Daily Archives: January 13, 2011

Chicken Clear Soup…Alias Soto Ayam Ala Jineng

Standard

Pada suatu siang seorang teman yang berkewarganegaraan Inggris mengatakan kepada saya bahwa ia paling menyukai salah satu masakan asli Indonesia yakni Chicken Clear Soup. Sebagai warga Negara Indonesia, tentulah saya sangat  bangga akan hal itu. Wah.. lumayan nih, ada lagi yang menyukai masakan Indonesia! Segera saya tersenyum senang sambil diam diam  bertanya-tanya dalam  hati, makanan apakah itu gerangan yang bernama Chicken Clear Soup – kok rasanya tidak pernah dengar. Jangan-jangan itu makanan Malaysia atau Thailand atau negara Asia lainnya yang salah sebut.

Kebetulan saat itu memang jam makan siang dan kami akan makan di restaurant yang menyediakan berbagai jenis masakan termasuk di dalamnya masakan Indonesia. Lalu ia menunjuk ke salah satu pojok di restaurant itu yang menyediakan Chicken Clear Soup. Alamaaak!!!. Rupanya yang berjudul Chicken Clear Soup itu ternyata adalah Soto Ayam. Iya, soto ayam yang sehari-hari kita masak di rumah di dapur kita itulah yang rupanya bernama Chicken Clear Soap. Jadi memang tidak salahlah kalau saya tadi berbangga hati, karena Chicken Clear Soup alias Soto Ayam itu memang benar masakan Indonesia asli. Yah.. mungkin sang pemilik restaurant sengaja memberi nama itu untuk memudahkan orang asing memahami jenis makanan apa yang sedang dipesannya itu. Judul Cicken Clear Soup jelas lebih mudah dimengerti oleh mereka yang tidak berbahasa Indonesia ketimbang Judul Soto Ayam.

Soto Ayam banyak ragamnya di Indonesia  namun di sini saya ingin berbagi bagaimana kami biasanya menyiapkan Soto Ayam alias Chicken Clear Soup itu menu  sehari-hari di rumah.

Bahan utama yang perlu disiapkan adalah, ayam, telor rebus, tauge kacang ijo, soun yang telah direndam air panas, irisan kol. Untuk bumbu, diperlukan bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, daun salam, kemiri, jeruk nipis, garam, sedikit lada/merica dan ketumbar. Untuk taburan diperlukan Kacang goreng (bisa kacang Bali, kacang tanah goreng, kacang kedelai goreng, biji kacang panjang goreng, dsb), irisan daun bawang dan seledri. Sambal & kerupuk buat tambahan, bagi yang suka.

Cara membuatnya cukup mudah, pertama ulek bumbu untuk kuah soto yakni bawang merah, bawang putih, lengkuas, merica, ketumbar, kemiri, jahe, kunyit & garam hingga halus.  Kemudian rebus ayam  sudah dipotong & dibersihkan dalam panci beserta bumbu yang sudah diulek halus dan daun salam (kita bisa meminta tukang ayam langsung membersihkannya). Setelah matang, angkat ayam dari dalam panci dan tinggalkan kuah rebusannya untuk kuah soto.

Goreng dada dan paha ayam hingga kekuningan, lalu suir suir dan tempatkan dalam piring.  Rebus telor ayam, lalu potong potong persegi. Rebus juga soun dan tauge, lalu tiriskan dan tempatkan masing masing dalam piring. Kol mentah dicuci lalu diris tipis tipis.

Untuk menyajikannya, masukkan dan atur semua bahan (soun, tauge,irisan kol, ayam suir, potongan telor), lalu siram dengan kuah soto yang panas. Taburkan irisan seledri, kacang dan daun bawang, tambahkan perasan jeruk nipis. Bagi yang suka pedas boleh menambahkan sambal. Sajikan dalam keadaan panas.

Tembang Bali = Iring Iring Silak Siluk (Sekar Madya)= Lyrics

Standard

Tembang  Bali =  Iring Iring Silak Siluk (Sekar Madya)= Lyrics

Iring –iring silak siluk.

Awan ikang menggah.

Miyata di dukuh rame.

Ingambal-ambalang watu.

Cara carannya abra murub.

Kang katingalan asri.

Tahen kencana ngrembun.

Ronnya nuntun aneng lemah.

Parijata angreronce.

Wunga tambang, wunga wari.

Ajajar lan andong ijo.

Sulasih miyana ijo.

Maduluran bayem luhur.

Melok- melok ana bang, ana putih.

Angraras tinon.

Tembang ini saya pelajari saat saya kecil dari seorang kompyang (nenek buyut) saya yang bernama Jero Nengah Pande,  yang di kemudian hari ayah saya membantu  mengajarkan saya untuk menyempurnakan cara menembangkannya agar lebih halus. Sebenarnya saya tidak tahu persis, apakah benar tembang ini masuk ke dalam kategori Sekar Madya. Karena yang jelas, ini bukan Sekar Rare, bukan Sekar Alit dan bukan pula Sekar Agung. Saya hanya mengira-ngira saja  dengan menggunakan logika dari kontennya. Barangkali jika ada rekan-rekan yang lebih tahu, bisa membantu memperbaiki pengetahuan saya tentang tembang ini saya akan sangat berterimakasih.

