Suara Keheningan… Mendengarkan Suara Semesta Yang Mendamaikan Jiwa.

Standard

Setiap orang tentu pernah mengalami kepenatan dalam hidupnya. Entah itu kepenatan fisik ataupun kepenatan jiwa. Lelah dan stress akibat target pekerjaan yang tidak tercapai, anggota keluarga sakit, kehilangan pekerjaan, bersitegang dengan tetangga, problem keuangan dan sebagainya. Setiap orang tentu akan berusaha sebaik-baiknya. Namun sesungguhnya apapun upaya kita, semuanya akan berhasil dengan lebih baik jika kita bisa tenang menghadapinya. Ketenangan membuat kita bisa berpikir jernih untuk mencari solusinya dan keluar dari permasalahan ini secepatnya.

Saran untuk bersabar, berdoa dan menarik nafas panjang berkali-kali sering kita dengar cukup berhasil untuk membantu mendapatkan ketenangan. Satu hal lagi yang bisa kita lakukan untuk membantu mendapatkan ketenangan, rasa bahagia & ketenteram bathin adalah dengan mendengarkan suara keheningan.

Apa itu suara keheningan.

Mungkin anda punya pengalaman masuk ke dalam sebuah ruangan seorang diri? Atau berada dalam rumah seorang diri?  Apa yang anda  rasakan? Mungkin sebagian besar akan menjawab ‘Sepi”. Atau “hening”. Namun jika saya tanya, apa yang anda dengarkan? Sebagian besar tertawa mendengarkan pertanyaan saya. “ Ya.. Namanya sepi, nggak denger apa-apalah, Mbak..” Itu jawaban yang umum. Namun beberapa diantaranya ada yang  menjawab “ suara detak jam di dinding” atau “ suara kendaraan di kejauhan” atau “suara kokok ayam jantan di kejauhan” atau “suara ciap-ciap burung di kejauhan” atau “ suara AC” atau “suara detak jantung saya”  dan sebagainya. Sangat sedikit yang menjawab “ suara ngiiing.. ngiing.. yang panjang di telinga”.  Namun ketika ada satu orang saja yang mengatakan mendengar suara itu, akhirnya banyak yang lain juga jadi teringat dan setuju bahwa mereka juga sebenarnya mendengarkan bunyi “ngiiiing” yang sama, bila sedang berada dalam keheningan. Ya, dalam keheningan sesungguhnya kita mendengarkan suara. Suara  ngiiiiing yang panjang dan berulang, bergema dari dan keseluruh alam semesta. Suara itulah yang saya maksudkan dengan Suara Keheningan.

 

Mengapa Suara Keheningan Menarik?

Suara keheningan, bagi saya merupakan suatu hal yang menarik untuk didengarkan karena beberapa alasan.

Pertama karena suara keheningan membantu kita untuk mempersiapkan diri & mental kita sebelum tidur. Jika kita merasakan kepenatan atau sangat lelah, seringkali kita mengalami kesulitan untuk segera tidur. Padahal tubuh fisik kita membutuhkan istirahat. Terlebih jika selain karena penat urusan fisik, kita juga mengalami kepenatan psikis. Misalnya, memikirkan target penjualan yang tidak tercapai, habis dipanggil dan ditegur atasan, habis menghadapi  rekan kerja yang sangat menyebalkan, bertengkar dengan pasangan, problem keuangan, dsb. Kesulitan tidur semakin menjadi-jadi. Karena kita tetap harus menjaga tubuh kita untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mengganggu itu dengan baik, maka kita butuh istirahat yang cukup. Mendengarkan suara keheningan sebelum tidur, sangat membantu kita  untuk mendapatkan ketenangan dan rasa nyaman serta mengurangi kegelisahan. Suara keheningan membantu kita menjadi lebih rileks.

Dengan sengaja mendengarkan suara keheningan di tengah kepenatan atau hiruk pikuk kota yang semrawut (misalnya ketika kita sedang berada di taxi saat  lalu lintas semrawut), membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa lelah.

