Membawa Bekal Makan Ke Tempat Kerja. Mengapa Tidak?

Standard

Bagi sebagian besar karyawan, makan siang keluar merupakan aktifitas  umum yang dilakukan saat istirahat tengah hari. Namun terkadang kita tak selalu bisa melakukannya karena berbagai macam alasan yang ujung-ujungnya membuat kita terpaksa ‘skip’ makan siang kita yang tentunya berdampak kurang baik bagi kesehatan. Penyebab yang paling umum antara lain:

  1. Rapat yang melewati jam istirahat, sehingga begitu rapat bubar kita telah ditinggal rekan rekan kita pergi makan. Sementara untuk menyusulpun sudah kepalang malas.
  2. Pekerjaan yang menumpuk dan dikejar dead line yang sangat mepet.
  3. Lokasi kantor jauh dari tempat makan yang memadai.

Bagaimana kalau sekali-sekali kita membawa bekal makan siang kita sendiri? Saya rasa ini bukan pilihan yang buruk. Ada banyak alasan, mengapa membawa bekal makan siang merupakan ide yang baik bagi karyawan:

  1. Memastikan kita memiliki sesuatu untuk dimakan pada saat jam istirahat. Terutama saat kerjaan menumpuk, ditinggal teman gara-gara meeting melewati jam istirahat ataupun akibat lokasi kantor yang jauh dari tempat makan yang memadai.
  2. Lebih irit. Jika harga rata-rata makan siang di wilayah perkantoran  saat ini berkisar dari   Rp 15 000  hingga Rp 50 000 tergantung jenis makanan  yang kita order, lokasi kantor  dan kantin atau restoran tempat kita makan, maka dalam waktu 20 hari kerja, tentu kita sudah bisa menghemat Rp 300 000 hingga Rp 1 juta rupiah per bulan. Jatah uang makan bisa kita kumpulkan dan gunakan untuk keperluan lain.
  3. Lebih sesuai dengan selera kita. Karena kita bisa memasak sendiri atau meminta pembantu rumah tangga untuk mempersiapkan makanan kesukaan kita.
  4. Lebih bersih & hygienis jika kita tahu cara memilih makanannya dan mengemasnya.
  5. Meningkatkan integritas dan menghindarkan diri dari kemungkinan melakukan ‘korupsi waktu’ karena terlambat kembali ke kantor dari makan siang.

Beberapa tips:

  1. Siapkanlah makanan dengan lauk  kesukaan kita dari jenis yang kering dan tidak mudah basi. Misalnya nasi putih dengan kering tempe, kering kentang, tahu goreng, tempe goreng, ayam goreng, telor dadar dan sebagainya.
  2. Pisahkan antara nasi putih dengan lauk.
  3. Tempatkan makanan pada container yang kedap udara dan mampu mempertahankan panas. Jika tidak ada, container biasa dengan penutup pun bisa dimanfaatkan.
  4. Gunakan container dengan penutup yang anti bocor terutama untuk menempatkan sayuran yang berkuah.
  5. Hindarkan makanan yang bersantan. Kalaupun terpaksa dibawa karena tak ada pilihan, pastikan masakan tersebut telah dipanaskan dan segera dikonsumsi segera begitu jam istirahat mulai untuk menghindarkan makanan cepat basi.
  6. Lengkapi makanan dengan sayuran dan buah-buahan untuk mendapatkan cukup serat dan vitamin.
  7. Jika karena suatu dan lain sebab, kita tak sempat memakan bekal makan siang yang kita bawa dari rumah (misalnya karena mendadak ada lunch resmi dari kantor, acara bersama client atau ada rekan kerja yang berulang tahun dan mentraktir kita makan siang, maka tawarkanlah segera bekal makan siang kita itu pada  rekan kerja yang lain – misalnya pada Office Boy/girl yang kebetulan belum memesan makanan, guna menghindarkan diri kita dari membuang buang makanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s