Karena tembang ini menggunakan Bahasa Bali Kuno, saya hanya menangkap sebagian saja dari arti lyrics lagu ini.  Beberapa kata-katanya juga sebenarnya saya tidak mengerti. Namun kurang lebih, tembang ini menceritakan tentang sebuah tempat yang sangat indah, terang dan ramai namun terlihat sangat asri. Pohon pohon emas tumbuh subur, daunnya menjuntai hingga ke tanah, buahnya banyak berjuntai juntai, bunganya pun sungguh indah. Tanaman hiasnya pun sangat banyak, ada pohon andong hijau yang indah, pohon sulasih, pohon miyana yang daunnya berwarna warni , kembang bayam raja serta bunga melok melok baik yang merah maupun putih semuanya ada, sehingga keseluruhan tempat bak taman bunga itu sangat memukau mata yang memandangnya.

Sedikit cerita mengenai  awal mulanya saya mulai menyukai tembang Bali.

Saat itu ayah saya mengajak saya  dan kakak serta adik-adik saya untuk membantu memanen kopi di ladang di sebuah desa kecil bernama Alis Bintang, di wilayah Kecamatan Susut, Bangli. Ladang itu terletak di dekat jurang. Saat itulah saya mendengarkan sebuah tembang yang dinyanyikan dengan sangat indah sekali dari seberang jurang. Suara penembang itu benar-benar indah serasa seperti  suara peri yang diterbangkan angin. Para pemetik kopi mengatakan, itu suara seorang pencari kayu bakar yang juga sekaligus berprofesi sebagai pregina  arja (seniman tari/teater traditional Bali).  Sungguh ia sangat menguasai bagaimana mengatur nafas dengan baik, memenggal kata demi kata dan membuat cengkok lagu dengan sempurna. Setelah dewasa dan saya mendengarkan suara indah luar biasa dari penyanyi  Sarah Brightman , saya jadi sering teringat akan suara pregina itu. Kedua seniman itu mendapat tempat yang sama baiknya di hati saya. Namun  saya  mulai berpikir – berapa banyak lagikah generasi muda di Bali saat ini yang masih mencintai tembang Bali? Kalau suatu saat  saya duduk duduk lagi di tepi jurang,  apakah saya masih akan mendengar suara tembang dari seberang jurang? Semoga pikiran saya yang  terlalu berlebihan.

Impatiens… Si Kembang Pacar Air

Standard

Bagi yang hobby jalan-jalan menyusuri alam ataupun ke pedesaan, mungkin ada yang pernah memperhatikan bunga bunga cantik yang bermekaran di pinggir kolam atau bahkan di pinggir got? Banyak yang bertanya-tanya, bunga apakah itu dan mengapa ia tumbuh sedemikian mudah tanpa perlu perawatan di alam liar?

Bunga itu bernama Kembang Pacar Air atau bila di tukang bunga, namanya berubah menjadi Impatiens. Bernama Impatiens, barangkali karena tukang bunga yang membiakkannya dari biji yang dibeli di toko (biasanya imported) membacanya dari nama yang tertulis di kemasan bijinya tanpa pernah tahu namanya dalam bahasa Indonesia. Tanaman ini sangat serupa dengan tanaman Balsam atau apa yang dikenal di Indonesia dengan nama Bunga Pacar Cina, atau Bunga Pancar Galuh.

Bunganya berwarna warni dan sangat mudah tumbuh sepanjang tanah tempatnya tumbuh mengandung banyak humus. Sangat cocok ditanam untuk menghiasi pinggiran kolam, atau di tanah dekat teratapan air. Karena sesuai dengan namanya Kembang Pacar Air, tanaman ini sangat menyukai air.

Menanamnya sangat mudah, kita cukup mengambil biji-bijinya yang sudah tua (anak-anak biasanya sangat suka memetik buah tanaman ini, karena bila buahnya yang tua disentuh sedikit saja, langsung meledak, bijinya keluar dan kulit buahnya bergulung dengan cepat. Salah satu mekanisme penyebaran biji alami yang sangat baik.  Biji-biji langsung ditabur di tanah yang berhumus, dalam beberapa hari kita akan bisa melihat banyak anakan yang tumbuh.

Kita langsung bisa memindahkan anakan  yang sudah memiliki  4-5 lembar daun dengan aman ke tempat yang kita inginkan yang sebelumnya telah diberi humus. Pastikan tanaman ini mendapatkan air yang cukup, namun jangan sampai tergenang untuk menghindari busuk batang.

Beberapa jenis Impatiens sebenarnya juga bisa kita tanam dengan cara memisahkan batangnya yang memiliki sedikit akar udara (akar udara kadang-kadang bisa kita temukan di pangkal cabang tanaman ini. Saya pernah mencobanya beberapa kali dan berhasil.

Tumbuhan ini cepat berbunga.Dalam hitungan kurang dari sebulanpun kadang telah mampu berbunga.Bunganya cukup indah dan meriah. Berwarna warni, mulai dari merah, jingga, merah tua, lembayung, merah muda, jingga pucat (peach), pink pucat dan beberapa tahun yang lalu pun saya pernah sempat memiliki yang berwarna putih. Warna warni yang cerah dari bunga pacar air ini mengundang banyak kupu-kupu datang, sehingga bagi penggemar kupu-kup, menanam tanaman ini sangatlah menguntungkan.

Impatiens juga sangat baik di tanam bersama tanaman hias lainnya atau dikombinasi dengan ornament hiasan taman lainnya. Saya melihat bagaimana rumpun impatiens yang berwarna warni ini sangat cantik  bersama sebuah patung angsa digunakan untuk menghias taman sebuah restaurant ikan di daerah Sukabumi.