Tips Menghilangkan Sakit Kepala Secara Natural.. Belajar Dari Kura-Kura.

Standard

Saat menonton ulang film kanak-kanak ‘Finding Nemo”,  saya terkesan dengan adegan saat Marlin ayah Nemo dan temannya Dory, dibantu oleh sekawanan penyu laut yang bernama  Crush berenang menuju Sydney. Dari adegan itu, penonton diinformasikan bahwa umur Crush adalah 150 tahun!. Wow!!!. Saya sangat terkesan, bagaimana penyu laut bisa hidup dan berenang melintasi samudra sesehat dan seenergetic itu di usia ke 150?

Pada suatu kesempatan lainpun saya kebetulan pernah beruntung menemukan buku yang sudah usang dan lusuh namun sangat menarik di tukang loak, menceritakan tentang hal yang nyaris serupa. Buku menceritakan tentang kisah seseorang yang terjebak tak sengaja di dalam sebuah gua yang mendadak runtuh namun akhirnya bisa bertahan dan selamat hanya gara-gara meniru hal-hal yang dilakukan kura-kura yang kebetulan ia temukan ada di gua itu. Karena tak punya pilihan lain, maka ia  memperhatikan kura-kura itu. Kura-kura itu tidak melakukan apa-apa, tidak makan dan tidak minum, hanya memasukkan dan mengeluarkan kepalanya dari cangkangnya setiap hari tapi mampu bertahan hidup. Maka iapun menirukan gerakan kura-kura  dan ajaibnya iapun berhasil bertahan hidup hingga berbulan bulan kemudian ada orang yang membantunya mengeluarkannya dari gua itu!.

Saya tidak tahu kisah itu fakta atau dongeng, namun buat saya semua informasi itu sangat menggelitik. Bukan karena saya ingin hidup selama 150 tahun seperti penyu /kura-kura, tapi inspirasi yang diberikan oleh kura-kura itu ternyata dijadikan salah satu dasar dalam method penyembuhan diri sendiri (self-healing) oleh para ahli Tao di masa lampau.

Kebetulan sejak kecil saya  mengalami gangguan sakit kepala (umumnya  ringan, namun kadang kadang berat juga) yang hampir tak pernah berhenti sehingga  sakit kepala akhirnya seakan menjadi menu saya setiap hari. Saya tak pernah mengeluhkannya kepada orang lain. Saking setiap harinya saya mengalami sakit kepala, saya bahkan pernah mengira bahwa  semua orang mengalami  sakit kepala yang sama dengan saya setiap hari. Sampai kemudian saya mulai bersekolah dan tahu bahwa ternyata teman-teman saya yang lain, walaupun cukup sering mengalami sakit kepala, namun tidak setiap hari seperti saya. Saya tahu, sakit kepala ringan yang saya rasakan sebenarnya bisa diatasi dengan minum aspirin/obat analgesic dari dokter, tapi setelah obatnya hilang, tak lama kemudian sakit kepala muncul kembali.  Tentunya  saya tidak ingin mengkonsumsi obat setiap hari. Akhirnya saya biarkan dan toleransi saja sendiri. Kecuali jika memang sakit kepalanya tak tertahankan lagi, barulah saya ke dokter dan minum analgesic.  Setelah saya mencoba salah satu trik yang diceritakan dalam buku tua itu, sakit kepala harian saya benar-benar hilang!

Saya ingin share disini, karena saya pikir barangkali berguna bagi orang lain yang juga sering mengalami sakit kepala,  sangat mudah melakukannya dan sangat lefektif.

Saya tidak punya motivasi apa-apa selain motivasi untuk mencoba berbagi. Selain itu, saya pikir kebanyakan sakit kepala terjadi bila kepala kita & jaringan di dalamnya tidak mendapatkan supply oksigen yang baik, sehingga dengan melakukan exercise ini, diharapkan peredaran darah ke arah kepala membaik, dengan demikian supply oksigen juga membaik. Jadi buat saya sangat masuk akal dan natural,  bukan sesuatu yang bersifat aneh ataupun mistikal.

