Cara sederhana Mengevaluasi Design Kemasan Brand Yang Sedang Aktif.

Gallery

Ketika kita ditunjuk oleh perusahaan untuk menangani suatu produk/brand yang sedang berjalan, tentunya banyak hal yang harus kita lakukan guna meningkatkan kinerja dari produk/brand tersebut.  Pekerjaan ini tentunya bukan sesuatu yang mudah. Namun apabila kita lakukan dengan cukup hati-hati dan terencana,  diharapkan bukan hanya membuat kita mampu mempertahankan kinerja brand tersebut , namun juga mampu meningkatkan pertumbuhan & market share yang lebih baik.

Memetakan element-element pemasaran dari produk tersebut, setidaknya akan membantu meringankan langkah-langkah kita dalam menanganinya. Selain faktor  distribusi, harga dan promosi, faktor produk juga merupakan salah satu hal yang perlu kita perhatikan. Seperti kita ketahui, produk secara umum terdiri atas produk itu sendiri (formula) dan kemasannya. Sedangkan kemasan sendiri terdiri atas material kemasan itu sendiri (bahan, ukuran, spesifikasi) serta designnya (struktural & grafikal).

Design kemasan dan peranannya dalam pemasaran.

Sudah merupakan pengetahuan setiap pemasar bahwa dewasa ini fungsi kemasan yang mulanya hanya sebagai “wadah produk yang akan kita jual” sekarang telah beralih menjadi sebagai “alat jual produk yang ada di dalamnya”. Kemudian, design kemasan yang tadinya hanya sekedar berfungsi sebagai alat identifikasi brand dan alat bantu konsumen dalam memilih, sekarang berubah menjadi  alat untuk membangun kepercayaan terhadap apa yang kita tawarkan baik secara fungsional maupun  secara emosional serta sebagai alat untuk membangun image merk yang kita tangani.

Dengan demikian maka bisa kita pahami mengapa ada orang yang mengatakan bahwa design kemasan merupakan alat pemasaran ampuh yang tidak pernah tidur, karena dengan mengoptimalkannya kita bisa memicu pembelian terhadap produk/brand kita.

Untuk melakukan perubahan design kemasan produk yang sudah kuat di pasaran dan telah memiliki konsumen yang loyal, maka kita perlu lakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak hubungan antara merk dengan konsumen yang telah terbentuk sebelumnya.

Mengevaluasi design kemasan.

Untuk mengevaluasi design, tentunya yang paling ideal dilakukan adalah melalui research terhadap konsumen dengan memaanfaatkan jasa  Research Agency yang professional. Namun apabila kita tidak  cukup beruntung  dibekali budget yang memadai untuk melakukan proper research seperti yang seharusnya dilakukan, maka  mau tidak mau  kita perlu melakukan evaluasi sendiri , atau survey kecil-kecilan dengan memanfaatkan sumber –sumber internal dan sekitarnya dengan sebaik-baiknya.

Berikut adalah hal-hal penting yang perlu kita brief kepada research agency (jika kita punya dana yang cukup untuk melakukan research) ataupun kita masukkan ke dalam daftar eksplorasi (jika kita dalam keadaan tidak punya budget & memutuskan untuk melakukan survey kecil-kecilan sendiri).

Mengevaluasi design kemasan dari produk/brand yang sedang berjalan bisa kita lakukan dengan mengevaluasi design kemasan produk kita, design produk pesaing dan membandingkannya.

Langkah langkah dalam mengevaluasi Design Kemasan:

1. Mencari tahu mengenai ingatan ( recall)  konsumen terhadap design produk/merk kita.

Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar  design kemasan kita menarik hati dan tersimpan dalam ingatan konsumen.

Cara praktisnya adalah dengan meminta konsumen untuk menggambarkan kemasan produk/merk kita dan kemasan pesaing lainnya dengan sebaik-baiknya yang bisa mereka lakukan secara spontan:

a.       Kita mungkin menemukan, sebagian konsumen mampu menggambarkan bentuk kemasan produk kita dan pesaing (botol, pot, box, cap, dsb) dengan baik, namun mungkin juga menemukan bahwa sebagian besar konsumen ternyata tak mampu mengingat bentuknya dengan baik. Atau bahkan ada konsumen yang menggambar kemasan kita tertukar dengan kemasan merk pesaing.

b.      Konsumen juga mungkin ada yang salah menuliskan nama merk kita (misalnya kurang menuliskan huruf S atau kelebihan huruf dsb).

c.       Element detail misalnya variant, icon variant,  icon formula dsb juga merupakan hal-hal  yang mungkin diingat oleh sebagian konsumen, sementara konsumen lainnya tidak ingat sama sekali. Mungkin ada sebagian konsumen dengan telak mampu menuliskan nama variantnya dengan benar, namun banyak juga yang mengingat variant hanya dari kode warnanya saja. Demikian juga dengan claim utama.

