Dapur Hidup!! Yuk , Kita Tanam Di Halaman…

Standard

Mungkin diantara kita masih banyak yang ingat akan ‘Dapur Hidup’? Pada masa kejayaan Pak Harto dulu, proggram ini sangat gencar dikampanyekan di televisi  dan media yang lain. Dari judulnya saja,  tentu  mudah dipahami  bahwa  Dapur Hidup maksudnya adalah menanam tumbuh-tumbuhan yang berguna untuk keperluan sehari-hari di dapur, di halaman rumah kita sendiri. Karena tinggal memetik di halaman, jadi kita tidak perlu membeli lagi bila kita membutuhkannya.

Di halaman rumah saya yang tidak seberapa luas, saya mencoba merealisasikan program Dapur Hidup ini. Dan pada kenyataannya memang sangat berguna buat keperluan sehari-hari. Saya bisa ambil sendiri untuk kebutuhan sehari-hari. Dan jika lebih, saya bisa berikan kepada tetangga yang membutuhkan. Apa saja jenis tanaman Dapur Hidup yang mudah kita tanam di halaman halaman yang terbatas?

1.       Kemangi

Pohon Kemangi  bisa kita tanam di area tanaman hias bersama dengan bunga-bunga semusim. Kemangi (Basil) atau dalam bahasa Balinya sering disebut dengan Sulasih atau Selasih. Baik daun maupun tajuk bunganya terlihat cantik dan menarik di sela-sela tanaman hias lainnya.

Seperti kita tahu, daun kemangi bisa kita manfaatkan untuk lalapan, memasak oncom, membuat tumis tempe, dsb. Biji kemangipun bisa dimanfaatkan untuk campuran minuman.

2.       Cabai

Cabai merupakan salah satu tanaman Dapur hidup yang penting dan juga menarik. Karena jika ditanam di halaman, bukan saja ia berguna untuk keperluan dapur, namun buahnya yang matang merah bergelantungan di pohonnya juga terlihat sangat indah menghiasi halaman rumah kita.

Berbagai macam jenis cabai bisa kita tanam di halaman. Mulai dari jenis Cabai Rawit, Cabai Keriting, Cabai Kopi (Cabai super kecil yang pedasnya berkali-kali lipat disbanding Cabai Rawit), dan sebagainya hingga Cabai Hias. Semuanya bisa dimakan dengan tingkat kepedasan yang beragam.

3.       Sereh

Rumpun tanaman Sereh atau Serai atau Lemon Grass  yang rimbun juga merupakan pilihan yang menarik untuk ditanam. Batang Sereh bisa kita gunakan sebagai bumbu masakan traditional – misalnya untuk Sambal Sereh, Gulai Ikan, Gulai Ayam, Nasi Kuning, Ayam Kuah dan sebagainya hingga Minuman es Sereh.

4.  Jeruk Limau

Jeruk Limau atau Lemo atau Lime adalah jeruk yang sering digunakan untuk membuat sambal. Biasanya sambal terasi, sambal matah, sambal /saus kacang untuk siomay, kadang juga digunakan untuk gado-gado ataupun pecel. Banyak masakan Bali yang memanfaatkan jeruk ini sebagai bumbu utamanya.

Jeruk limau buahnya bulat (sedikit papak pada sisi atas & bawahnya) kecil seukuran kelereng atau sedikit lebih besar dari itu. Rasanya kecut segar dan wangi. Daunnya kecil-kecil lonjong berwarna hijau muda saat baru muncul dan hijau gelap sesudahnya.

Tanaman ini bisa kita tempatkan di mana saja yang cukup mendapatkan sinar matahari agar rajin berbunga dan berbuah.

5.       Jeruk Purut

Orang sering bingung dengan mana yang disebut sebagai Jeruk Purut atau Lima Purut, atau Kaffir Lime ini. Buah Jeruk ini memang jarang terlihat dijual di pasaran umum. Kalaupun ada, mungkin hanya dijual di 1-2 orang pedagang di pasar traditional. Buahnya berbentuk bulat tak beraturan akibat kulit buahnya yang berkerut kerut mirip kulit orang tua.  Ukurannya sebesar bola bekel hingga bola golf. Aromanya sangat kuat dan wangi. Kita bisa memanfaatkan buah Jeruk Purut ini untuk memberi rasa pada minuman traditional (misalnya Cendol), dengan menggosokkan buah ini pada bibir gelas minuman untuk memberi sensasi super segar dan wangi. Kulit buah jeruk ini juga bisa digunakan untuk manisan atau salah satu bahan dasar pembuatan potpourri secara traditional.

