanfaatkan untuk membantu menyeimbangkan Chakra Mahkota yang  merupakan salah satu dari 7 chakra chakra penting dalam tubuh manusia yang mengatur energy kehidupan manusia. Read the rest of this entry

Green Colour Therapy, The Balancing Colour From Your Garden.

Standard

Sama halnya dengan Aromatherapy yang banyak digunakan pada produk perawatan kosmetika, salon, spa dan sebagainya untuk membantu memberikan pengaruh positive baik secara fisik maupun psikis pada diri kita, Colour therapy pun sesungguhnya telah dikenal selama ribuan tahun untuk membantu memberikan therapy fisik maupun emosional pada manusia. Read the rest of this entry

Perawatan Dasar – Cara Sederhana Merawat Bayi…

Standard

Sebagai seorang wanita yang kebetulan pernah bekerja di bidang perawatan bayi selama bertahun-tahun, saya sering mendapatkan pertanyaan mengenai cara-cara perawatan bayi yang praktis, terutama dari calon-calon ibu yang sebentar lagi melahirkan bayi pertamanya. Banyak yang bingung, produk apa yang sebaiknya digunakan, kapan dan bagaimana menggunakannya. Banyak juga yang concern, jika budget yang dimiliki untuk membali produk perawatan bayi sangat- sangat terbatas, produk mana yang perlu didahulukan mengingat sedemikian banyaknya jenis produk perawatan bayi yang beredar di pasaran. Read the rest of this entry

Memilih Sabun Untuk Memandikan Bayi dan Anak.

Standard

Banyak sekali teman yang bertanya kepada saya, bagaimana sebaiknya kita memilih sabun untuk bayi dan anak. Dengan sedemikian banyaknya jenis dan bentuk sabun yang beredar di pasaran, memang kadang-kadang agak membingungkan. Terutama bagi ibu-ibu. yang pertama kali memiliki bayi. Dalam hal ini saya tidak akan membicarakan merk, karena masalah pemilihan merk merupakan hak para ibu dengan mempertimbangkan banyak hal termasuk diantaranya kepercayaan terhadap merk itu sendiri, harga, ketersediaan di toko terdekat, promosi yang sedang dijalankan, pilihan kandungan dan lain sebagainya. Pembicaraan dalam hal ini akan berfokus pada jenis sabun saja, yakni kapan kita perlu menggunakan sabun batang, sabun cair, sabun dari rambut ke kepala/head to toe dsb.

A. Jenis jenis Sabun.

A.1. Sabun Batang/Bar Soap.

Sabun batang merupakan sabun jenis pertama yang tersedia untuk bayi. Dan terutama di pasar Indonesia, sabun ini masih menempati peringkat pertama dalam hal pemakaian dan penyebaran. Sama halnya dengan sabun untuk orang dewasa/keluarga yang juga pada saat ini di Indonesia masih menempati posisi pertama. Faktor teknologi awal dan harga merupakan penyebab utama, mengapa sabun batang tetap bertahan digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia, walaupun di Negara-negara maju lainnya (bahkan di negara-negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapore, Thailand) – penggunaan sabun batang ini sudah tergeser oleh sabun cair.

Sabun batang bayi diproduksi melalui proses saponifikasi biasa, memiliki pH basa, menghasilkan busa yang cukup dan meninggalkan rasa ‘bersih kesat’  dan tidak licin di kulit yang lebih disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini. Kesukaan terhadap ‘bersih kesat’ ini, sangat erat kaitannya dengan kebiasaan orang dewasa Indonesia yang telah terbiasa menggunakan sabun batang sejak kecil.  Busa yang banyak, sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan tingginya tingkat kebersihan kulit, namun memberikan dampak psikis bagi yang menggunakannya. Sabun yang banyak busa dikesankan oleh banyak ibu, sebagai sabun yang membersihkan dengan lebih baik. Hal ini juga dipicu oleh banyaknya iklan-iklan sabun yang ditonton oleh ibu-ibu di media televisi yang menunjukkan busa yang berlimpah, bahkan terkadang jauh lebih melimpah dari apa yang sebenarnya mungkin terjadi dari sebuah sabun batang.

Sabun batang sangat baik dipertimbangkan untuk pemakaian sehari hari pada bayi, mengingat harganya yang jauh lebih murah. Harga sebuah sabun batang bayi dalam per gram sekitar 40% dari harga per mili dari sebuah sabun cair bayi. Jadi cukup signifikan dari sudut pandang biaya yang harus dikeluarkan oleh para ibu.

