Memilih & Merekrut Baby Sitter….Tips Bagi Ibu Bekerja

Standard

Setelah  3 bulan di rumah selama cuti melahirkan, saatnya kita kembali ke kantor guna menjalankan tugas kita sehari-hari. Kebanyakan ibu merasakan berat untuk meninggalkan si kecil di rumah, namun apa boleh buat,  biaya hidup yang semakin meningkat membuat kita terpaksa harus mengambil keputusan yang sama sekali tidak menyenangkan ini. Pilihan untuk mengasuh si kecil akhirnya jatuh kepada Ibu, Ibu Mertua, keluarga yang lain kalau ada, dan apabila tidak memungkinkan mendapatkan bantuan mereka,  yaa  mungkin terpaksa harus mengambil pilihan mempercayakannya pada Baby Sitter.

Pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya oleh rekan-rekan yang belakangan mengalami masa ini adalah, bagaimana caranya kita memilih & memperlakukan Baby Sitter agar mendapatkankan yang terbaik bagi anak kita. Berikut adalah beberapa tips yang ingin saya share, barangkali ada gunanya.

1. Mencari Yayasan Yang Bagus.

Untuk mendapatkan Baby Sitter yang baik tentu kita harus mencari Yayasan Penyedia Jasa Baby Sitter yang baik dan bisa dipercaya terlebih dahulu.  Cara terbaik adalah dengan mencari informasi dari teman-teman wanita, kakak, keluarga yang telah berpengalaman menggunakan jasa Yayasan. Yayasan yang bagus tidak selalu ditandakan oleh mahalnya fee yang diterima. Tanyakanlah tingkat kepuasan mereka  akan kinerja Baby Sitter yang pernah bekerja dengannya. Yayasan yang bagus tentunya menyalurkan para Baby Sitter dengan standard kwalitas yang baik, yang memiliki kinerja yang baik, paham akan cara perawatan bayi yang benar dan memiliki etos kerja yang baik serta sopan santun yang tinggi. Jangan lupa meminta  alamat & nomer telponnya. Dengan cara mengumpulkan informasi dari berbagai sumber ini, maka tentunya kita akan mendapatkan pilihan beberapa Yayasan. Dari sini kita kemudian perlu memilah dan memilih serta meranking Yayasan mana yang akan kita datangi untuk mencari informasi langsung.

2. Mengunjungi Yayasan –Yayasan Yang Direkomendasikan.

Kunjungilah  2-3 Yayasan penyedia Baby Sitter yang terbaik menurut kita berdasarkan informasi sebelumnya  untuk mendapatkan informasi yang lebih detail lagi dari yayasan yang bersangkutan mengenai jasa pelayanan mereka. Jelaskanlah bahwa kedatangan kita ini baru  dalam tahap mendapatkan informasi. Tidak usah merasa malu bila kita kemudian tidak jadi mengadakan kontrak dengan mereka.  Semua ini kita lakukan demi mendapatkan yang terbaik. Biasanya yayasan akan memberikan kita informasi detail mengenai  hak & kewajiban baby sitter serta yayasan, cakupan kerjanya, jam kerja, hak cuti, seragam, dsb hingga hal detail mengenai hak & kewajiban kita sebagai pengguna jasa serta biaya ( mis: administration fee,  monthly fee, biaya kalau ada lembur, THR, infal, pengobatan dsb). Selain hak & kewajiban yang dijelaskan oleh yayasan, dengan mengunjungi beberapa kantor yayasan kita jadi tahu lokasi  kantor yayasan ini (jaga-jaga bila terjadi apa-apa), dan juga bisa membandingkan cost yang harus kita keluarkan untuk pelayanan Baby Sitter ini.  Dengan membandingkan beberapa yayasan secara langsung, diharapkan kemudian kita bisa mengambil keputusan  untuk manjalin kerjasama dengan yayasan yang terbaik.

Catatan: Fee untuk  Baby Sitter sangat bervariasi tergantung antara lain dari 1) standard rate dari yayasan, 2) pelatihan & training yang diterima, 3) jam terbang dari Baby Sitter yang bersangkutan 4) pasaran  fee Baby Sitter di lokasi yayasan tersebut.

3. Merekrut  Baby Sitter.

Baby Sitter merupakan tenaga kerja terlatih yang umumnya mendapatkan pelatihan perawatan bayi & anak dalam jangka waktu tertentu oleh pihak yayasan. Pastikanlah hal ini kepada yayasan, karena jika Baby Sitter yang kita pilih belum memiliki ketrampilan ini, maka tidak ada gunanya kita membayar lebih mahal untuk tenaga yang sama tak terdidiknya dengan pembantu rumah tangga biasa. Mintalah waktu kepada yayasan untuk bertemu muka dan melakukan wawancara dengan Baby Sitter.

a. Penampilan Fisik & Kesehatan.

