Daily Archives: December 30, 2010

Teratai Putih Kecil..

Standard

Ring purwa, tunjunge putih, Hyang Iswara dewatanya

Ring papusuhan pernahira, alinggih sira kalihan

Pantesta kembange petak, ring tembe lamun dumadi

Suka sugih tur rahayu, dana punya stiti bhakti”

Itu sepenggal dari salah satu kidung Aji Kembang, yang umum dinyanyikan saat upacara keagamaan di Bali. Lyric kidung ini jelas sekali menunjukkan betapa pentingnya kedudukan bunga teratai/bunga tunjung (dalam hal hal ini Teratai Putih) dalam kehidupan masyarakat & aktifitas keagamaan di Bali.

Teratai Putih  kecil atau Tunjung Putih  (Nimphaea Alba) merupakan bentuk mini dari teratai putih besar yang umum dijumpai di kolam-kolam umum. karena ukurannya yang mini, maka teratai putih kecil ini sangat sesuai jika ditanam dalam pot batu/pot tanah kecil yang diperuntukkan bagi tanaman air.

Pot dapat ditempatkan di halan depan rumah, atau di sebelah pintu masuk. Di Bali banyak yang menempatkannya di dekat pintu merajan atau sanggah yang membuat keseluruhan tampilan pekarangan jadi tampak lebih artistik.

Merawat Teratai Putih Kecil, sama dengan merawat teratai lainnya, yakni  cukup dengan pemupukan secara berkala & rajin menyiangi daunnya yang sudah tua kekuningan, maka teratai akan selalu tampak segar & rajin berbunga. Media yang terbaik untuk digunakan adalah lumpur kolam/lumpur sawah dan air. Bila tak mempunyai lumpur kolam/sawah, tanah biasa juga bisa digunakan.

Balinese Wind Chime… Mendengarkan Suara Angin.

Standard

Salah satu cara untuk bersantai di akhir minggu atau saat musim liburan begini, adalah dengan duduk –duduk di teras rumah sambil membaca buku, minum teh ataupun hanya sekedar bermalas-malasan sambil mendengarkan music kesayangan kita.  Bagi saya yang menyukai alam bebas, mendengarkan suara kliningan angin membuat saya merasa sedang dibawa ke alam bebas. Mengingatkan akan suara pada pondok-pondok bambu beratap ilalang yang kadang dibangun orang di pojok sawah sebagai tempat istirahat para petani atau untuk mengusir burung-burung pipit.

Kliningan angin atau wind chime dibuat orang untuk menikmati musik sederhana di sawah atau tegalan dengan cara memperkuat suara angin. Di Bali, kliningan angin umumnya  dibuat dari buluh bambu dan batok kelapa dengan sebuah pemukul di tengahnya. Nada diciptakan dengan cara mengatur panjang pendeknya bambu. Kliningan angin umumnya digantungkan di pojok atap pondok/bale atau di dahan pohon dimana dirasa di tempat itu banyak tiupan angin yang lewat. Kliningan akan berbunyi meninggalkan nada-nada yang alami tergantung kencang lemahnya tiupan angin dan arah angin yang bertiup.  Rasanya damai dan tenteram mendengarkan suaranya.

Kliningan angin juga bisa kita pasang di halaman rumah, baik untuk digantungkan di dahan pohon maupun pada salah satu pojok atap, atau  jika anda memiliki bangunan kecil misalnya gazebo atau jineng sebagai pemanis element taman.