Sabun batang bayi juga sangat mudah kita temukan baik di toko toko seperti hypermarket, supermarket, minimarket , apotik, toko obat, toko perlengkapan bayi, kios di pasar hingga toko di pinggir jalan ataupun ruko di perumahan-perumahan di seluruh Indonesia. Jadi kita sebagai ibupun tidak perlu khawatir akan mengalami kesulitan untuk mendapatkannya.

Namun demikian, sabun batang juga memiliki kelemahan yakni bila sudah dibuka, kita harus memperhatikan penyimpanannya. Bila tidak disimpan dengan baik, sabun bisa menjadi terlalu lembek, atau bila dibiarkan di udara kering yang terbuka bisa menjadi terlalu keras dan busanya semakin terasa berkurang. Jadi kita perlu menyimpannya dalam kotak sabun yang benar, yang tertutup untuk menghindari debu dan kekeringan yang berlebihan namun memiliki ventilasi di bawahnya untuk menjaga agar sabun tidak tergenang air.

Pilihlah sabun bayi berukuran kecil ( 70 -80gram), mengingat bahwa tubuh bayi yang kecil hanya perlu menggunakan sedikit sabun. Sabun bayi berukuran kecil tentunya akan lebih cepat habis dan bisa kita gantikan dengan sabun yang baru yang lebih segar kembali. Sabun yang baru dibuka dari bungkusnya akan selalu memberikan kesegaran yang lebih baik dibandingkan dengan sabun yang telah terlalu lama dibuka. Pembelian sabun juga sebaiknya disesuaikan dengan besar genggaman tangan ibu. Sabun yang terlalu besar atau terlalu kecil, akan kurang nyaman saat dipakai dan lebih mudah tergelincir ke lantai saat kita memandikan bayi.

A. 2.  Sabun Cair.

Mengingat bahwa sabun cair bayi umumnya 2.5 x lebih mahal dari sabun batang bayi, beberapa teman ada juga yang bertanya, “ ..lalu untuk apa kita menggunakan sbun cair jika lebih mahal?”. Sabun cair tetap kita butuhkan walaupun kita telah menggunakan sabun batang. Minimal untuk keperluan jika kita bepergian  beberapa hari dengan membawa bayi. Jika kita bepergian, membawa sabun batang yang mudah lembek dan repot penyimpanannya bukanlah merupakan ide yang lebih baik dari membawa sebotol sabun cair berpenutup yang praktis. Kita hanya perlu memastikan botolnya tertutup rapat agar tak mudah tumpah.

Sabun bayi cair juga terlihat lebih modern, lebih hygienis dan lebih trendy. Kebanyakan pasangan muda di kota-kota besar belakangan ini mulai lebih memilih sabun cair untuk memandikan bayi/anaknya dengan pertimbangan lebih praktis selain juga karena faktor diatas tadi. Tampilan sabun cair bayi/anak di dalam botol terlihat lebih cantik dan mewah.

Sabun mandi cair bayi/anak, kebanyakan menggunakan bahan surfactant bukan sabun untuk menghasilkan stabilitas produk yang lebih baik. Secara umum, sabun cair memberikan busa yang lebih berlimpah dibandingkan dengan sabun biasa dan umumnya pula jika ia mengandung fragrance, maka wangi yang ditinggalkannya akan jauh lebih tetangkap indera penciuman kita dibandingkan dengan sabun batang bayi.  Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa semakin hari semakin banyak ibu yang memilih sabun cair. Produsen bisa mengatur tingkat keasaman sabun cair agar lebih sesuai dengan kondisi kulit bayi, sehingga saat inipun kita bisa temukan sabun cair dengan pH balance/seimbang dengan kulit.

Namun demikian, sabun cair bayi selain memiliki harga yang lebih mahal juga meninggalkan kesan “masih licin’ di kulit jika dibandingkan dengan sabun batang yang agak kurang disukai di daerah tropis. Kesan ‘masih licin’ itu sebenarnya hanya perasaan di kulit saja bagi yang sudah biasa menggunakan sabun batang yang kesat, namun dari sisi fungsi, tidak ada kaitannya dengan tingkat kemampuan sabun cair itu dalam membersihkan kulit. Sabun cair membersihkan kulit sama baiknya dengan sabun batang.

