Bakung Biru, Pencipta Nuansa Teduh Di Halaman.

Standard

Ketika melihat pembongkaran dekorasi sebuah acara yang penuh dengan bunga, saya diberikan beberapa sisa  tanaman hias  untuk saya tanam di rumah. Salah satu diantaranya adalah tanaman Bakung Biru. Tentu saja saya merasa sangat senang dan berterimakasih, apalagi sejak lama saya ingin mencari bibit tanaman ini.

Bakung Biru  (Agapanthes umbellatus atau Agapanthes africanus), merupakan salah satu icon kota berudara sejuk. Hampir semua wilayah sejuk di Indonesia memiliki tanaman  berbunga biru menawan ini. Saya ingat ayah saya menanamnya di pojok kiri halaman rumah saat saya masih duduk di bangku TK. Namun sayang, beberapa tahun kemudian, tanaman ini dibongkar saat ayah saya melakukan renovasi garasi. Rupanya ayah saya lupa menanamnya kembali. Setelah itu, setiap kali saya melintasi daerah Baturiti, Bedugul, Tajun ataupun Kintamani saya selalu memperhatikan keindahan bunga bakung biru ini yang sedang mekar di halaman rumah orang. Demikian juga bila saya melintas di Batu, Sukabumi, Cipanas dan sebagainya wilayah sejuk yang lain di Indonesia. Saya pasti memperhatikan tanaman ini.

Bakung biru, sesuai dengan namanya memiliki bunga berwarna biru yang menawan. Bunganya mekar berurutan dari yang paling luar hingga ke dalam. Jika mekar semuanya, terlihat bergerombol membentuk konfigurasi bundar mirip bola muncul dari puncak tangkai bunganya yang panjang. Satu tangkai bisa memiliki 20 hingga 60 kuntum bunga yang mirip  bintang biru.

Daun bakung biru umumnya terlihat hijau gelap & terlihat sangat segar pada tanaman yang subur. Tanaman ini menyukai matahari, walaupun jika terlalau banyak dijemur di sinar matahari yang sangat panas dan terik juga mengakibatkan gosong pada daunnya. Mungkin pilihan yang bijak adalah menanamnya di area yang cukup matahari namun didekatnya ada tanaman penaung yang bisa sedikit memberikan perlindungan dari matahari.

Bakung biru mudah dibiakkan dengan cara menyepih akar rimpang dari tanaman ini yang biasanya cukup kokoh dan kuat. Kita bisa memotongnya dengan pisau yang tajam, tapi perlu dipastikan agar potongan tanaman yang kita ambil memiliki akar yang cukup untuk memastikan keberlangsungan hidupnya saat awal penanaman.Tanaman sangat sesuai  ditanam di halaman belakang rumah untuk memberi nuansa  teduh  bagi pemilik rumah saat bersantai bersama keluarga di teras belakang.

One response »

  1. Pingback: Hydrangea, Si Bunga Pecah Seribu. « nimadesriandani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s