Sirih, Tanaman Apotik Hidup Yang Merawat Kewanitaan.

Standard

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis artikel tentang “Dapur Hidup”.  Tulisan itu rupanya menarik  cukup banyak minat pembaca yang mencari informasi seputar tanaman-tanaman keperluan dapur yang bisa ditanam sendiri di halaman.  Namun diluar info tentang  “Dapur Hidup”, rupanya banyak juga rekan-rekan yang  mencari info tentang  tanaman “Apotik Hidup”. Seketika saya teringat, memang pada jaman pemerintahan Pak Harto dulu, selain proggram penyuluhan kepada Ibu-Ibu tentang pentingnya menanam tanaman Dapur Hidup, pada saat yang sama juga dibarengi dengan Apotik Hidup.

Salah satu tanaman “Apotik Hidup” yang banyak dan mudah ditanam di halaman rumah adalah Sirih (Piper betle).  Diantara tanaman yang lain, saya rasa pohon sirih termasuk diantaranya yang paling populer. Sangat mudah mengenalinya karena tanaman ini memiliki penampilan yang menarik.

Memiliki daun yang berbentuk jantung berwarna hijau kekuningan hingga hijau gelap (tergantung banyaknya paparan sinar matahari) dan terlihat mengkilap, tanaman ini merambat dengan cantik di pagar-pagar rumah.

Pada jaman dulu, daun sirih banyak dimanfaatkan orang untuk memperkuat gigi dan mengurangi bau nafas yang kurang sedap dengan cara mengunyahnya bersama dengan buah pinang dan gambir. Selain itu karena kemampuannya membunuh kuman yang telah diketahui secara turun temurun, banyak juga masyarakat yang memanfaatkannya untuk mencegah gangguan penyakit akibat kuman. Misalnya direbus dan air rebusannya diminum untuk mengurangi radang tenggorokan dan sebagainya.

Bagi wanita, secara tradisional daun sirih juga menempati posisi yang penting dalam upaya untuk merawat area kewanitaan.  Banyak wanita penjaja jamu menawarkan Jamu Kunir-Sirih- Asem untuk menjaga kesehatan wanita. Air rebusan  daun sirih juga banyak dimanfaatkan untuk membasuh area kewanitaan yang sensitif. Tujuannya adalah  untuk membersihkan, membantu mengurangi lendir yang berlebihan &  membantu membunuh kuman yang menyebabkan bau kurang sedap pada vagina,  serta untuk  membantu mengencangkan area intimacy, sehingga diharapkan keharmonisan rumah tangga bisa terjalin dengan lebih baik.

Kita bisa menanam pohon sirih dengan cukup mudah. Yang penting  kita sediakan tempat untuk merambat. Jangan ditanam ditempat yang terlalu panas karena daunnya menjadi kuning dan terlihat kurang segar. Pohon sirih membutuhkan air yang cukup. Pada musim kemarau jika kita tidak rajin menyiramnya, pohon sirih cukup mudah layu.

Pohon sirih yang terawat baik tentu menghasilkan daun yang sehat dan banyak yang bisa kita petik.  Namun tentunya kita tak bisa memetik  setiap hari, mengingat kecepatan tanaman ini untuk menumbuhkan daun tidaklah secepat kita memetiknya.

Pengetahuan tradisional tentang perawatan wanita dengan daun sirih, pada saat ini banyak dimanfaatkan oleh  produsen produk perawatan untuk menyediakan air ekstrak daun sirih yang dibuat dalam bentuk sabun cair agar lebih praktis pemakaiannya. Hal ini tentunya juga membantu para ibu yang tak memiliki daun sirih atau yang tak bisa  memetik daun sirihnya setiap hari.

Comments are closed.