Kita bisa memilih ukuran sabun cair di toko yang terdekat. Untuk keperluan travelling 2- 3 hari pilihlah sabun cair bayi dengan ukuran kecil 50ml – 100ml. Jika kebetulan anda lebih memilih untuk menggunakan sabun cair untuk membersihkan bayi dan anak anda setiap hari, maka pilihan ukuran yang lebih besar (200ml – 750ml) akan memberikan keuntungan harga per mili yang lebih baik jika dibandingkan dengan ukuran kecil. Untuk pemakaian jangka panjang & berulang, kita juga bisa memilih kemasan isi ulang/refill yang biasanya dikemas dalam pouch/doy pack yang jauh lebih ekonomis.

Secara umum, ukuran sabun cair yang lebih besar akan lebih mudah ditemukan di modern market (hypermarket, supermarket, minimarket), sedangkan ukuran yang lebih kecil lebih mudah ditemukan di minimarket dan toko-toko pinggir jalan/pasar.

A. 3.  Head To Toe/Hair & Body Wash/ Sabun Cair untuk badan & rambut.

Banyak ibu-ibu yang menanyakan kapan sebaiknya kita menggunakan Head To Toe atau yang dikenal juga dengan nama Hair & Body Wash untuk bayi kita.

Head To Toe dari namanya kita tahu bahwa sabun jenis ini digunakan untuk tubuh bayi dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Jadi fungsinya adalah menggantikan sekaligus fungsi sabun untuk membersihkan badan dan fungsi shampoo untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Produk ini sangat sesuai digunakan untuk pekerjaan perawatan bayi yang membutuhkan sisi kepraktisan yang sangat tinggi. Sebagai contoh misalnya untuk ibu yang baru pertama kali melahirkan & belum terbiasa memandikan bayi. Umumnya memandikan bayi merupakan saat yang menegangkan sekali (belum bisa memegang bayi dengan benar, leher bayi masih lemah, takut licin, khawatir bayi tergelincir saat dimandikan, dsb). Yang diperlukan pada saat ini adalah bagaimana bisa memandikan bayi dalam waktu yang singkat dan selamat. Maka, dibandingkan dengan harus menggunakan 2 produk (– sabun dulu untuk memandikan badan bayi, lalu ganti lagi dengan shampoo untuk membersihkan rambut & kulit kepala bayi) tentu jauh lebih praktis menggunakan Head To Toe, yang sekali dituangkan ke telapak tangan bisa digunakan untuk membersihkan baik tubuh maupun rambut bayi sekaligus.

Demikian juga bila akan bepergian. Head To Toe juga bisa menjadi pilihan yang tepat, karena tak perlu lagi membawa 2 jenis produk perawatan bayi (sabun dan shampoo) di dalam tas. Cukup satu produk. Head To Toe!.

Lalu mengapa kita gunakan Head To Toe  untuk seterusnya? Sebenarnya jawabannya adalah ‘Ibu boleh saja menggunakan Head To Toe seterusnya untuk menggantikan sabun & shampoo, namun umumnya baik Sabun maupun Shampoo bayi memang telah dirancang dengan keperluannya masing-masing. Sebagai contoh saja, jika kita bisa mendapatkan Shampoo bayi dengan kandungan kemiri untuk membantu menjaga rambut bayi tampak hitam dan lebih lebat, tentu bahan kemiri yang sama tidak akan kita temukan pada Head To Toe yang akan digunakan hanya untuk rambut saja, tapi juga untuk badan. Jadi keistimewaan seperti inilah yang tidak akan kita dapatkan pada Head To toe. Karena Head To Toe sifatnya lebih general, sedangkan sabun dan shampoo sifatnya lebih khusus.

B. Pilihan Wangi & Kandungan Pada Sabun Bayi/Anak.

Karena jenis sabun batang untuk bayi yang beredar di pasaran cukup banyak, banyak juga yang bertanya kepada saya , bagaimana cara  memilihnya?. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, memilih adalah urusan selera, tingkat kepercayaan, harga, ketersedian, promosi dsb.

