Bunga Matahari Liar: Cemerlangnya Si Kembang Tegalan.

Standard

the rising sun, bless my mind with joy … (Sri Chinmoy)

Bunga Matahari Liar  yang umum juga disebut sebagai Tree Marigold (Tithonia diversiflora) alias Bunga Matahari Semak alias  Kembang Sungenge dalam Bahasa Bali,  adalah salah satu bunga liar yang paling cemerlang, megah  dan meriah yang bisa kita temukan di pagar-pagar tegalan dan  semak belukar. Tak banyak orang yang memberi perhatian pada tanaman ini. Boro-boro untuk dijadikan sebagai tanaman hias cantik berharga di tukang bunga. Tanaman ini  benar-benar  hanya mengandalkan kebaikan alam untuk mampu bertumbuh  dan menghasilkan bunganya yang cantik  tanpa perawatan manusia sama sekali. Kalaupun ada campur tangan manusia, itu lebih berupa penanaman di pagar ladangnya. Atau malah membabatnya  agar tidak menjadi semak belukar besar yang mengganggu.

Sama dengan Bunga Matahari yang kita kenal dibiakkan secara domestic, tampilan Bunga Matahari Liar ini pun sungguh menawan.  Terutama jika kita nikmati pada pagi hari saat sang mentari menanjak naik ke atas ubun-ubun. Memang mirip Matahari. Kuning jingga cemerlang, bersih dan kontras dengan latar belakang daunnya yang hijau.  Bunganya berukuran sedang, dengan mahkota bunga berkisar antara 7  hingga 13 lembar yang mengelilingi  tabung sari  yang jumlahnya ratusan. Jika kita sempat melihat saat bunga ini baru mulai mekar, kita akan beruntung bisa melihat ratusan tabung –tabung sari yang kecil kecil itu membentuk pola matematis yang sangat indah.  Saat bunga mulai mekar penuh, tabung-tabung sari inipun ikut mekar karena perlu melakukan proses penyerbukan.

Tanaman Sungenge bisa tumbuh menyemak dengan cukup lebar dan rapat dengan ketinggian sekiatr 2 – 3 meter atau bahkan lebih, sehingga banyak dimanfaatkan oleh para petani sebagai pagar ladang untuk menghalangi hama penyakit masuk ke dalamnya. Daunnya berwarna hijau bertekstur dengan 3 – 5 buah tajuk.

Di Bali, dimana umumnya bunga-bunga dihargai sangat tinggi untuk keperluan sehari-hari, kita tidak umum melihat bunga ini digunakan untuk keperluan persembahyangan. Saya tidak tahu persis sebabnya mengapa.  Saya pikir barangkali karena bunga ini umumnya tumbuh di tegalan dan jauh dari rumah penduduk. Jadi tidak praktis untuk digunakan untuk keperluan sehari-hari.  Atau barangkali ada penyebab lain yang diketahui oleh para pemuka adat/agama di Bali yang saya tidak tahu.

Namun apapun itu, setidaknya kita tetap bisa menikmati sumringahnya di tepi-tepi ladang dan tegalan.

One response »

  1. dari dulu setiap pergi ke daerah pegunungan saya selalu suka dengan bunga ini, hingga akhirnya sekarang saya membaca blog ini dan mengetahui nama si cantik ini ternyata adalah bunga Sungenge :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s