Impatiens… Si Kembang Pacar Air

Standard

Bagi yang hobby jalan-jalan menyusuri alam ataupun ke pedesaan, mungkin ada yang pernah memperhatikan bunga bunga cantik yang bermekaran di pinggir kolam atau bahkan di pinggir got? Banyak yang bertanya-tanya, bunga apakah itu dan mengapa ia tumbuh sedemikian mudah tanpa perlu perawatan di alam liar?

Bunga itu bernama Kembang Pacar Air atau bila di tukang bunga, namanya berubah menjadi Impatiens. Bernama Impatiens, barangkali karena tukang bunga yang membiakkannya dari biji yang dibeli di toko (biasanya imported) membacanya dari nama yang tertulis di kemasan bijinya tanpa pernah tahu namanya dalam bahasa Indonesia. Tanaman ini sangat serupa dengan tanaman Balsam atau apa yang dikenal di Indonesia dengan nama Bunga Pacar Cina, atau Bunga Pancar Galuh.

Bunganya berwarna warni dan sangat mudah tumbuh sepanjang tanah tempatnya tumbuh mengandung banyak humus. Sangat cocok ditanam untuk menghiasi pinggiran kolam, atau di tanah dekat teratapan air. Karena sesuai dengan namanya Kembang Pacar Air, tanaman ini sangat menyukai air.

Menanamnya sangat mudah, kita cukup mengambil biji-bijinya yang sudah tua (anak-anak biasanya sangat suka memetik buah tanaman ini, karena bila buahnya yang tua disentuh sedikit saja, langsung meledak, bijinya keluar dan kulit buahnya bergulung dengan cepat. Salah satu mekanisme penyebaran biji alami yang sangat baik.  Biji-biji langsung ditabur di tanah yang berhumus, dalam beberapa hari kita akan bisa melihat banyak anakan yang tumbuh.

Kita langsung bisa memindahkan anakan  yang sudah memiliki  4-5 lembar daun dengan aman ke tempat yang kita inginkan yang sebelumnya telah diberi humus. Pastikan tanaman ini mendapatkan air yang cukup, namun jangan sampai tergenang untuk menghindari busuk batang.

Beberapa jenis Impatiens sebenarnya juga bisa kita tanam dengan cara memisahkan batangnya yang memiliki sedikit akar udara (akar udara kadang-kadang bisa kita temukan di pangkal cabang tanaman ini. Saya pernah mencobanya beberapa kali dan berhasil.

Tumbuhan ini cepat berbunga.Dalam hitungan kurang dari sebulanpun kadang telah mampu berbunga.Bunganya cukup indah dan meriah. Berwarna warni, mulai dari merah, jingga, merah tua, lembayung, merah muda, jingga pucat (peach), pink pucat dan beberapa tahun yang lalu pun saya pernah sempat memiliki yang berwarna putih. Warna warni yang cerah dari bunga pacar air ini mengundang banyak kupu-kupu datang, sehingga bagi penggemar kupu-kup, menanam tanaman ini sangatlah menguntungkan.

Impatiens juga sangat baik di tanam bersama tanaman hias lainnya atau dikombinasi dengan ornament hiasan taman lainnya. Saya melihat bagaimana rumpun impatiens yang berwarna warni ini sangat cantik  bersama sebuah patung angsa digunakan untuk menghias taman sebuah restaurant ikan di daerah Sukabumi.