B.1. Pilihan Wangi

Wangi yang tersedia cukup bervariasi, mulai yang wangi bunga-bungaan (floral), buah-buahan (fruity), campuran bunga-buah (floral –fruity), wangi mirip bedak bayi secara umum (powdery) dsb. Bisa juga meruapakan campuran. Satu jenis wangipun bisa berbeda beda. Wangi floral misalnya, ada yang floralnya mengingatkan kita akan bunga mawar, ada yang mirip bunga, aggrek,  melati, campuran bunga-bunga, dsb. Semuanya adalah soal selera. Tingkat kesukaan pada wangipun berbeda pada setiap orang. Ibu –ibu Asia umumnya lebih menyukai wangi sabun yang lebih kuat, walaupun sebenarnya sebagai ibu kita juga perlu mengetahui bahwa wangi yang kuat bukan memberikan jaminan bahwa produk itu adalah yang terbaik buat bayi/anak kita. Beberapa ahli menyarankan penggunaan parfume yang minimal pada produk perawatan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir untuk menghindarkan  iritasi pada kulit bayi yang peka. Namun demikian, kita masih tetap menggunakan produk-produk perawatan bayi yang menggunakan parfum yang ringan, karena umumnya pemilihan parfum pada produk perawatan bayi juga dilakukan dengan jauh lebih hati-hati, dan banyak diantaranya melalui uji klinis serta pengembangan dengan meniadakan atau meminimalkan element-element fragrance yang bisa membuat allergi & iritasi pada kulit bayi.

B.2. Kandungan

Banyak kandungan yang disebutkan ada dalam sabun bayi, mulai dari ekstrak tanaman alami yang bersifat menguntungkan bagi kulit  hingga susu dan vitamin. Mana yang lebih baik?  Pilihlah sesuai dengan apa yang ibu percaya dan yakini serta butuhkan. Karena untuk menentukan kandungan apa yang akan ditambahkan pada sabun bayi, biasanya pihak produsen telah melakukan proses riset dan pengembangan produk yang cukup panjang. Mereka tentu punya kelebihan masing-masing dan berusaha menjelaskan keunggulannya melalui berbagai media (misalnya pada kemasan, brosur, iklan, lewat tenaga penjual (SPG) dsb)

Jika ibu secara umum lebih yakin akan penggunaan bahan –bahan alam, ibu bisa memilih sabun bayi yang mengandung ekstrak bahan alami. Demikian juga misalnya bila ibu type yang lebih ilmiah, lebih memilih kandungan-kandungan yang secara ilmiah lebih dikenal misalnya vitamin, ibu juga bisa mengambil keputusan untuk memilihnya.

Namun yang paling penting harus ibu ingat adalah fungsi utamanya sebagai produk untuk membersihkan kulit bayi. Yang lain-lain itu hanyalah tambahan sifatnya.

C. Sabun Bayi vs Sabun Dewasa vs Sabun Anak.

Sekarang tiba pada pertanyaan “ Apakah saya boleh menggunakan sabun orang dewasa untuk bayi dan anak saya?” Jawaban sebenarnya adalah boleh –boleh saja. Dalam artian, fungsi pembersihan pada sabun bayi tetap akan bisa ibu dapatkan pada sabun dewasa jika ibu menggunakannya pada bayi/anak ibu. Nah, jadi ibu tidak perlu panik jika tidak berhasil mendapatkan sabun khusus bayi untuk putra ibu. Lalu mengapa kita harus membeli sabun bayi atau sabun anak secara khusus?

Perbedaannya adalah terletak dalam proses pengembangannya. Sabun bayi umumnya dikembangkan oleh para produsen produk perawatan bayi melalui riset khusus yang melibatkan ibu-ibu yang memiliki bayi, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan ibu akan perawatan kulit bayinya, pengetahuan ilmiah mengenai perbedaan kulit bayi dibanding kulit orang dewasa dan sebagainya. Sehingga misalnya saya ambil contoh gampangnya, pada produk sabun bayi, secara umum kita tidak  menemukan bahan untuk pemutihan kulit yang banyak kita temukan pada sabun dewasa, karena memang memutihkan kulit bukanlah kebutuhan pada perawatan kulit bayi. Contoh yang lain adalah fragrance. Fragrance pada sabun bayi umumnya tidak memiliki wangi sekuat wangi sabun dewasa, karena beberapa component fragrance yang menimbulakn bau kuat dan wanginya enak, diketahui tidak cukup aman bagi bayi – sehingga bahan-bahan itupun telah dibuang dari fragrance yang digunakan pada sabun bayi. Walhasil, wangi sabun bayi menjadi tidak seenak & sekuat sabun dewasa, namun jauh lebih aman.

