Wild Fern, Memelihara Pakis Liar -Mengapa Tidak?

Standard

Wild Fern, Si Pakis Liar..

Suatu hari saat mengamati tanaman ‘Gelombang Cinta’ yang sempat merana karena terkena terik sinar matahari yang seharusnya  tak diperlukan, dan tak sempat kami urus –  saya mengamati ada sebuah tanaman pakis liar yang muncul disana. Hanya 2 batang daun dan seperti biasanya saya cenderung menganggapnya sebagai ‘gulma’ pengganggu tanaman hias lainnya yang harus dibersihkan.

Namun setelah saya perhatikan baik-baik bentuk daunnya, saya merasa terpesona olehnya. Daun pakis ini yang tadinya biasa biasa saja entah kenapa di mata saya tiba-tiba telihat  sangat cantik.  Bentuknya rapi panjang panjang dan langsing dengan ujung yang lancip. Mengapa saya harus membuangnya? Hanya karena ia berpredikat ‘liar’ dan belum pernah dibudidayakan oleh manusia sebagai tanaman hias? Sehingga ia tidak memiliki nilai jual? Sehingga ia tidak dianggap ‘keren’ oleh para pencinta tanaman yang rela mengeluarkan jutaan rupiahnya untuk tanaman eksotis lainnya? Saya merasa jawaban itu agak sedikit konyol. Seharusnya saya melihat segala sesuatunya dengan kacamata yang lebih natural. Apa adanya,  tanpa embel-embel status sosial  dan ekonomi.

Akhirnya saya putuskan untuk tetap memeliharanya. Satu persatu daunnya muncul dan tumbuh dengan subur. Kini ia telah memiliki beberapa batang daun dan terlihat cukup hijau untuk ditempatkan di salah satu sudut halaman.

7 responses »

  1. Pingback: FERN…the most beautiful leaves ever.. « nimadesriandani

  2. Pingback: Kadaka, Si Pakis Sarang Burung. « nimadesriandani

  3. Salam kenal ibu, saya dari Palangka Raya. Terima kasih kepada Ibu yang telah memposting tanaman ini yang mana akarnya bisa digunakan sebagai obat alternatif.
    Silakan mengunjungi blog saya untuk kelanjutan ceritanya😀

    • Pak Rudy, terimakasih banyak telah bersedia mengunjungi blog saya. Tadi saya sempat mengunjungi blog Bapak. Luar biasa! Fisika ya. Itu pelajaran yang menyenangkan. Saya jadi ingat akan guru fisika saya waktu SMA. Bagus, Pak. Saya pasti akan sering-sering mengunjungi Blognya Pak Rudy.

  4. Salam kenal bu, saya juga menyukai pakis liar, tadinya mereka tidak sengaja tumbuh di dinding kolam belakang rumah, lama2 saya malah berburu pakis liar di pohon2 dekat rumah ibu saya untuk saya jadikan penghias taman belakang yg daerahnya lembab dan sinar mataharinya kurang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s