Don Dapdape – Lyrics

Gallery

Don dapdape, don dapdape

Lumlum gading, lumlum gading

Panak, panak biyu

Panak biyu di kedaton

Panak biyu di kedaton

Tityang nembe, tityang nembe

Tuwun magending, tuwun magending

Anak,  anak liyu, anak liyu rawuh manonton.

Anak liyu rawuh manonton.

Ngiring mangkin ngiring mangkin masukarena

Masukarena

Ampura ugi para semeton sareng sami.

Jang krangi jangi janger

Naro tindar rora roti, kecak a e.

Jangi janger arasijang krangi janger

Seriang ngentur rora roti

Seriang ngentur rora roti.

6 responses »

    • Pak Berry, lagu Don dapdape itu adalah lagu rakyat yang biasa dinyanyikan dalam pementasan Janger di Bali . Sejenis lagu pembukaan sebuah pementasan yang menggunakan ‘rhyme’.
      Don dapdape lumlum gading maksudnya Daun dedap yang berwarna hijau bercampur broekn white (varigata).
      Panak biyu di kedaton = anak pohon pisang di Istana.
      Tityang nembe tuwun megending = Saya baru pertama kali ikut bernyanyi.
      Anak lyu rawuh menonton = Orang berduyun-duyun datang menonton.
      Ngiring mangkin mesukarena = Ayo kita bersuka ria.
      Ampura ugi para semeton sareng sami = Mohon maaf (jika ada kekurangan) kepada para saudaraku sekalian.
      Sisanya Jang krangi jangi janger dst – tidak ada arti spesifik. Itu hanya untaian kata-kata janger.

      Mudah-mudahan membantu. Terimakasih banyak sudah mampir..

      • waaahhha membantu sekali..terima kasih banyak sudah menuliskan sebagian besar arti lagu don dapdape, saya senang sekali dengan balasannya. maklum Tityang nembe tuwun megending hahhahaa..
        pertama kali saya dengar lagu ini di rumah teman dan saya langsung jatuh cinta dengan rytme nya.
        walaupun sebagian besar lagu lagu dari Bali memiliki rytme yang sama (itu menurut saya) tapi yang ini beda dan langsung nempel di kepala saya🙂
        ooh ya lagu don dapdape yang saya dengarkan ini digarap ulang oleh alh. Elfa Secioria
        BAGUS, 2tumbsup buat bang Elfa🙂

        terima kasih ibu Handini

      • O ya.. saya malah nggak tahu kalau lagu ini mendapatkan perhatian dari Elfa Seciora. Tahunya hanya dari pementasan-pemetasan traditional rakyat atau lomba paduan suara antar sekolah atau dari orang-orang yang nyanyi di kamar mandi he he.
        Syukurlah Bang Elfa menggarapnya dan memperdengarkan ulanh, sehingga lebih banyak lagi orang yang bisa mendengarka. Thanks sharingnya Pak Berry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s