Dari pemaparan saya di atas, bisa kita ringkas bahwa sabun dewasa tetap bisa digunakan untuk memandikan bayi jika kebetulan kita sedang tidak memiliki sabun bayi, namun akan lebih baik jika para ibu menggunakan sabun yang memang dikembangkan khusus untuk membersihkan kulit bayi.

Bagaimana dengan sabun anak? Sabun anak dikembangkan melalui riset yang serupa dengan pengembangan sabun bayi, yakni dengan mempertimbangkan kebutuhan ibunya plus kesukaan anaknya. Penggunaan warna yang cerah, design yang meriah dan fragrance yang berbau buah-buahan sangat menonjol pada sabun anak-anak. Dari sisi fungsi tidak ada masalah jika sabun anak-anak ini juga digunakan pada bayi (0-5 tahun), atau sebaliknya anak-anak (3-12 tahun) menggunakan sabun bayi. Namun kembali lagi dari sisi pengembangan , jika kita memang memiliki dana yang cukup dan tersedia di tempat kita berbelanja sehari-hari, mengapa tidak kita pilih sabun yang memang dikembangkan khusus sesuai dengan kebutuhan perawatan kulit khusus untuk bayi dan anak-anak.

Cara Membuat Packaging Design Brief, Langkah Demi Langkah.

Standard

Banyak para pemasar, terutama yang pemula memahami apa yang ingin disampaikan dalam melakukan brief terhadap Designer/Agency, namun bingung bagaiaman cara menuangkannya dalam bentuk brief yang tertulis agar mendapatkan hasil yang baik.

Berikut adalah cara membuat Design Brief, langkah demi langkah agar kita mendapatkan hasil kreatif yang terbaik dan tidak perlu banyak bolak balik minta revisi kepada designer hanya gara-gara designer tidak memahami apa yang ingin kita dapatkan:

1. TITTLE

Tuliskan judul dari Design Brief kita. Judul bisa mengandung nama brand/nama project serta  highlight dari objective utama kita. Misalnya

PROJECT HULLA BULLA – PACKAGING DESIGN BRIEF

Mempermodern tampilan Brand X

Jangan lupa membubuhkan identitas brand kita, agar setiap orang selalu mengingatnya.

2. PROJECT SCOPE

Tuliskan Scope Pekerjaan yang harus dilakukan sebagai akibat dari brief ini. Pikirkan dengan baik, sejauh mana kita membutuhkan bantuan Graphic Designer. Misalnya, apakah kita hanya membutuhkan Design Grafis Kemasan saja (untuk 2 dimensi, seperti  misalnya label, print dsb), ataukah termasuk juga Design Struktur Kemasan (botol baru,d sb), apakah hanya akan diaplikasikan pada satu jenis produk saja, atau akan diaplikasikan juga pada portfolio kita yang lain.

Contoh isi Project Scope:

Untuk membuat identitas visual dari Brand X, baik design structural maupun grafikal untuk produk-produk A, B, C, D.

3. OBJECTIVES

Tuliskan tujuan dari kita membuat design. Karena tujuan pembuatan design berbeda beda, tentu cara mengisi Objectives inpun berbeda beda sesuai dengan kebutuhan brand.

Contoh isi Objectives:

  • Untuk membuat tampilan Brand  X menjadi lebih modern.
  • Meningkatkan image brand yang selama ini dianggap sebagai merk kelas menengah ke bawah agar lebih menarik bagi golongan kelas menengah  ke atas.
  • Mengembangkan komunikasi variant yang jelas
  • Dsb

4. BRAND PROPOSITION

  • Tuliskan Brand Proposition kita. Setiap brand tentunya telah memiliki proposition yang telah disepakati.

5. BRAND VISION

  • Tuliskan  Brand Vision kita yang tentunya secara internal juga telah disepakati.

6. BACKGROUND

  • Tuliskan  sedikit mengenai latar belakang brand kita, brand kita bergerak di bidang apa, bagaiaman situasinya di pasar saat ini, ulas mengenai keadaan kemasan yang sekarang.
  • Misalnya:

“Brand X telah berada di pasaran Indonesia dalam 3 tahun terakhir ini. Saat ini Brand X menempati urutan ke 3 denganpencapaian share (misalnya  20%). Sejak diluncurkan 3 tahun yang lalu brand ini belum pernah melakukan penggantian kemasan. Walaupun hingga saat ini, brand terus bertumbuh secara signifikan, namun pembaruan design ‘refreshment’ terhadap tampilan kemasannya yang dinilai telah ketinggalan jaman oleh konsumen tetap perlu dilakukan “

  • Tambahkan informasi mengenai  konsep dari brand, propositioning, portfolio dan variant strategy.

