Topeng Monyet Yang Manggung Di Depan Rumah Pagi Ini…

Standard

Pagi ini Kelompok Topeng Monyet melintas di jalan di depan rumah saya. Saat yang bersamaan, anak-anak  keponakan saya yang masih balitapun lewat digendong susternya. Mereka ingin nonton topeng monyet. Lalu saya mintalah kelompok itu untuk manggung di depan rumah. Anak saya ikut keluar menonton. Demikian juga beberapa orang tetangga. Kelompok topeng monyet terdiri atas pemain music sederhana yang terdiri dari alat music traditional gangsa (gamelan) dan drum, seorang pawang monyet dan monyet itu sendiri beserta peralatannya. Upahnya 20 ribu rupiah untuk sekali manggung yang berdurasi kurang lebih setengah jam.  Ning  nong ning nong drungg dung dung dung.. maka beraksilah sang monyet dengan dikendalikan oleh pawangnya. Anak-anak senang dan bertepuk tangan riang.

Sesaat saya agak merasakan nyeri di hulu hati saya, saat melihat monyet itu ditarik-tarik ke sana kemari dengan menggunakan rantai besi  oleh pawangnya untuk mengendalikan. Adduhhh, .. tak ada peri kebinatangan tercermin jika melihat kita sepotong adegan ini. Namun kemudian saya agak terhibur, karena melihat bahwa monyet ini sesungguhnya tidak terlalu merasakan sakit ketika ditarik, karena rupanya ia sudah sangat terlatih .  Hentakan sedikit saja pada tali pengikatnya telah memberikan kode bagi sang monyet yang bisa ia tangkap untuk segera merespon perintah itu dengan baik. Jadi tidak ada unsur paksaan yang mengakibatkan rasa sakit  ataupun cidera pada binatang yang pintar itu. Mulai dari memakaikan topengnya sendiri, dan menunjukkan muka bayi yang polos, jumpalitan, naik sepeda motor, tarik gerobak , menirukan gerakan sholat, dsb semua bisa ia lakukan dengan sangat baik. Anak-anak takjub. Seseorang anak bertanya “Bagaiman ya caranya, kok monyet itu bisa sepintar itu?”

Jawabannya tak diragukan lagi, kita semua pasti sudah tahu. Latihan! Ya, latihan yang rajin. Itulah sebabnya ia trampil.

Monyet, primate yang secara anatomi dan fisiologi sangat dekat dengan kita manusia, memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah dari manusia.  Namun bisa kita lihat, ia bisa menjadi sangat terampil karena ia dilatih setiap hari untuk melakukannya.Wah mengingat itu, saya langsung teringat pada diri saya sendiri. Kenapa ya  saya jarang melatih ketrampilan saya.  Saya bukan tidak tahu jawabannya, bahwa agar kita trampil di bidang apa saja , maka kita perlu banyak berlatih. Namun saya jarang memikirkan ini dan menyadari kegunaannya. Topeng monyet ini setidaknya mengingatkan saya akan hal itu.

Bagaimana jika kita  manusia yang memiliki kapasitas otak jauh lebih besar  melakukan latihan setiap hari? Konon otak manusia memiliki kapasitas sebesar 1,000,000,000,000,000 bytes. Entah berapa besarnya itu tak terbayangkan oleh saya. Saya membayangkan, dengaan kapasitas yang sebesar itu dan jika kita latih kemampuan kita setiap hari dengan tekun, tak diragukan lagi hasilnya pasti luar biasa. Nah, sekarang soal kapan kita mau melakukan latihan latihan itu dengan tekun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s