Mengajak Anak Melukis..

Standard

Menggambar & Melukis merupakan salah satu kegiatan anak-anak yang menyenangkan. Hampir semua anak menyukainya . Selain memberi keasyikan  tersendiri bagi anak-anak, juga memberi manfaat yang positive terhadap perkembangannya ke depan. Walaupun banyak diantara kita sebagai orangtua merasa tidak memiliki keahlian melukis, tidak menjadi masalah. Kita bisa melukis dan mencorat coret apa adanya tanpa beban. Toh tetap saja mengajak anak melukis merupakan kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama anak-anak untuk mengisi waktu luang dan sekaligus menikmati banyak manfaat positive yang diakibatkannya. Coba saja melukis dengan media yang tersedia di rumah. Bisa juga kita  ajak anak-anak  ke tempat-tempat pameran dimana ada aktifitas melukis pakaian sendiri ataupun lomba lukis. Kalah menang tak masalah, yang penting anak-anak senang.

Melukis adalah mengekspresikan pikiran. Anak-anak sering memiliki pikiran-pikiran yang sangat baik dan cerdas. Yang jika kita orang dewasa  mampu menangkap jalan pikirannya,  kita menjadi sangat takjub karenanya. Anak-anak bisa memikirkan sesuatu yang ia tangkap dari melihat suasana saat kita ajak jalan ke kota lain. Atau ke tempat wisata, ke restaurant, ke pasar, ke mall, ke taman, ke sungai, dsb. Bahkan saat ia menonton TV atau CD, atau di sekolah dan sebagainya.

Melukis juga adalah menterjemahkan perasaan. Warna merupakan alat penterjemah yang sangat baik. Entah bagaimana caranya,  anak-anak ternyata mampu menterjemahkan perasaannya ke dalam lukisan dengan cukup baik  tanpa pernah kita ajarkan. Walaupun terkadang kita melihat penggunaan warna-warna yang ajaib dan bertabrakan, namun secara keseluruhan kita selalu melihat ada rasa yang tertuang di sana. Kadang ada gambar sapi yang berwarna biru, atau laut yang berwarna kuning dan sebagainya. Kebanyakan mencerminkan rasa yang senang dan bahagia. Sehingga ketika kita melihatnyapun kita jadi ikut merasakan perasaan bahagia itu.

Melukis adalah menitipkan selera. Lukisan juga memberi  ruang bagi seseorang untuk menitipkan seleranya dengan baik. Termasuk bagi selera anak-anak. Dalam sebuah lukisan anak-anak, kita tetap masih bisa melihat adanya selera di sana, walaupun orang bilang bahwa anak-anak itu masih polos dan lugu. Anak anak memiliki kecenderungan untuk menggambar apa yang diangapnya keren untuk jamannya. Tentunya hal ini sangat dipengaruhi oleh teman-teman dalam lingkungan pergaulannya baik di rumah maupun di sekolah, acara yang ia lihat di televisi ataupun tempat-tempat yang pernah ia kunjungi saat diajak orangtuanya.

Melukis adalah mewujudkan impian dalam kanvas. Seringkali seseorang memiliki impian-impian yang indah,  namun hanya ia sendiri yang tahu dalam khayalannya. Seniman lukis menterjemahkan impian dan khayalannya dalam kanvas. Sehingga orang lain bisa melihat.  Mengajak anak melukis, membuat ia mewujudkan dunia khayalnya dengan lebih baik. Misalnya jika dewasa ia ingin memiliki rumah yang bagus, atau ia ingin menjadi dokter dan sebagainya.

Melatih kreativitas. Melukis sangat memberi kebermungkinan untuk menciptakan berbagai macam bentuk tanpa batas mulai dari garis, kotak, persegi,  hingga lingkaran.Juga campuran warna yang beraneka ragam mulai dari mejikuhibiniu hingga hitam dan putih. Juga  idea dan cerita yang hadir dalam berbagai scenario, mulai dari yang masuk akal , sampai ke pemikiran lateral yang bahkan belum terpikirkan oleh orang dewasa. Misalnya saat melihat suasana banjir yang melanda Jakarta , seorang anak memikirkan cara menyelamatkan diri dengan cara naik ke atap rumah dan bersenang-senang diatasnya yang ia ekspresikan dalam salah satu lukisan crayonnya. Kita menjadi terkagum-kagum. Mungkin bukan pada komposisi warnanya ataupun pada keindahan bentuk yang ia hasilkan, namun lebih kepada pemikirannya bahwa banjir (yang tingginya sebenarnya hanya semata kaki) bisa ia khayalkan berpotensi akan setinggi rumah. Ddan ia memiliki gagasan  akan menyelematkan diri dengan cara berdiri di atap rumah sambil bersenang-senang.  Ia melihat banjir dengan  kacamata yang menyenangkan.  Saya  sering melihat adanya pemikiran-pemikiran genuine  & kreatif sejenis itu  pada banyak lukisan anak-anak. Gagasan-gagasan  yang tidak ada atau telah disingkarkan jauh-jauh dari lukisan orang dewasa.

Melatih kepekaan terhadap warna dan energy. Terekspose dengan berbagai warna, sesungguhnya terekspose dengan energy dan panjang gelombang yang berbeda yang mempengaruhi mood seseorang. Bermain dengan warna membuat anak-anak terbiasa memahami di alam bawah sadarnya bahwa warna-warna tertentu memberikan mood tertentu pada dirinya, sedangkan warna-warna lain memberikan mood yang berbeda lagi.

Memori dan Menghemat Biaya Dekorasi. Mengapresiasi hasil karya lukis anak dengan cara membingkai dan menggantungkannya di ruang tidurnya, akan memberikan memori indah dan kebanggaan akan  masa kecilnya  kelak saat ia dewasa. Selain itu juga menghemat biaya dekorasi kamar anak. Jadi jangan buang-buang hasil karya gambar/lukisan anak kita. Tangani serius, beri bingkai sesuai ukurannya dan manfaatkan untuk mendekorasi kamar-kamar yang relevant. Misalnya ruang tidurnya,  teras belakang tempat ia bermain dengan teman-temannya dan sebagainya.

Mari ajak anak melukis, walaupun kita tidak berharap anak kita akan  menjadi seniman yang menghasilkan karya lukis bagus yang bernilai ratusan jutaan rupiah, namun tetap saja melukis memberikan banyak hal-hal positif seperti yang  dipaparkan di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s