Penggunaan yang paling banyak dari Jeruk Purut ini justru adalah daunnya. Jika kita melihat daun jeruk dijajakan di pasar ataupun di tukang sayur, maka kemungkinan besar itu adalah daun jeruk purut. Mudah membedakannya. Selain karena bentuk daunnya yang bertingkat mirip ikan, daun Jeruk Purut memiliki aroma yang paling kuat & wangi  dibandingkan daun jeruk yang lain. Banyak digunakan untuk bumbu masakan sehari-hari. Misalnya untuk membuat Soto Ayam.

6.       Jeruk Nipis

Jeruk Nipis atau Lemon atau di Bali sering  juga disebut dengan Juuk Ubad (artinya Jeruk Obat) adalah buah jeruk keperluan dapur yang paling umum kita temukan di pasaran. Buahnya bulat lonjong dengan warna hijau muda hingga hijau gelap yang kemudian menjadi kuning muda pada saat matang. Di pasaran kita bisa menemukan 2 jenis, yakni variant local dan import. Jeruk Lemon local (yang biasa disebut dengan Jeruk Nipis) ini umumnya memiliki ukuran yang lebih kecil sebesar telor ayam kampung  dengan warna yang lebih gelap. Sedangkan yang import (biasanya disebut Jeruk Lemon) berukuran lebih besar, sebesar telor angsa atau bahkan  lebih besar lagi.  Jeruk Nipis ataupun Lemon banyak kita gunakan dalam bumbu masakan (untuk membuat Soto Ayam, Salad, Tom Yaam Goong, dsb) atau campuran teh.  Selain untuk keperluan dapur, perasan air  Jeruk Nipis juga banyak digunakan dalam pengobatan traditional. Misalnya untuk campuran minyak urut (dicampur dengan minyak kelapa) jika kita  merasa tidak enak badan, untuk mengurangi batuk, untuk menghilangkan cegukan, dan sebagainya.

7.       Belimbing Buluh

Pohon Belimbing Buluh atau Belimbing Wuluh atau sering juga disebut dengan Belimbing Sayur juga merupakan salah satu tanamanan  Dapur Hidup yang menarik untuk ditanam di halaman. Pohon Belimbing ini  tumbuh agak besar, sehingga cocok juga dijadikan pohon penaung untuk membuat halaman menjadi lebih teduh.

Buah Belimbing Buluh  bisa kita manfaatkan untuk memasak ikan agar terasa lebih segar dan tidak amis , membuat Garang Asam, dicampur dengan sambel kecap dan sebagainya.

8.       Pandan Harum

Pandan Harum atau Pandan Wangi sangat baik digunakan untuk memberi rasa dan aroma wangi pada kudapan kecil. Misalnya direbus dengan gula untuk minuman atau campuran es, untuk membuat kolak dan sebagainya.

9.       Kunyit

Kunyit merupakan salah satu bumbu dapur yang sangat berguna. Digunakan di hampir semua masakan traditional yang berbumbu lengkap. Contoh yang paling mudah adalah pada Nasi Kuning dan gulai. Selain memberikan warna kuning alami dan rasa yang eksotik pada makanan, Kunyit juga merupakan antiseptic alami yang telah banyak dimanfaatkan sejak dulu kala.

Sebenarnya masih banyak lagi tanaman dapur Hidup yang bisa kita pilih dan tanam di rumah. Kita juga bisa menanam kunyit, kencur, jahe, seledri, daun katuk (daun Kayu Manis – bahasa Bali), Daun Suji dan sebagainya. Semuanya sangat berguna terutama pada saat kita memiliki ide untuk memasak sesuatu yang membutuhkan salah satu dari bumbu ini dan kita sedang tidak memilikinya di kulkas, sementara pasar sudah tutup ataupun tukang sayur sudah tidak ada lagi yang lewat.

Kita juga bisa mengajak anak-anak untuk terlibat dalam aktifitas Dapur  Hidup ini. Anak-anak  akan sangat antusias dan gembira jika kita ajak memanen hasil tanaman Dapur hidup ini. Apalagi bila saat menanamnyapun mereka telah diajak terlibat. Mereka akan merasa sangat bangga telah menjadi petani kecil yang berhasil, saat memetik buah jeruk limau atau cabe hasil tanamannya sendiri. Menurut saya, aktifitas akhir minggu seperti ini jauh lebih baik, lebih hemat dan lebih mendidik dariapada mengajak anak-anak bepergian ke mall atau pusat-pusat perbelanjaan yang boros dan konsumtif.

Memiliki Dapur Hidup ini memang benar-benar sangat menguntungkan. Mengapa tidak kita coba sekarang?

One response »

  1. inspiratif,…… akan saya coba DaHi-DaPot (Dapur Hidup Dalam Pot)… Maklum hidup dilingkungan perumahan yang berhalaman sempit….nyaris tidak ada ruang untuk bercocok tanam….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s