Menerima Hadiah Dari Anak..

Standard

Mungkin diantara kita para ibu, sering menerima hadiah dari si kecil berupa hasil karya tangannya yang lucu. Hadiah mungkin berupa kartu ucapan, gambar atau lukisan hasil karyanya, kartu ucapan ulang tahun, origami, kerajinan tangan yang dibuat atas ide & kreatifitasnya sendiri maupun atas arahan ibu gurunya di sekolah, karangan bunga dan lain sebagainya. Sangat menyenangkan dan membuat kita terharu, bukan?  Ada bberapa hal yang mungkin perlu kita simak bersama jika kita mengingat tentang hadiah dari anak ini.

Bukan Soal Harga, Namun Soal Cinta dan Kasih Sayangnya Kepada Kita.

Jika kita perhatikan, hadiah yang diberikan oleh anak-anak kepada kita sering sekali hanya terbuat dari benda-benda yang murah dan secara ekonomi mungkin sangat rendah harganya. Misalnya bingkai foto  dengan gambar love dan amplop hias yang ia bikin sendiri. Atau mungkin perhiasan (gelang , kalung) dari lilin mainan ataupun dari pipa sedotan yang dipotong potong dan dirangkai dengan benang hingga membentuk perhiasan wanita. Atau hanya lipatan lipatan kertas yang membentuk burung bangau atau ikan. Dan sebagainya. Anak saya bahkan sering menghadiahkan bunga rumput liar yang dipetiknya dipinggir lapangan olah raga untuk saya.

Memang harganya tidak seberapa dan mungkin bahkan sangat murah sekali.  Namun bagi kita, mungkin bukan soal harganya, tapi nilai cinta dan kasih sayang serta perhatian yang diberikan oleh anak kita itulah yang merupakan hal yang paling membanggakan dan tak bisa tergantikan nilainya dengan uang. Jadi jangan pernah abaikan hadiah ini, walaupun nilai ekonomisnya tidak seberapa. Gunakanlah sebaik-baiknya di saat atau tempat dan suasana yang memungkinkan. Jika tidak, simpanlah dengan baik.

Menghargai dan menyimpan dengan baik hasil karya anak, bukan saja membuat anak merasa dihargai dan diterima namun sekaligus juga akan membuatnya bangga dan meningkatkan rasa kasih sayangnya pada kita.

Bukan Soal Kwalitasnya, Namun Ketulusan Hatinya.

Namanya buatan anak-anak, secara umum kwalitasnya tentu belum sebaik kwalitas yang dibuat orang dewasa (walaupun banyak anak-anak yang juga mampu menciptakan sesuatu dengan kwalitas yang membuat kita tercengang saking baiknya. Seringkali saya perhatikan, jika anak-anak membuat sesuatu untuk orangtuanya, mereka benar-benar mencurahkan perhatiannya penuh pada usahanya sejak awal hingga akhir. Walaupun kita tahu, guntingannya mungkin agak miring sedikit atau bergelombang, warnanya mungkin kurang rata dan belang belontang. Namun karena mereka melakukannya dengan sepenuh hati, maka kita bisa merasakan getaran kasih sayang yang tulus dari dalam hati anak-anak itu kepada kita. Lihatlah matanya yang berbinar-binar saat memberitakan bahwa ia punya sesuatu yang istimewa untuk kita. Lihat pula indahnya cahaya matanya saat menyerahkan hadiah itu untuk kita. Jadi disini bukan soal kwalitasnya, namun ketulusan hatinya.

Bukan Soal Hasilnya, Namun Proses Pembelajarannya.

