Teratai Putih Kecil..

Standard

Ring purwa, tunjunge putih, Hyang Iswara dewatanya

Ring papusuhan pernahira, alinggih sira kalihan

Pantesta kembange petak, ring tembe lamun dumadi

Suka sugih tur rahayu, dana punya stiti bhakti”

Itu sepenggal dari salah satu kidung Aji Kembang, yang umum dinyanyikan saat upacara keagamaan di Bali. Lyric kidung ini jelas sekali menunjukkan betapa pentingnya kedudukan bunga teratai/bunga tunjung (dalam hal hal ini Teratai Putih) dalam kehidupan masyarakat & aktifitas keagamaan di Bali.

Teratai Putih  kecil atau Tunjung Putih  (Nimphaea Alba) merupakan bentuk mini dari teratai putih besar yang umum dijumpai di kolam-kolam umum. karena ukurannya yang mini, maka teratai putih kecil ini sangat sesuai jika ditanam dalam pot batu/pot tanah kecil yang diperuntukkan bagi tanaman air.

Pot dapat ditempatkan di halan depan rumah, atau di sebelah pintu masuk. Di Bali banyak yang menempatkannya di dekat pintu merajan atau sanggah yang membuat keseluruhan tampilan pekarangan jadi tampak lebih artistik.

Merawat Teratai Putih Kecil, sama dengan merawat teratai lainnya, yakni  cukup dengan pemupukan secara berkala & rajin menyiangi daunnya yang sudah tua kekuningan, maka teratai akan selalu tampak segar & rajin berbunga. Media yang terbaik untuk digunakan adalah lumpur kolam/lumpur sawah dan air. Bila tak mempunyai lumpur kolam/sawah, tanah biasa juga bisa digunakan.

One response »

  1. Pingback: Blue Water Lily, the sacred flower. « nimadesriandani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s