Kapu-Kapu, Bunga Hijau Segar Yang Mengapung.

Standard

Siapa yang tak kenal Kapu- Kapu? Tanaman air yang sering juga disebut  dengan Apu-Apu, Kol Air, Water Lettuce (Pistia stratiotes),memiliki bentuk yang sangat mirip dengan kol. Pada awalnya saya merasa agak aneh, melihat tanaman ini diperjual-belikan di tukang-tukang tanaman di Jakarta. Karena sebenarnya tanaman ini sangat mudah kita jumpai di pedesaan. Di sawah, di sungai, selokan, kolam-kolam  maupun tempayan air.  Bahkan pada saat saya kecil di Bali, tanaman ini justru menimbulkan masalah di rumah saya. Karena menambah beban pekerjaan saat harus membersihkan kolam secara berkala akibat kelebihan populasi. Namun memahami bahwa di lahan-lahan hijau dan persawahan di Jakarta pada saat ini memang sangat terbatas, bisa dimengerti bagaimana kemudian tanaman ini bisa bernilai ekonomis sebagai tanaman hias. Karena memang bagi masyarakat perkotaan, tanaman ini jadi jarang dilihat.

Terlepas dari semua itu,  tanaman ini memang sangat cantik jika kita letakkan di tempayan maupun kolam di halaman rumah. Daunnya berwarna hijau dan muncul dari tengah jika kita pandang, juga sangat mirip dengan bunga hijau yang tengah mengapung di air. Daun tanaman ini agak tebal bertekstur lembut mirip beludru yang kedap air.  Sangat cantik terutama jika kita letakkan di pot-pot air bermulut lebar yang berkaki rendah. Sehingga kita bisa menikmati keindahannya dari atas secara optimal. Saya sengaja menempatkan Kapu-Kapu di tempayan tanaman lotus saya di depan teras rumah, untuk memberikan  efect relaxing saat bersantai di rumah karena tanaman ini mengingatkan saya akan hamparan sawah yang luas.

Mengembangbiakannya sangat mudah, cukup dengan memisahkan  anakannya yang tumbuh dari batang julurnya, lalu kita pindahkan ke tempayan yang lain. Tempatkan tempayan di halaman rumah di area yang mendapatkan cukup sinar matahari, namun tidak berlebihan.  Tanaman akan tumbuh sumbur dengan hijau segar yang menawan. Terlebih jika secara berkala dilakukan pemupukan. Saya biasanya hanya menambahkan sedikit urea beberapa bulan sekali ke dalam tempayan.   Jika terlalu banyak terpapar sinar matahari, daunnya akan cenderung berwarna hijau kekuningan.

Karena tanaman ini bersifat aquatic, perlu dipastikan agar tanaman dan wadahnya tidak menjadi sarang pembiakan nyamuk. Lakukan pemeriksaan secara berkala dan masukkan  ikan ke dalam tempayan untuk memberantas jentik-jentik nyamuk.  Jangan lupa melakukan penyiangan berkala, untuk mengurangi populasi tanaman ini. Mengapa? Karena jika populasinya terlalu banyak, maka akar tanaman ini akan memadat dalam air sehingga menggangu sirkulasi oksigen yang masuk. Tidak heran, ikanpun jadi mati karenanya. Bahkan jika kita iseng-iseng meletakkan tanaman ini pada tempayan pohon lotus dan kita biarkan demikian saja, maka dalam beberapa bulan tanaman lotus kitapun ikut mati akibat sirkulasi udara dalam air yang buruk. Oleh karena itu,  pengurangan populasi memang perlu dilakukan secara berkala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s