Caranya adalah dengan melakukan gerakan sederhana yang meniru gerakan kura-kura dengan step-step sebagai berikut:

1.       Duduklah di tempat yang nyaman (bisa dengan posisi bersila atau duduk di atas kursi biasa). Luruskan punggung dengan baik. Letakkan kedua tangan di atas lutut dan telapak tangan menengadah keatas.

2.       Tarik nafas panjang, masukkan udara dari hidung dan kembungkan perut sambil mendongakkan kepala/mengangkat dagu sejauh mungkin, hingga kepala menyentuh leher belakang kita. Saat menarik nafas panjang ini, perhatikan udara yang masuk melalui rongga hidung ke dalam rongga dada dan perut dan pertahankanlah sejenak sambil mengangkat kedua belah bahu setinggi mungkin mendekati telinga.

3.       Hembuskan nafas perlahan-lahan  sampai habis sambil mengempiskan rongga perut.

Ulangi gerakan ini beberapa kali, setiap kali sempat dan merasa membutuhkan. Tidak ada aturan main harus berapa kali sehari tau berapa lama.  Namun yang jelas, semakin sering melakukan, semakin lancar aliran darah ke kepala dan dengan sendirinya semakin lancar supply oksigen ke otak sehingga sakit kepalapun berkurang dengan drastic.  Latihan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, saat jam istirahat kantor, sedang menonton TV di rumah, menunggu bis di halte dan sebagainya.Tidak perlu harus menunggu sakit kepala untuk melakukan aktifitas ini, karena jika kita melakukannya saat sehat, justru sangat efektif untuk mencegah terjadinya sakit kepala sebelum terjadi. Sebagian orang berkomentar bahwa gerakan ini mirip gerakan  dalam Yoga. Mungkin saja. Karena Yoga pun memang memiliki banyak jenis gerakan yang tujuannya bukan saja untuk membantu meningkatkan hubungan dengan Sang Maha Pencipta, namun juga memberikan benefit kesehatan secara tidak langsung, tidaklah mengherankan jika ada yang mengamati bahwa  gerakan ini  sangat mirip.

Catatan:

1.       Jika pertama kali melakukannya saat sedang sakit kepala, sebagian orang bisa merasakan manfaatnya seketika, namun sebagian orang yang lain tidak langsung merasakan manfaatnya seketika itu juga. Variasi antar individu mungkin terjadi karena tingkat ketidaklancaran supply oksigen ke kepala yang berbeda pada tiap kondisi seseorang, selain juga perbedaan penyebab dari gangguan sakit kepala itu sendiri. Ada yang  sakit kepala karena flu, ada yang kelelahan, ada yang salah posisi tidur, ada yang karena hypertensi, ada yang karena hypotensi, ada yang karena asam urat, kolesterol, anemia dan sebagainya. Yang jelas, semakin rajin melakukan latihan semakin efektif kita bisa mengusir sakit kepala.

2.        Gerakan ini sangat efektif untuk menghilangkan sakit kepala biasa pusing karena flu, kelelahan, salah tidur, penat dsb. Tentunya jika anda mengalami sakit kepala karena faktor lain/penyakit yang serius, misalnya anemia yang berat, tumor di kepala dan sebagainya yang juga memberikan rasa sakit kepala yang hebat, mungkin gerakan kepala ini tidak cukup memadai, karena tetap membutuhkan bantuan /therapy lain dari dokter untuk menghilangkan penyebab utamanya.

3.        Tips lain, lakukanlah gerakan dengan penuh perasaan dan penghayatan, hati-hati dan perlahan dan jangan lakukan hentakan/gerakan mendadak yang terlalu keras yang sebaliknya bahkan mungkin mencederai otot anda sendiri.

13 responses »

  1. memang tidak ada pelajaran seperti ini dibangku kuliah ( fakultas kedokteran ) kalau boleh dikatago

    rikan termasuk ” preventive diagnose ” ataupun ” preventive therapy ” , cuma ada sementara kasus

    yang tidak masuk dalam katagori therapy – diagnose seperti ini . benang merahnya adalah ” physio

    logis atau fungsi fa’al ” dan kalau tidak salah memang hampir mirip gerakan yoga . suatu ulasan –

    yang menarik dalam menambah khasanah ” mensana en corpore sano ” nya mbakyu Ni Made Sri –

    Andani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s