Kedua, mendengarkan suara keheningan membantu kita untuk menyadari dan bersyukur bahwa kita memiliki telinga yang berfungsi dengan baik. Jarang sekali kita ingat bahwa kita memiliki organ-organ tubuh yang sedang bekerja untuk kita sepanjang hayat. Salah satu organ itu adalah organ pendengaran. Semua orang tahu bahwa telinga berguna untuk mendengar, namun tidak banyak yang  sesekali bersilaturahmi dengan telinga. Merasakan dan menyadari bagaimana telinga bekerja untuk kita. Saat kita mendengarkan suara keheningan, barulah kita sadari ternyata telinga bukan hanya  bekerja mendengarkan informasi semata, namun juga di tingkat yang lebih tinggi, yakni mengantarkan ketenangan, rasa kedamaian dan kebahagiaan jiwa.

Ketiga, mendengarkan suara keheningan juga sangat membantu kita dalam melakukan perjalanan hati, perasaan dan pikiran ke dalam diri sendiri  atau merefleksi diri ataupun sebelum melakukan meditasi. Suara keheningan dengan cepat akan membantu kita untuk focus dan melakukan koneksi dengan diri sendiri maupun dengan alam semesta.

Keempat, mendengarkan suara keheningan sebelum memanjatkan doa merupakan hal yang sangat membantu kita untuk mendapatkan kekhusukan doa. Suara keheningan membuat kita menjadi lebih tenang dan focus. Dan sesungguhnya, para ahli agama dan orang tua kita banyak yang telah mengetahui hal ini. Di sini saya memberikan contoh beberapa hal yang saya tahu di sekitar saya saja.

Saya bukan ahli bahasa, namun saya tertarik dengan kalimat “ Mengheningkan Cipta”  saat dalam acara atau upacara tertentu waktu jaman sekolah dulu kita diminta oleh instruktur upacara untuk berdoa sejenak. Mengapa seringkali ada kalimat kita diminta untuk  “Mengheningkan Cipta”  saat kita akan berdoa ya? Sebelumnya saya tidak pernah memikirkan hal ini, namun sekarang setelah lebih sering mendengarkan suara keheningan itu, sedikit demi sedikit saya mulai memahami, mengapa kita disuruh mengheningkan cipta. Menurut saya, karena orang pertama yang menggunakan istilah ‘mengheningkan cipta’ itu tentu tahu bahwa berdoa akan lebih khusuk jika kita berada dalam keadaan hening. Kita diminta untuk merasakan keheningan saat berdoa, walaupun saat itu kita sedang mengikuti upacara bendera di tengah-tengah lapangan kabupaten yang dikiri kanannya kendaraan padat berlalu lalang. Lalu kata “hening’ itu sendiri berakhir dengan ‘ing’. Sesuatu yang memang kita dengar saat hening. Jadi dalam pikiran saya hening sendiri memang merefleksikan suara iiing yang panjang dan berulang-ulang itu.

Di Bali, kita mengenal hari Nyepi. Hari dimana semua penduduk  melakukan brata penyepian. Tidak melakukan aktifitas pekerjaan sehari-hari, tidak menyalakan api, tidak bepergian dan  melakukan puasa. Lalu apa yang bisa dilakukan saat hari Nyepi di Bali? Meditasi. Meditasi merupakan aktifitas yang baik dan banyak dilakukan saat hari Nyepi. Mengapa kita bermeditasi saat hari raya Nyepi?. Karena hari Nyepi membawa kita kembali ke titik nol. Saat yang sepi. Saat yang kosong dan hening. Dimana kita bisa kembali merasakan alam seperti apa adanya. Tanpa listrik dan hiburan. Saatnya kita bisa dengan mudah mendengarkan sura “iiing” yang panjang dan berulang ulang, yang membantu kita lebih mudah melakukan doa dan meditasi.

Contoh yang lain adalah (lagi-lagi saya ambil di Bali), saat umat melakukan persembahyangan bersama, pemimpin upacara/pendeta akan membantu mengantarkan umat untuk melakukan persembahyangan dan doa agar lebih khusuk dengan bantuan suara genta, yang bunyinya adalah “ iing iing iing… dstnya berulang-ulang. Suara genta menirukan suara keheningan. Karena pada faktanya, memang tidak semua orang mampu mendengarkan suara keheningan dengan mudah dimanapun dan kapanpun. Dengan suara  genta yang didengar umat saat berdoa, pendeta telah memberi bantuan dan mengantarkan  umat untuk lebih focus dan khidmat dalam melakukan persembahyangan.