7. TARGET MARKET

Tuliskan  target market brand kita, misalnya apakah para ibu-ibu, atau apakah teenager, dsb.  Kisaran umurnya berapa, domisilinya dimana, tingkah lakunya bagaimana , dsb. Ini gunanya untuk membantu designer memahami siapa yang akan melihat produknya dan untuk siapa digunakannya, sehingga ia bisa membantu membuatkan design yang karakternya lebih sesuai dengan target market kita, guna lebih banyak lagi menarik minat beli mereka. Misalnya – untuk kemasan yang ditargetkan bagi remaja, tentu design harus dibuat lebih dynamis, mengikuti gaya hidup, keren dan terlihat muda, sedangkan jika target marketnya untuk bayi/ibu yang punya bayi tentu desainnya harus terlihat aman, bersih, ‘baby banget’, menyenangkan dsb.  Tentunya ini juga akan dijadikan acuan dalam pemilihan warna, element design dan bahkan jenis font yang akan dipakai dalam kemasan nantinya.

8. PRICING

Tuliskan  strategy/kondisi harga brand kita secara umum jika dibandingkan dengan pesaing utama.  Misalnya 5% di bawah .

Ini perlu untuk  membantu designer kita memahami kondisi persaingan  dipasaran dan membantunya untuk lebih focus terutama dalamberusaha menciptakan design  yang misalnya mampu mengalahkan brand- brand di sekitarnya dengan harga serupa (tentunya  sesuai dengan arahan kita).

9. DESIGN GUIDELINES

Berikan guidelines atau arahan yang jelas bagi design yang kita inginkan. Misalnya apabila kita ingin membuat design baru sebuah brand yang lama di pasaran, tuliskan bahwa barangkali ada hal hal yang tidak boleh dikutak-katik dalam design kemasan yang ada sekarang  misalnya: element-element yang bernilai sakral bagi brand jika ada, seperti misalnya bentuk logo, font type, warna logo dsb; atau mungkin ada element element grafis dalam kemasan yang setelah melalui Packaging Design Research sebelumnya ternyata merupakan element yang sangat supportive dalam menunjuang image brand, atau element yang paling diingat oleh konsumen dan berkaitan erat dengan brand kita.

Designer juga perlu dijelaskan sejauh mana ia boleh berkreasi dengan designnya untuk brand kita dan itu tergantung dari kondisi brand yang kita tangani.  Extremnya begini  – mungkin kita bisa memberi  arahan untuk membuat design yang sangat “revolusioner”, design yang  sangat sangat jauh berbeda dengan design brand kita yang ada sekarang – misalnya jika kita merasa design kita yang sekarang sudah sangat out of date, jadul banget dan kelas rendahan, serta tidak ada satupun element design itu yang bisa dan perlu kita pertahankan,  sehingga kita ingin  design baru ini terlihat beda banget , totally different dengan design kita sebelumnya. Re-born! Begitulah istilahnya, karena brand ini mungkin perlu kita lahirkan ulang dengan konsep, propposition, formula maupun kemasan yang baru. Namum mungkin juga kita tidak mau se-ekstreem itu. Mungkin kita hanya mau melakukan sedikit perubahan agar terlihat lebih modern, ngikutin jaman. Lebih segar dsb karena barangkali brand kita sekarang tampak tua, kuyu dan cape karena telah terlalu lama berjalan dengan design yang sekarang, namun toh telah menghasilakn rupiah yang cukup besar dan memiliki pelanggan setia. Untuk itu kita mungkin ingin design baru yang mana konsumen masih tetap tahu “ Oh.. itu Brand X dalam kemasan baru” jika melihat produk kita dalam kemasan yang baru dipajang di toko.

Tuliskan pula disini mengenai “consumers background” dari tiap kemasan yang akan diredesign berkaitan dengan hal-hal yang diingat, yang dirasa bersifat supportive, yang bersifat netral, element yang perlu ada sebagai tambahan penting  atau bahkan  element yang bersifat merusak dan tidak mendukung image brandpun perlu kita beri tahu.

