Tips: Kiat Memanfaatkan THR Untuk Investasi Emas

Gallery

Hari Raya Idul Firi.  Selain karena nilai religi-nya, bagi sebagian orang yang beruntung, hari raya yang hadirnya setahun sekali ini juga sangat ditunggu-tunggu karena menjelang hari besar ini, para karyawan juga umumnya menerima THR dari perusahaan tempatnya bekerja.

Bermacam-macam cara orang memanfaatkan THR. Banyak diantaranya yang memanfaatkannya untuk mudik, untuk membeli barang –barang, untuk membiayai pesta hari raya bersama keluarga besar, dsb, namun sebagian lain ada juga yang memanfaatkannya untuk membeli emas baik untuk keperluan investasi maupun menghias diri. Pilihan yang terakhir merupakan salah satu cara yang menguntungkan mengingat hingga saat ini, nilai jual emas per gramnya selalu meningkat dengan tajam dari tahun ke tahun.

Sebelum memutuskan untuk membeli emas, ada baiknya kita perhatikan beberapa hal sbb:
1. Tetapkan Tujuan dari Membeli Emas. Sejak awal kita mesti jelas, apakah tujuan kita dalam membeli emas? Apakah murni untuk investasi, ataukah untuk memperindah diri.

2. Jika murni untuk investasi, maka sebaiknya kita membeli emas dalam bentuk Logam Mulia (emas murni 24 K). Keuntungan dari membeli emas dalam bentuk LM ini adalah nilainya yang lebih pasti dan nyaris bebas ongkos (tidak ada ongkos produksi/design, namun kadang-kadang terkena ongkos transportasi tergantung lokasi kita membeli). Namun ingat, kekurangannya adalah investasi ini tidak bisa sekaligus kita manfaatkan untuk dipergunakan sebagai perhiasan sehari hari.

Pada saat ini, Logam Mulia dengan mudah kita temukan di pasaran dalam berbagai ukuran mulai dari 1g, 2g, 2.5g, 3g, 4g, 5g, 10g, 25g, 50g, 100g, 1kg. Kita tinggal menyesuaikan dengan ketersediaan dana kita. Banyak ibu rumah tangga yang menyisihkan belanja harian dapurnya sedikit demi sedkit kemudian memanfaatkannya dengan membeli LM dalam gram yang kecil pada awal bulan. Se-gram demi se-gram, lama lama merupakan tabungan yang lumayan juga untuk menutupi apabila tiba-tiba terjadi kebutuhan biaya yang tak terduga. LM sangat mudah untuk diuangkan kembali.

3. Jika kita lebih ingin memanfaatkan emas ini untuk dipergunakan saat hari raya maupun untuk sehari-hari dan sekaligus sambil berinvestasi, maka pilihan terbaiknya adalah membeli perhiasan emas. Keuntungannya sudah jelas, bisa kita manfaatkan untuk dipergunakan setiap hari dan masih tetap bernilai jual tinggi, namun kekurangannya dalam membeli perhiasan ini kita masih harus menanggung ongkos bikin yang bervariasi besarannya, berdasarkan design & tingkat kesulitannya, karat serta tergantung hasil negosiasi dengan pihak toko.

Faktor utama yang sangat penting dalam menilai dan membeli perhiasan emas adalah kadar dari emas yang dipergunakan pada perhiasan itu. Kadar atau karat emas yang dipergunakan dalam sebuah perhiasan sangat beragam, mulai dari 24K, 22K, 18K, 14K dsb. Pilihan kadar ini sangat ditentukan oleh design, daya beli dan kultur budaya atau kebiasaan di suatu tempat. Sebagai contoh, di India biasanya perhiasan emas adalah 22K, di Arab Saudi lebih disukai yang 21K, sedangkan di beberapa Negara Eropa lebih disukai dengan kadar 18 K. Untuk di Indonesia, juga terjadi hal yang beragam. Kebanyakan kota-kota di luar Jabodetabek masih menggunakan kadar 22K untuk perhiasan, namun untuk di Jakarta dan sekitarnya, terutama wilayah pinggiran, kadar emas perhiasan sudah mulai bergeser ke 18 -17K (750 -700), 14-12 K (580-500), 10K (420) bahkan cukup banyak juga yang lebih rendah dari 14K msalnya 330. Namun demikian, perhiasan emas 22K masih bisa kita temukan di cukup banyak tempat di Jakarta. Kita bebas memilih kadar sesuai dengan daya beli kita. Sebaiknya dalam membeli kita mesti benar-benar memperhatikan dan mendiskusikannya dengan pihak toko. Apabila perlu, kita bisa minta pengujian kembali. Emas dengan kadar 24K jarang dijadikan perhiasan karena sangat lembut dan mudah patah. Sifat ini terutama tidak memungkinkan jika digunakan sebagai penyangga permata mahal misalnya berlian. Baik emas berkada tinggi maupun rendah tetap dapat kita jual kembali, terutamanya apabila kita menunjukkan surat bukti pembelian dari toko tersebut.

Selain kadar, kita juga perlu memperhatikan model perhiasan. Diskusikan dengan pihak toko mengenai trend dan model perhiasan yang terakhir agar penampilan kita juga up to date. Ingat juga bahwa pillihan model meruapakan refleksi pilihan pribadi kita.

Model yang dipilih juga perlu mempertimbangkan untuk acara apa perhiasan itu kita pakai? Apakah untuk pesta, yang tentunya membutuhkan design yang lebih “wah!” dan glamour, atau untuk busana sehari-hari dengan design yang lebih praktis dan sederhana. Perhatikan juga kebiasaan dan aktifitas kita. Apabila setiap harinya kita melakukan pekerjaan rumah tangga, sebaiknya hindarkan perhiasan seperti cincin berpermata yang sangat rentan ‘nyangkut’ sehingga permatanya lepas. Cincin polos tanpa mata merupakan pilihan yang lebih tepat.

Hal lain yang masih perlu dipertimbangkan adalah bentuk fisik diri kita sendiri sebagai ‘gantungan’ dari perhiasan itu. Sesuaikan pilihan kita dengan model rambut, bentuk wajah, bentuk badan, panjang leher, ukuran jari, pergelangan tangan dsb., agar sesuai dan tidak terlihat ‘maksa’.

One response »

  1. Pingback: Permata Baiduri Bulan, Seteduh Sinar Rembulan. « nimadesriandani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s