Balinese Wind Chime… Mendengarkan Suara Angin.

Standard

Salah satu cara untuk bersantai di akhir minggu atau saat musim liburan begini, adalah dengan duduk –duduk di teras rumah sambil membaca buku, minum teh ataupun hanya sekedar bermalas-malasan sambil mendengarkan music kesayangan kita.  Bagi saya yang menyukai alam bebas, mendengarkan suara kliningan angin membuat saya merasa sedang dibawa ke alam bebas. Mengingatkan akan suara pada pondok-pondok bambu beratap ilalang yang kadang dibangun orang di pojok sawah sebagai tempat istirahat para petani atau untuk mengusir burung-burung pipit.

Kliningan angin atau wind chime dibuat orang untuk menikmati musik sederhana di sawah atau tegalan dengan cara memperkuat suara angin. Di Bali, kliningan angin umumnya  dibuat dari buluh bambu dan batok kelapa dengan sebuah pemukul di tengahnya. Nada diciptakan dengan cara mengatur panjang pendeknya bambu. Kliningan angin umumnya digantungkan di pojok atap pondok/bale atau di dahan pohon dimana dirasa di tempat itu banyak tiupan angin yang lewat. Kliningan akan berbunyi meninggalkan nada-nada yang alami tergantung kencang lemahnya tiupan angin dan arah angin yang bertiup.  Rasanya damai dan tenteram mendengarkan suaranya.

Kliningan angin juga bisa kita pasang di halaman rumah, baik untuk digantungkan di dahan pohon maupun pada salah satu pojok atap, atau  jika anda memiliki bangunan kecil misalnya gazebo atau jineng sebagai pemanis element taman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s