Dari hal-hal tersebut di atas kita bisa tahu seberapa kuat design kemasan kita telah menancap dalam ingatan konsumen. Semakin banyak orang yang mampu mengingat design kemasan kita dengan baik secara spontan, maka semakin kuat design kemasan tersebut telah menarik perhatian konsumen.

2. Mencari tahu mengenai reaksi positive maupun negative terhadap struktur kemasan produk kita.

Tujuannya adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan serta image brand kita di mata konsumen yang diakibatkan oleh  design kemasan. Komentar konsumen mungkin bermacam macam, dari hal-hal yang sudah kita tahu hingga hal-hal yang tak terduga sebelumnya. Sebagai contoh misalnya mungkin kemasan kita dianggap berkesan ‘plastik banget, low profile, gendut sekali, old fashion, dsb yang mengarah lebih banyak ke negative, sementara udesign kemasan pesaing dianggap lebih modern, lebih professional, lebih ceria, lebih lucu,  dsb yang mengarah ke positive. Atau sebaliknya.

3. Mencari tahu pendapat konsumen mengenai element-element dalam design yang memegang peranan penting dalam pemasaran merk.

Dalam hal ini yang perlu kita ketahui adalah  peranan masing masing element design kemasan dalam membangun tugasnya sebagai ‘duta’ perdagangan, sehingga kita tahu element element mana saja yang perlu  kita pertahankan, kita perkuat, kita hilangkan karena tak ada gunanya dsb.

a.       Element mana dari design yang paling diingat konsumen.

b.      Element mana dari design yang membuat konsumen jadi ingat akan merk kita serta secara positive dilihat oleh konsumen dapat membantu meningkatkan image dari merk kita.

c.       Element mana dari design kemasan yang membuat konsumen merasa keberadaannya tidak terlalu berguna. Tidak ada juga tidak mempengaruhi kesan konsumen.

d.      Element mana yang dirasa konsumen seharusnya ada dalam kemasan, namun saat ini konsumen tidak melihatnya ada.

e.      Element mana yang dirasa mengganggu dan bersifat destruktif terhadap brand.

4. Mencari tahu pendapat konsumen mengenai arti logo brand baik dalam bentuk verbal maupun visual.

Konsumen sering mengasosiasikan bentuk, warna dan design logo dengan hal-hal tertentu. Terlebih karena design ini berkaitan erat dengan nama brand yang sudah dikenal di pasaran cukup lama dan memiliki ikatan emosional tertentu dengan konsumen. Kita perlu mengetahui apa yang diasosiasikan konsumen mengenai nama brand , bentuk & design logo kita. Jangan sampai misalnya untuk sebuah brand perawatan bayi, hanya karena designnya kita diasosiasikan sebagai brand yang macho, sangar dsb, dan sebaliknya untuk brand pakaian pria  kita diasosiasikan sebagai  lembut dan feminine.

5.       Mencari tahu dampak apabila element penting dalam design kemasan kita diaplikasikan dalam merk pesaing dan sebaliknya element pesaing diaplikasikan dalam kemasan kita.

Beberapa element design sangat kuat terikat pada brand dan memiliki image tertentu yang susah dihilangkan dari ingatan konsumen. Tentunya apabila image ini kuat & positive akan sangat baik dampaknya  bagi merk kita, namun apabila element ini bersifat negative kita bisa menghindarkan pemakaiannya di kemudian hari. Kita dapat menguji apakah element dari sebuah design memiliki kekuatan positive/negative  dengan cara melihat dampaknya terhadap brand yang lain apabila element tersebut diaplikasikan pada merk tertentu.

6.       Uji Pada Shelving.

Seringkali  bila kiat melihat design brand yang kita tangani kita merasa sudah puas karena melihat designnya yang sangat indah, menarik dan beberapa test yang telah kita lakukan juga menunjukkan bahwa design kita disukai oleh konsumen. Namun terkadang kita dibuat heran juga mengapa pergerakan produk kita lambat di pasar? Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah menguji design kemasan kita di level toko atau di shelving. Dari sini akan bisa kita lihat dengan jelas, mengapa design yang terlihat indah dan menarik secara individu, menjadi terlalu pucat atau terlalu terang atau bahkan terlalu berwarna warni sehingga ‘tidak muncul’ jika diletakkan di rak Super market yang penuh. Kita juga akan bisa lihat apakah logo brand kita jadi terlihat terlalu kecil jika dibandingkan dengan logo pesaing dan sebagainya.

Demikianlah beberapa hal yang bisa kita lakukan, sehingga dengan melakukan evaluasi ini diharapkan kita mendapatkan masukan masukan yang berguna untuk perbaikan desain kemasan kita kedepannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s