Pada saat bertemu dengan Baby Sitter yang diperkenalkan oleh yayasan, kita perlu memberi perhatian terhadap fisik dari Baby Sitter dari ujung kaki ke ujung rambutnya. Pilih Baby Sitter yang berpenampilan bersih dan tidak jorok. Perhatikan  cara ia menata rambutnya, kebersihan badan dan jemarinya. Pastikan ia tidak mengalami gangguan bau badan, karena ia akan menggendong bayi kita setiap saat kita tidak di rumah. Tidak masalah mengenai warna kulit,  yang penting bersih dan rapi. Kuku harus dipotong pendek & rapi. Bila perlu tanyakan riwayat kesehatannya. Saya pernah mendengarkan kisah seorang teman yang bayinya tertular penyakit TBC oleh sang Baby Sitter. Kita juga perlu hati-hati, namun bukan berarti kita sebagai ibu harus berlebihan dalam menghadapi masalah ini.

b. Tingkah Laku & Air Muka.

Selain penampilan fisik, yang perlu kita perhatikan juga adalah tingkah laku dan air muka sang Baby Sitter. Dari sini kita bisa melihat tingkat kesabaran Baby Sitter nantinya jika menangani bayi kita. Pilih Baby Sitter yang air mukanya terlihat baik, pandangan matanya tenang dan tidak gelisah serta tingkah lakunya yang sopan, namun terlikat cekatan & gesit. Dengarkan suara hati kita dalam menilai Baby Sitter, karena sering terbukti kebenarannya. Kalau rasanya tidak sreg sejak awal, lebih baik jangan direkrut. Intuisi seorang ibu sering benar. Seperti halnya karyawan di bidang lain, Baby Sitterpun manusia biasa yang juga memiliki wataknya masing-masing. Ada yang periang dan ramah, ada yang  pendiam. Ada yang disiplin dan sangat teliti, ada yang teledor. Ada yang sabar, ada yang kurang sabar dsb. Idealnya sih kita mendapatkan Baby Sitter dengan watak dan sifat yang sempurna. Namun karena tidak ada manusia yang sempurna dan watak Baby Sitter ini bermacam-macam, maka kita harus menyadari kita tak bisa menuntut Baby Sitter agar memiliki watak sempurna seperti yang kita inginkan (kita sendiripun belum tentu memiliki sifat yang sempurna), maka yang perlu kita utamakan adalah menyesuaikan sifat-sifat  Baby Sitter itu untuk kebutuhan  umur/tahap pertumbuhan bayi kita, misalnya:

–          Untuk Bayi 0 –  6/9 bulan : Pada umur ini merawat bayi sebenarnya belum terlalu sulit, karena bayi masih belum banyak beraktifitas selain tidur & menyusu, atau sedikit makanan tambahan apabila ibu mengalami kekurangan air susu dan tidak bisa memberi ASI eksklusif. Jika bayi di umur ini kita tinggal ke kantor, maka yang diperlukan adalah Baby Sitter yang trampil, berpengalaman dan displin. Karena yang kita butuhkan pada saat bayi kita di umur ini adalah bagaimana caranya agar semua hal yang berkaitan dengan kesehatan & pertumbuhan bayi terjaga dengan baik  (kebersihan peralatan minum/makan, makan/minum jangan sampai telat, memberi obat dilakukan dengan hati-hati apabila saat bayi kita sakit kita  terpaksa  ada di kantor , mandi, makan, tidur dengan teratur dan tepat waktu.

–          Untuk Bayi 9-24 bulan: saat ini bayi kita mulai belajar bicara, merangkak, berjalan dan melakukan eksplorasi, dsb. Ini adalah saat-saat yang sangat melelahkan bagi Baby Sitter, tertama saat harus menitah nitah bayi yangmulai belajar berjalan. Yang diperlukan adalah Baby Sitter yang memiliki kesabaran tinggi pada anak-anak. Baby Sitter yang banyak mengajak bayi kita berbicara akan membuat bayi kita cepat pandai bicara. Baby Sitter yang rajin memberi cerita pada bayi akan membuat bayi cepat memiliki pengetahuan.Demikian juga Baby Sitter yang rajin membantu bayi belajar berjalan, akan membuat bayi kita cepat pandai berjalan. Tentu saja iapun tetap harus memiliki ketelitian dan kedisiplinan yang cukup baik juga.