10. PACKAGING STRUCTURE INFORMATION

Tuliskan  informasi mengenai  struktur kemasan – idealnya  untuk  mengisi bagian ini, kita mendapatkan  bantuan dari ahli kita di perusahaan (department teknis yang menangani kemasan/Packaging  R&D atau Technical Development Engineer) antara lain mengenai format kemasan, technical requirement (weight, brimful volume, wall thickness, dimension, cap structure, dsb), efisiensi produksi, material, functionality & practicality, labeling dsb.

Ini terutama penting jika kita ingin membuat Design Struktur juga ,selain Design Grafis.

11. TIMING

Berikan arahan waktu yang jelas, kapan kita membutuhkan design ini. Lebih baik lagi apabila kita sudah melengkapi dengan jadwal langkah langkah berikutnya seperti misalnya  kapan kita akan test ke konsumen, kapan akan kita register, kapan akan kita bawa ke printer.  Dengan demikian Designer kita akan mampu mengerjakan sesuai dengan waktu yang kita harapkan.

12. OTHER CONSIDERATION

Ini kita isi apabila kita merasa masih  ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan dan diketahui oleh designer, misalnya jika kita melakukan brief terhadap pihak ke-3, mungkin kita perlu menceritakan proses  approval dari pembuatan design ini, untuk menghindarkan kesalahpaman dengan designer serta mendapatkan dukungan  saat proses approval memakan waktu yang cukup panjang.

13. COST

Ini merupakan pilihan. Kita bisa mengisi atau tidak bagian yang ini, tergantung dari keperluan kita dan tingkat pengetahuan kita akan harga pasar.  Penulisan budget memberikan gambaran bagi agency berapa makimal cost yang boleh ia tawarkan, apakah ia masih sanggup bekerja dengan budget yang kita sebutkan atau  tidak. Ini penting bagi kita untuk selalu menjaga agar jangan sampai over-budget. Kelemahannya adalah apabila kita tidak tahu harga pasaran dari sebuah design, mungkin kita akan khawatir apakah  budget yang kita sebutkan terlalu mahal sehingga kita membeli  design dengan harga yang terlalu tinggi, atau malah kerendahan sehingga tidak ada designer yang mau mengerjakannya, ataupun kalau ada yang mau adalah designer yang buruk. Tentu tdak baik juga bagi brand kita.

Hal yang paling mudah tentunya apabila kita bekerja dengan Internal Designer, karena kita tidak perlu lagi khawatir akan cost, karena semuanya telah dibayar perusahaan lewat gajinya. Walau internal desgnerpun sesungguhnya memiliki kelemahan tersendiri juga.

14. KEY NEXT STEP

Tuliskan langkah berikutnya yang sangat menentukan  dan berpengaruh terhadap pelaksanaan proyek secara keseluruhan apabila terlambat dilaksanakan.

Demikian langkah-langkah yang bisa kita lakukan dalam penulisan Packaging Design Brief, setelah semuanya diisi dengan lengkap, pastikan team terkait (misalnya Packaging Technical Engineer atau atasan kita ) ikut memeriksa  & menyetujui apa yang kita tuliskan dalam brief. Setelah semuanya setuju, jangan lupa membubuhkan tanda tangan dan memberikan tanggal untuk menghindarkan kesulitan di masa yang akan datang.

Idealnya kita memanggil Design Agency/Graphic Designer, agar  bisa  kita brief secara langsung face-to face. Ini penting untuk mendapatkan pemahaman bersama dan menghindarkan kesalahpahaman, karena dengan mengundang mereka dalam brief face to face, memungkinkan terbukanya peluang diskusi dan tanya jawab.  Untuk memudahkan, ada baiknya Brief kita kirimkan lewat e-mail sehingga Agency/designer telah sempat membaca dan memikirkan hal-hal yang barangkali ingin ditanyakannya dalam session briefing.

Hal lain yang juga penting adalah mengingatkan tingkat kerahasian dokumen kita di depan, untuk menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan. Agency yang menerima brief kita sebaiknya kita minta secara tertulis untuk menjaga kerahasiaan proyek  ini.

Jika brief ditujukan untuk proses ‘pitching’ sebaiknya jangan menuliskan hal-hal yang terlalu detail ataupun bersifat rahasia berkenaan strategy pemasaran kita. Di luar itu kiat masih tetap menuliskannya.