9 responses »

  1. terima kasih infonya mba..sudah lama saya ingin tau nama tanaman ini yg byk dijual di tukang bunga, krn bunga ini jg cantik jadi tanaman gantung. untung ada tukang kebun ibuku yg tau nama tanaman ini, jadilah saya browsing utk cari info cara memelihara tanaman ini, sampai saya nemu blog mba.🙂

  2. Selamat pagi Mbak Sri Andani…saya suka baca baca blog Mbak yang bagus,penuh bunga..:D Baca artikel impatiens /pacar air ini sampe bikin saya keinget masa kecil kalau liburan ke rumah nenek atau lagi naik gunung. Di Jakarta jarang yang jual ya Mbak, belum nemu, tapi di Taman Bunga Nusantara saya menenmukan di area bursa bunga, dijual di pot gantung seharga 15ribu satunya, yang sedang mengembang indah. Akhirnya beli dua deh pink dan merah, hehe.. Kata yang jual, pacar air punya dia, bibitnya dariThailand, beda dengan yang banyak tumbuh liar di sepanjang jalan ciawi,puncak,cipanas yang saya lewatin, haduhh malah saya pengen nyabut yang tumbuh lokal di pinggiran jalan, kayaknya lebih bandel dibanding pembibitan dari green house, sayang ga bawa sekop :p
    Mbak boleh nanya ya, mbak menanam impatiens /pacar air ini ga? Bunga yg biasa di dataran tinggi ini , bisa tumbah di Jakarta ga ya…saya gemes aja beli, tapi takut ga numbuh…Makasih banyak ya Mbak…

    • ha ha..iya bener banget. Kalau ngelihat bunga impatiens yang banyak tumbuh di pinggirjalan/tepi got sepanjang ciawi, puncak, cipanas, rasanya pengen nyabutin dan angkut bawa ke rumah ya. Saya juga sering terpikir itu he he.

      Saat ini saya sedang tidak menanam Impatiens di Jakarta, tapi ada sedikit di Sukabumi. Impatiens lebih mudah tumbuh di daerah sejuk, namun bisa ditanam & berbunga di Jakarta dengan sedikit tambahan perhatian. Setuju bahwa Impatiens lokal memang jauh lebih tahan dibandingkan yang import, tapi yang import pun sebenarnya bisa. Saya pernah menanam yang varietas import beberapa tahun yang lalu. Cukup subur dan rajin berbunga. Tapi kita mesti benar-benar perhatikan tempatnya tumbuh. Idealnya di bawah pohon penaung atau di dekat kolam, tapi jangan di tempat yang terlalu basah (kalau yang varietas lokal sih nggak apa-apa ditanam dekat sekali dg kolam, tapi yang import agak rentan terhadap pertumbuhan jamur yang menyebabkan busuk akar – menjalar menjadi busuk batang, yang akhirnya membuat tanamn mati). Sebaiknya dijaga keseimbangan antara cahaya matahari yang diterima dengan kelembaban tanahnya. Jangan terlalu basah, dan jangan pula sampai mati kekeringan.

      Impatiens lokal juga sbenarnya cantik-cantik dan banyak jenis warnanya. Menanamnya juga mudah. Dari biji atau bisa juga dari split batang yang pangkalnya sudah mulai ada tonjolan akar.

      BTW, thanks banget Mbak Sherry sudah mampir ke blog saya.

      • Mbak makasih ya jawabannya, jadi semangat mau nyabut, eh salah, jadi semangat mau merawat dan beli lagi impatiens hehehehe lokal maupun bibit import. Iyah aku sudah taruh di tempat yang ternaungi, trus kalau panas terik, aku masukin aja ke rumah..makasih infonya yah….*pelukciummbakSriAndani*😀
        Sekarang mau liat liat lagi bunga di taman mbak Sri Andani lagi ahh….

      • nice post Mbak, saya penggemar impatiens, saya mempunyai beberapa koleksi warna (putih, jingga, merah, ungu, oranye dan kuning) malah ada yang saya bawa langsung dari mentawai (bunga merah tua dan tangkai agak ungu) dan dari Toraja (bunga warna orange), betul sekali impatiens memang senang dinaungi dan sepertinya sangat menderita kalau langsung terkena panas siang hari. Impatien tumbuh baik di lingkungan 300 meter diatas permukaan latu (DPL) atau lebih, untuk di Jakarta (dibawah 100 meter DPL)) agak repot kecuali mendapatkan perhatian khusus …seperti yang dilakukan Mbak Sherry.. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s