–          Untuk Anak 24 bulan ke atas dimana pada saat ini anak-anak sudah mulai bersosialisasi, meningkatkan ketrampilannya dengan cara mengeksplorasi sekitarnya, bergaul dan mengenal media ilmu pengetahuan, Baby Sitter  diumur ini juga perlu yang ramah dan berbudi pekerti yang baik, namun tetap displin. Kadang kadang di umur ini bayi/anak pun sering susah makan, karena perhatiaannya focus pada hal hal lain(misalnya mainan). Baby Sitter yang pintar membujuk diperlukan di usia ini.

c. Pengetahuan & Ketrampilan.

Pengetahuan & Ketrampilan, berkaitan dengan training yang didapatkan dari yayasan, jam terbang,  serta kecerdasan sang Baby Sitter.  Semakin kecil bayi, semakin tinggi tingkat pengetahuan & ketrampilan  Baby Sitter yang dibutuhkan. Itu sebabnya banyak yayasan yang menyediakan Baby Sitter rendah pengalaman dengan fee lebih murah untuk mengasuh bayi yang sudah lebih besar/anak. Ada baiknya kita mengajukan beberapa pertanyaan kepada Baby Sitter untuk memastikan bahwa ia memiliki pengetahuan & ketrampilan dalam merawat bayi, terutama kalau tujuan kita mencari Baby Sitter adalah untuk  merawat bayi yang belum lama lahir.

Namun diluar itu, sebenarnya pada faktanya seringkali juga kita menemukan Baby Sitter dengan jam terbang yang tinggi justru mulai ogah-ogahan kerja, mulai terlalu membanding-bandingkan kita dengan bosnya yang lama, mulai banyak menutut, mulai terlalu banyak  menggunakan waktunya untuk ber handphone atau berblack berry-an sehingga tidak focus pada kerjaaanya. Sebaliknya Baby Sitter yang baru, yang masih polos dan belumbanyak gaul justru lebih semangat bekerja karena belum punya Hp/BB. Selain itu Baby Sitter yang baru keluar dari pendidikan biasanya masih lebih ingat akan step-step perawatan bayi yang benar dibandingkan dengan yang sudah lama.

4. Mengambil Keputusan & Menanda Tangani Perjanjian Dengan Yayasan

Setelah kita yakin akan pilhan kita dan setuju akan fee-nya ( baik administrasi, bulanan dll), maka pelajarilah perjanjian sekali lagi. Pastikan isinya tidak ada yang memberatkan kita di kemudian hari. Tanyakan kembali jika ada hal-hal yang tidak jelas. Catat alamat rumah asal/kampung  sang Baby Sitter, nomor yang bisa dihubungi di kampungnya dan  akan lebih baik lagi apabila ia dibekali dengan KTP.

5. Baby Sitter Di Rumah.

Hal yang penting dilakukan sebelum menjemput Baby Sitter untuk tinggal di rumah kita adalah mempersiapkan tempat istirahat yang layak. Perlakukanlah Baby Sitter  dengan baik, adil dan manusiawi karena hal-hal baik yang kita lakukan terhadapnya umumnya akan kembali kepada kita juga dalam bentuk perlakuan yang baik dan benar terhadap bayi kita. Sebagian besar Baby Sitter yang kita temui sebenarnya baik dan professional.  Mungkin ada 1 – 2 yang pernah kita dengar melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan, namun itu sangat jarang. Jaga selalu hubungan baik dengannya dan terus tingkatkan komunikasi untuk menghindari kesalahpaman, bagaimanapun juga ia adalah orang yang mewakili kita dalam merawat & mendampingi anak saat kita tidak ada di rumah.

Sampaikan peraturan-peraturan yang berlaku di rumah sejak awal (misalnya penggunaan handphone, pemeliharaan kuku, kebersihan badan, jam kerja & jam istirahat, pergaulan dengan karyawati lain di rumah, kunjungan saudara/pacar, dsb) untuk menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari. Jelaskan juga tugas & tanggungjawabnya kembali.

Apabila kita tidak puas dengan kinerja Baby Sitter umumnya yayasan membolehkan penggantian  Baby Sitter  max sekian kali (misalnya 3x – atau di yayasan lain mungkin 2 x atau ada juga yang 4x dsb) tanpa harus membayar kembali administration fee.

One response »

  1. Pingback: tips memilih babysitter | D.I.A.M.O.N.D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s