Hal lain yang perlu kita hargai juga adalah proses pembelajarannya. Lihatlah bagaimana mereka berpikir, akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk ibunya. Wanita yang telah melahirkannya. Mereka memikirkan idenya dan cara eksekusinya dengan baik – bahannya apa saja, darimana mendapatkannya, bentuknya seperti apa, warnanya apa, dsb). Anak-anak belajar cepat dengan cara meniru orang dewasa dan mencari pengalamannya sendiri. Membuat sesuatu, bagi anak sama dengan melatih kreatifitas yang memberi peualangan alam pikir.  Latihan berkreasi  yang akan sangat berguna kelak dalam menjalani kehidupannya yang masih panjang. Untuk inipun kita jangan pernah mengabaikannya. Karena bagian pentingnya di sini bukanlah pada hasil akhirnya, namun pada proses saat si Anak mengerjakannya.

Keindahan Bawah Laut – Kreasi Daur Ulang

Seperti halnya anak-anak yang lain, kedua anak saya juga sangat suka mengotak-atik benda-benda disekitarnya dan menjadikannya ‘sesuatu’. Saya  sering terpesona dan takjub akan kreatifitasnya. Dan lebih menyenangkannya lagi, anak-anak saya juga kerapkali menghadiahkan hasil kreasinya untuk saya, disertai ucapan-ucapan sayang  kepada saya yang membuat saya merasa sangat tersentuh. “I love you, mom!”. Tentu saja saya sangat bangga dan bahagia menerimanya.

Akhir pekan ini, anak saya yang kecil menghadiahi saya sebuah rangkaian daur ulang yang  indah yang ia beri nama Keindahan Bawah Laut. Rangkaian ini terbuat dari sisa-sia barang yang tak berguna dan bekas mainannya yang sudah lama tidak ia pergunakan lagi. Mungkin ada baiknya saya share pengamatan saya tentang bagaimana anak saya membuatnya, barangkali sebagai ide bagi teman-teman, para ibu yang lain untuk mengajak anak-anak di rumah melakukan kreatifitas serupa.

Mula-mula saya melihat ia mengamati batu-batu karang dan kerikil serta  sisa kulit kerang dari bekas aquarium yang sudah tidak dipergunakan lagi. Rupanya  ia mendapatkan ide dari sana untuk kemudian membuat concept  tentang “Keindahan Bawah Laut”.  Anak saya tidak membuat  sketsa apapun sebelumnya. Namun seperti biasa, ia pasti sudah membayangkan sesuatu di kepalanya.

Ia lalu mengambil kertas lipat berwarna biru, mengguntingnya dengan gunting hias dan menempelkan sisa sisa lilin mainan diatasnya. Batu kerikil, kulit kerang, pecahan karang ia tempelkan satu persatu diatas lilin mainan sehingga terlihat seolah olah memang terangkai seperti itu di dasar laut. Untuk menambah keindahannya, iapun memanfaatkan beberapa kelerengnya yang berwarna warni diatas lilin itu, yang membuat keseluruhan rangkaian itu menjadi terlihat sangat indah dan cukup layak dipajang diatas meja kerja atau meja rias  kita.

Selain bahwa saya sangat senang menerima hadiah rangkaian ini darinya, saya juga melihat anak saya sangat senang melakukannya. Kegiatan seperti ini terlihat sangat sederhana dan simple, tapi saya yakin aktifitas bongkar-pasang, mix-match seperti ini sangat berguna untuk melatih  kreatifitas anak dalam menggali ide-ide baru yang kelak pasti berguna saat ia dewasa nanti.

Kreatifitas daur ulang seperti ini juga lumayan membantu anak untuk menghargai & memanfaatkan benda-benda yang sudah tidak digunakan lagi. Jika kreatifitas dilakukan pada akhir pekan, dengan sendirinya juga bisa menjadi pilihan aktifitas  yang irit, karena nyaris tidak mengeluarkan biaya.  Selain  karena semuanya memang barang bekas, kita  juga tidak perlu mengajaknya jalan-jalan ke mall, restaurant  atau tempat hiburan lain yang kadang membuat kita terpaksa melakukan pengeluaran tak terduga yang sebenarnya tak perlu terjadi. Kalau aktifitas di rumah sudah sangat menyenangkan, mengapa harus mencari keluar rumah? Anak senang, Ibu bangga.

One response »

  1. Pingback: Menerima Hadiah Dari Anak.. | Kids say :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s