What Is Your Job, Mom?

Standard

Anak saya bertanya kepada saya “ Mom, apa sebenarnya pekerjaanmu di kantor?”.
Saya menjawab “Marketing”.
Anak saya telihat berpikir sejenak dan wajahnya terlihat tidak puas. “I know Marketing. Tapi apa yang dikerjakan olehmu setiap harinya”.
“Menjual Produk” kata saya kembali.
“Mengapa saya tidak pernah melihatmu berjualan di toko?” Ia bertanya heran.
“Mmm… membuat produk yang akan dijual” kata saya meralat ala kadarnya. Rupanya ia masih tidak puas .
“Apakah pekerjaanmu benar-benar mengaduk aduk bahan dan membuat sabun?. Seperti membuat pancake yang kita bikin berdua waktu itu?” tanyanya penasaran.
“Tentu saja tidak! Saya tidak mengerjakannya secara langsung” Kata saya sambil tertawa.
Tambah heran. Ia mengerenyitkan dahinya “Lalu apa pekerjaan Marketing itu sesungguhnya? “

Mmm.. bertahun tahun bekerja di marketing, saya tidak pernah menyangka akan ada seseorang menanyakan detail pekerjaan saya seperti itu. Dan sekarang saya harus menjelaskan kepada seorang anak kecil yang sedikitpun tidak memahami ilmu ekonomi. Wah.. bagaimana akan saya jelaskan kepadanya? Haruskah saya jelaskan kepadanya segala tetek bengek pekerjaan saya mulai dari menggali idea guna mencari peluang yang mungkin menghasilkan uang, memahami prilaku pasar dan konsumennya, mendevelop brand concept & strategynya agar memenuhi selera pasar dan beda dengan yang orang lain tawarkan , memastikan formula, kemasannya disukai oleh konsumen yang saya targetkan dst, dst banyak sekali … hingga mengarahkan ke channel mana produk ini akan dijual biar konsumen mudah mendapatkannya, memastikan supply yang memadai, pemajangan di toko yang baik agar konsumen mudah melihatnya, mengkomunikasikannya lewat iklan, mendorong konsumen untuk mencoba, melakukan repeat penjualan dan meningkatkan volume penjualan dan berakhir di masalah financial. Memastikan bahwa apa yang saya lakukan itu menghasilkan duit bagi company, baik dari sisi penjualan dan keuntungan. Semuanya memang UUD – ujung ujungnya duit. Ngga ada perusahaan yang mau berbisnis untuk merugi.

Hmm… kalau dijembrengin ternyata banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang Marketer. Belum sempat saya menuliskan semuanya, rasanya saya sudah penat mendengarkannya. Tapi tentu saja saya tidak menceritakan semua itu kepada anak saya. Akhirnya saya hanya mengatakan kepadanya dengan bahasa sederhana bahwa saya bersama sama teman-teman saya bertugas membuat dan menjual produk dan tugas saya adalah memastikan agar produk yang terjual itu disukai oleh pembeli dan akhirnya menghasilkan keuntungan buat perusahaan tempat saya bekerja agar bisa membayar gaji saya biar kami bisa makan dan beli ini itu… he he he..
Entah ia mengerti atau tidak, ia mendengarkan namun sejenak kemudian tenggelam kembali dengan PSPnya. Sibuk dengan idenya dalam games untuk membangun peternakan besar dengan ladang yang luas untuk menampung para ayam, domba dan sapi..

Tapi tak ayal pertanyaan itu masih meninggalkan sisa di kepala saya. Apa itu Marketing? Kalau dilihat dari sisi umum, mungkin jawabannya “ Menyediakan sesuatu dan menjualnya”. Tapi kalau dipikir kembali… gimana kalau tak seorangpun memerlukan “sesuatu” itu? Atau tidak menemukan “sesuatu” itu disekitarnya? Apakah hanya dengan menyediakannya kita akan masih mampu menjualnya? Rasanya tidak..
Ok.. coba kita revisi. Jadi, marketing adalah..”Menyediakan dan menjual sesuatu yang diperlukan konsumen di tempat mereka berbelanja”. Terdengar cukup bagus ya?

Tapi gimana kalau harganya tidak cocok? Atau gimana kalau di tempat itu ada juga “sesuatu” yang serupa dengan yang kita tawarkan? Atau gimana kalau misalnya ukuran, atau warna atau jenis wangi atau pun rasa yang ia sukai tidak tersedia, sementara pesaing kita memilikinya? Nah lo…apakah konsumen masih akan membeli apa yang kita tawarkan? Rasanya kita musti menawarkan sesuatu yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen sedetail-sedetailnya dan memiliki hal hal yang beda yang membuat konsumen lebih memilih “sesuatu” kita itu dibandingkan merk lain. Jadi kalau begitu.. marketing adalah “ Menyediakan dan menjual sesuatu yang diperlukan konsumen dalam ukuran, warna ataupun rasa yang paling disukainya, dengan harga yang cocok dengan daya beli mereka di tempat mereka biasa berbelanja “ Wah…. definisi yang pengeng dan complicated banget ya…

Kalau kita lihat kembali, apapun yang disebutkan diatas tadi, baik itu sesuatu yang diperlukan, wana, ukuran, wangi, rasa, harga, kemudahan untuk ditemukan dsb –sebenarnya semuanya bisa kita sederhanakan sebagai “kebutuhan & keinginan konsumen”. Jadi sesungguhnya Marketing bukan hanya sekedar menyediakan dan menjual produk, tapi memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Saya senang dengan definisi baru itu..

Sayangnya, belum lima menit saya menikmati kesenangan itu, pertanyaan baru muncul di kepala saya… gimana kalau kita sudah mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen tapi ‘sesuatu” yang kita tawarkan itu ternyata tidak menghasilkan keuntungan ataupun bila tetap menghasilkan tetapi sangat sedikit? Misalnya, demi untuk mendapatkan awareness yang cukup baik, marketer lalu sangat jor-joran dalam memasang iklannya? Atau bersama teamnya mendevelop formula dengan biaya yang sangat tinggi namun menjualnya dengan harga yang semurah mungkin? Atau tidak mengontrol pengeluaran biaya promosi lainnya?

Waduh…..bila sesuatu yang kita tawarkan itu ternyata tidak mampu menyisakan keuntungan bagi perusahaan, lalu untuk apa marketing diadakan? Perusahaan yang merugi hanya mampu mengurangi karyawan, karena tak akan mampu membayar karyawannya dengan baik .

Nah.. jadi tugas mendasar lain dari seorang marketer sesungguhnya adalah untuk memastikan bahwa dengan semua biaya yang dikeluarkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen itu, masih menyisakan margin yang cukup bagi perusahaan, yang ujung-ujungnya meningkatkan kesejahteraan karyawannya dari tahun ke tahun. Jadi dalam hal ini maka definisi marketing menjadi bukan hanya sekedar menyediakan dan menjual produk, tapi memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen dan sekaligus juga memuaskan kebutuhan dan keinginan stakeholder untuk mendatangkan profit.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s