Kelima, melatih diri untuk selalu mendengarkan suara keheningan dalam waktu yang panjang, juga memberi kita kebahagiaan. Karena kita menjadi lebih merasakan kedamaian dan ketentraman hati.  Lebih mampu berterimakasih dan bersyukur. Lebih mudah mengatasi masalah karena lebih tenang dan  lebih mampu berpikir dengan lebih jernih untuk memecahkan masalah & mendapatkan kebahagiaan jiwa kita.

Bagaimana Caranya Mendengarkan Suara Keheningan.

Saya rasa setiap orang pasti pernah mendengarkan suara keheningan, namun tidak setiap orang ingat atau  menyadari bahwa ia sedang mendengarkannya. Suara keheningan  sebenarnya bisa kita dengarkan kapan saja dan dimana saja jika kita mau, namun memang lebih mudah terdengar  saat kita sedang sendirian dan dalam keadaan sepi.

Untuk mendengarkan suara keheningan bagi yang baru ingin memulai cukup mudah. Mula mula yang perlu kita lakukan adalah hanya dengan memanfaatkan kesempatan saat kita sedang berada sendirian di dalam suatu ruangan. Di kamar tidur saat menjelang tidur, di dapur saat mempersiapkan diri untuk memasak, di ruang kerja saat jam istirahat siang atau bahkan di kamar mandipun bisa. Saratnya kita harus seorang diri, karena bila ada orang lain, sebagai pemula kita akan cenderung berbicara dan mendengarkan orang di sebelah kita. Tutuplah mata kita dan berkonsentrasilah hanya pada pendengaran kita. Carilah suara iing yang panjang dan berulang ulang, serupa dengan suara jangkrik yang banyak namun lemah. Begitu saja. Sederhana. Jika baru mulai, tidak perlu berlama lama. Semampunya kita saja.

Lakukanlah sesering mungkin, maka semakin lama telinga kita akan semakin peka dan mudah mencarinya. Jika kita sudah terbiasa mencarinya, maka dengan mudah kita bisa menemukannya. Kapanpun dan dimanapun jika kita mau dan membutuhkannya. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, misalnya saat kita sedang ‘bad mood’ , lagi bête sama seorang teman, atasan atau bawahan kita di kantor, maka untuk menetralisir perasaan bête itu, kita bisa mendengarkan suara keheningan sejenak di kantorn, bahkan di ruang rapat yang ramaipun lalu membiarkan rasa amarah itu menguap pergi dari diri kita. Bilapun rasa marah itu masih tersisa, maka jumlahnya tidak akan sebanyak jika kita tidak berusaha melakukan upaya penenangan diri. Mengontrol emosi seperti ini saya rasa cukup penting dilakukan , terutama bagi yang memiliki penyakit tertentu – misalnya tekanan darah tinggi. Emosi yang terkontrol membantu kita dengan lebih mudah mengelola penyakit kita sendiri. Beberapa kali saya melakukan percobaan pengontrolan diri ini, memang saya dapatkan hasilnya sangat nyata antara bila kita coba menenagkan diri dengan mendengarkan suara keheningan dengan tidak melakukan itu. Sangat berbeda.

Atau jika kita sedang sedih dan kecewa karena tidak diterima di sekolah maupun kantor favorit kita, walaupun teman teman di sebelah kita bersorak sorai merayakan kesuksesannya, bila sudah terbiasa dan mau,  maka dengan mudah kita bisa menemukan suara keheningan itu.

Nah kita bisa melakukan ini kapan saja dan di mana saja. Untuk praktek sehari hari yang paling mudah adalah saat mejelang tidur di malam hari. Bisa kita lakukan di tempat tidur. Kita dengarkan suara keheningan sebelum berdoa, lalu ucapkan syukur dan terimakasih atas apa yang telah dianugerahkan terhadap diri kita hari ini, memohonkan maaf jika ada kekeliruan pikiran, perkataan maupun perbuatan kita, mendoakan kebaikan dan kebahagiaan orang orang yang kita cintai dan seterusnya. Jika kita sudah merasa cukup dan siap untuk tidur, lalu kita dengarkan kembali suara keheningan, tersenyumlah dan rasakan diri menjadi lebih santai, ringan dan mengambang dalam kepasrahan. Esok pagi kita akan bangun dengan lebih damai, tenang dan bahagia.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s