Daily Archives: December 21, 2010

Mengajak Anak Memancing Ikan..

Standard

Memancing memberikan kesenangan tersendiri pada anak-anak, juga sekaligus memberikan pengetahuan tentang berbagai jenis ikan air tawar yang ada di kolam dan ditemukan saat dipancing seperti ikan mas/karper, mujair, nila,patin, lele, dsb.. , berbagai jenis umpan yang bisa diambil dari sekitar kita (cacing, telor semut rangrang, roti, tahu, sisa makanan lain) dan berbagai umpan lain yang umum bisa kita temukan di toko ikan.

Mengajak anak memancing juga sekaligus melatih kesabaran anak – bahwa kesuksesan tidak datang dalam sekejap, namun perlu kesabaran, ketenangan dan ketekunan.

Memancing juga perlu strategy. Umpan tertentu disukai oleh jenis ikan tertentu, ukuran kail juga menentukan besaran dari ikan yang akan terkail, karena jika mata kail terlalu kecil, hanya ikan kecil yang akan tersangkut, sedangkan ikan besar akan mudah terlepas kembali.
Selama memancing, anak juga akan mengamati dan menyadari area-area tertentu dengan kedalaman tertentu dan lingkungannya akan lebih disukai ikan, dibandingkan area lain. Jadi mengapa memancing di tempat yang memberikan peluang keberhasilan rendah?

Memancing, mengajarkan biologi sederhana pada anak-anak. Bahwa ikan bernafas dengan insang, sebagai pengganti paru-paru. Ikan memiliki sirip yang digunakan untuk membantu pergerakan dan keseimbangannya. Beberapa ikan memiliki sisik, sementara yang lain tidak. dan juga… mengapa lele memiliki patil..

Memancing juga mengajarkan anak nillai-nilai fisika sederhana tentang mengapa batu pemberat tenggelam dalam air sementara pelampung mengapung…

Melatih kepekaan perasaan anak, kapan saatnya membiarkan ikan menarik kail dan kapan saatnya anak menarik batang pancing..

Memberikan anak kebahagiaan, kesenangan dan kebanggaan saat berhasil mendapatkan seekor ikan..

Satu lagi… memancing memberikan dasar-dasar “survival” …. bahwa sumber makanan ada di mana-mana di alam. Asal kita rajin dan mau, kita tak akan pernah kelaparan…

Angelonia, Rumpun Mirip “Lavender” di Halaman.. Calming & Relaxing

Standard

Rumpun tanaman hias yang sering disebut oleh tukang tanaman sebagai Lavender ini sungguh merupakan sumber wewangian natural yang lembut di pekarangan rumah.  Kalau kita kebetulan berdiri tidak jauh dari rumpun tanaman ini, maka sayup sayup akan kita cium wangi yang kalem dan lembut diterbangkan angin dari bunga tanaman ini. Wanginya yang sejuk sangat  menenangkan.

Tanaman ini sebenarnya cantik diletakkan di bagian mana saja dari halaman rumah, namun konon menurut ilmu Feng Sui tanaman, tanaman yang berbunga ungu sebaiknya di tanam di halaman belakang rumah untuk memberi ketentraman kepada si pemilik rumah.

Banyak yang melihat tanaman ini tumbuh di halaman saya bertanya, bagaimana caranya menanam & merawat agar sehat, subur dan rajin berbunga. Sebenarnya tidak ada yang sulit mengenai tanaman bunga ini.

Cara menanamnya gampang, tinggal mematahkan batangnya yang rapuh (pilih yang agak tua) lalu ditancapkan di tanah yang subur dan lembab. Agak sabar sedikit, karena tanaman ini yang baru ditancapkan  biasanya akan melewati periode layu terlebih dahulu. Tapi bukan mati. Jangan buru-buru dicabut. Tetap siram setiap hari dan siangi dari rumput liar sebagaimana layaknya tanaman hias hidup.  Dengan sedikit bersabar, maka tidak berapa lama kemudian, rumpun lavender baru akan bersemi.

Merawatnya pun tidak susah. Tanaman ini sama sekali tidak tergolong rewel. Asal cukup air, pasti tumbuh. Apalagi bila diberikan pemupukan secara teratur. Tunas yang mudapun akan tumbuh dengan subur. Tiap tangkai yang tua pasti akan memberikan tunas muda 3-6 yang kelak akan menghasilkan tangkai yang penuh bunga.  Rajinlah melakukan pemotongan tangkai yang tua, agar tanaman selalu terlihat segar. Tangkai yang tua biasanya ditandakan dengan warnanya yang tidak lagi hijau segar tapi mulai kekuningan. Potong tangkai tua hingga ke batas dimana tunas muda mulai tumbuh. Bila tangkai tua ini masih menyisakan banyak bunga, manfaatkanlah sebagai bunga potong, letakkan dalam vas bunga  untuk menghiasi & mengharumkan ruangan kita. Bunganya yang segar juga sering saya keringkan dan  manfaatkan untuk membuat potpourri.

 

Thanks buat Putu yang telah  mengingatkan saya, tanaman ini aslinya bernama Angelonia angustifolia.