Jika Harus Melakukan Perjalanan Seorang Diri.

Standard

Saya sedang di bandara International Soekarno-Hatta ketika melihat seorang wanita yang sedang kesakitan tidak jauh dari tempat saya berdiri. Wajahnya terlihat sangat pucat, berkeringat dan tampak sedang mual-mual. Karena terlihat sendirian & tak ada seorangpun yang menolong, akhirnya saya menghampiri dan menyapa.

Rupanya ia seorang warga negara Malaysia yang  melakukan perjalanan seorang diri ke Jakarta. Ia merasa sama sekali tidak sehat. Saya menawarkan air putih untuk membantu. Namun menurutnya ia memuntahkan apa saja yang masuk ke mulutya. Termasuk air putih.  Lalu saya tanya adakah hal lain yang bisa saya bantu? Ia menggeleng. Mungkin merasa tidak enak merepotkan. Namun saya lihat ia sangat menderita dan keringatnya terus mengalir. Akhirnya saya sarankan ia meminta bantuan medical.  Ia bilang, bahkan untuk berjalan mencari tahu dimana Medical Centerpun ia tak mampu. Akhirnya saya datangi petugas ruang tunggu di Gate itu. Minta tolong untuk mengantarkan wanita itu agar mendapatkan bantuan medis segera. Dengan didorong kursi roda, akhirnya wanita itupun ditangani selanjutnya oleh pihak Bandara.

Saya melanjutkan duduk. Membayangkan penderitaan wanita itu. Sakit dalam perjalanan, tanpa kenal seorangpun di kiri kanan kita. Tentu sangat tidak mengenakkan.  Mudah-mudahan hal itu jangan sampai terjadi pada diri saya.  Jika itu terjadi di salah satu kota di tanah air, mungkin masih mudah mendapatkan pertolongan. Namun jika di negeri orang?

Beberapa jam kemudian, saya melihat wanita itu lagi di bandara di Kuala Lumpur. Sedang mengambil bagasinya di area Conveyor Belt. Melihat saya di kejauhan iapun tersenyum & melambaikan tangannya. Saya membalas lambaian tangannya. Hati saya senang melihatnya sudah sehat kembali.

Bepergian seorang diri bagi sebagian wanita saat ini merupakan hal biasa. Ada yang suka. Ada juga yang kurang suka. Saya sendiri kurang suka. Tentu lebih enak, lebih tenang dan lebih nyaman jika memiliki teman seperjalanan. Namun karena tuntutan pekerjaan, apa boleh buat. Terkadang sayapun harus melakukan perjalanan seorang diri.

Ada hal-hal yang sebaiknya kita perhatikan & persiapkan sebelumnya untuk menghindarkan diri agar jangan sakit di negeri orang. Beberapa tips di bawah ini barangkali membantu:

1. Sebelum berangkat, sempatkan untuk mempelajari segala sesuatu tentang tempat tujuan kita. Cuaca, musim, kebiasaan setempat, dsb. Ini untuk membantu, agar  kita bisa mempersiapkan perlengakapan. Misalnya: pakaian tebal jika mengunjungi negara yang sedang menghadapi musim dingin, pakaian tipis namun sopan untuk menahan gerah di daerah panas dsb. Salah memilih pakaian, membuat kita tidak nyaman dan juga mengganggu daya tahan tubuh kita.

2. Pertimbangkan kegiatan yang akan dilakukan (outdooor/in-door, formal/santai, meeting/jamuan makan/pameran/liburan dsb). Bawalah pakaian yang cocok & ringkas yang bisa dipadu-padankan untuk mengurangi jumlah pakaian yang harus kita bawa. Keberatan membawa beban juga membuat kita kelelahan.

3. Selalu menyiapkan sweater atau shawl untuk berjaga-jaga jika udara di dalam kabin pesawat terasa terlalu dingin.

4. Gunakan sepatu berhak datar untuk meringankan penderitaan kaki. Kebanyakan bandara International memiliki ukuran yang besar dengan banyak terminal. Jarak antar terminal terkadang sangat jauh. Kita harus berjalan kaki cukup lama atau bahkan menempuhnya dengan Skytrain. Sepatu hak tinggi membuat kaki menjadi kramp dan jempol kita keriting.

5. Tidur dan istirahat yang cukup. Kurang istirahat membuat stamina menurun. Cepat lelah dan mudah sakit kepala. Sempatkan tidur lebih lama di pesawat untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat jetlag.

6. Atur makanan. Perbanyak buah dan sayuran, kurangi karbohydrat serta lemak untuk menghindari gangguan pencernaan yang terkadang memicu rasa pusing.

7. Minum Vitamin untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

8. Kenali penyakit yang kita derita – jika ada. Dan  bawa obat-obatan yang diresepkan dokter.

9. Jangan mem’push’ diri sendiri terlalu berlebihan misalnya dengan melakukan aktifitas ‘Shop till you drop”. Kelelahan yang sangat membuat kita menderita. Ukurlah kemampuan dan daya tahan tubuh kita sendiri.

Jika semua yang di atas telah kita siapkan sejak awal, namun tetap juga kita sakit,  satu-satunya cara adalah meminta pertolongan untuk mencarikan bantuan medis. Walaupun Inggris adalah bahasa International, namun di banyak negara, kita akan menemukan bahwa banyak orang tidak bisa berbahasa Inggris. Jadi yang paling aman adalah mencari ‘petugas’- misalnya security, karyawan restorant, petugas bandara, penjaga toko dan sebagainya yang berpotensi bisa berbahasa Inggris dengan baik.

2 responses »

    • Ya. Perjalanan untuk melihat dunia luar memang sangat menyenangkan. Tapi lebih baik jika kita selalu berusaha untuk membuatnya optimal dengan menjaga kesehatan kita. Terimakasih atas kunjungannya ke blog saya, Mbak Inten.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s