Futsal Dan Anak-Anak.

Standard


Saya menghadiri babak final sebuah tournament futsal nasional di Jakarta yang diselenggarakan oleh FICO dengan Direct, sebuah brand untuk Men’s Personal Care. Direct Futsal Party!. Kebetulan anak saya yang kecil sangat menyukai sepakbola dan futsal, maka sayapun membawanya ke lokasi. Bee Futsal, di lantai 9 Palm Mall di daerah Cengkareng. Tiba di tempat acara, melihat tempat itu memiliki 9 buah lapangan futsal, anak saya mengatakan ia ingin bermain futsal. Saya pikir ada baiknya juga jika anak saya sibuk bermain futsal sementara saya bisa melihat kompetisi nasional. Hanya saja saya sedikit bingung bagaimana caranya agar anak saya bisa ikut. Mengingat ia hanya datang seorang diri tanpa teman atau group bermain. Lalu sayapun melihat-lihat dari satu lapangan ke lapangan, memotret aktifitas di lapangan sambil mencari akal.

Tiba-tiba serombongan anak laki-laki kecil yang melihat saya membawa kamera menghampiri ”Tante! Tante! Potret kita dong!!” katanya beramai-ramai sambil melambaikan tangannya kepada saya dan menunjuk ke mascot Bee Futsal yang sedang berjalan-jalan di dekat situ. Melihat keceriaan anak-anak itu, maka sayapun merasa ikut senang dan bersedia memenuhi permintaan mereka. Wajah anak-anak itu belepotan dan penuh keringat. Rupanya habis bermain futsal bersama teman-temannya. Setelah mengucapkan terimakasih kepada saya, maka merekapun pamit pulang.

Baru saja rombongan anak –anak itu memasuki lift, serombongan anak laki-laki lain yang juga melihat saya membawa kamera tiba-tiba mendatangi saya dan minta tolong diambil fotonya. Rupanya anak laki-laki selalu tertarik pada kamera. Mereka bercerita akan bermain futsal bersama teman-temannya. Lalu saya tanya apakah mereka menerima teman baru di kelompok mereka untuk ikut bermain bersama? Mereka bilang menerima dengan senang hati, tapi mau minta ijin dulu kepada ketua gengnya. Saya diajak anak-anak itu menemui pemimping geng yang bernama Bahrul. Seorang anak kecil berbadan pendek kekar dan berkulit legam. Sayapun segera memperkenalkan anak saya kepada sang pemimping geng yang sangat ramah dan meminta teman-temannya agar memperlakukan anak saya dengan baik dan ramah. Mereka adalah kumpulan anak-anak antara kelas 3, 4 dan 5 dari sekolah yang berbeda di sekitar wilayah itu. Cukup surprise juga saya menemukan fakta bahwa anak-anak itu rupanya telah memiliki kemampuan organisasi di usia dini.

Sang ketua lalu meminta seorang anggota gengnya untuk segera mengumpulkan uang untuk patungan menyewa lapangan. Wah! Saya terkesan dengan semangat dan upaya keras anak-anak ini mengumpulkan uang agar bisa bermain. Mereka suka bermain bola. Tapi tidak menemukan lapangan hijau yang layak dan gratis di lingkungan mereka untuk dijadikan sebagai tempat berlatih. Sayang sekali! Mereka adalah generasi yang kehilangan lahan bermainnya. Apa boleh buat, akhirnya mereka terpaksa beralih ke lapangan futsal. Mereka bercerita bahwa uang itu adalah uang jajan yang mereka sisihkan setiap hari dengan hati senang agar bisa bermain. Tidak terlihat ada unsur paksaan dari sang ketua. Semuanya berjalan suka-suka dengan hati riang.

Terkesan akan keramahan dan usaha mereka , maka setelah berfoto bersama, sayapun akhirnya tergerak untuk membayar sewa lapangan futsal selama 1 jam untuk mereka pakai tanpa mereka minta. Jadi hari itu mereka bisa bermain dengan gratis selama 1 jam. Anak-anak sangat senang dan berterimakasih. Mereka mengatakan bahwa kalau begitu, tentu sekarang mereka bisa memanfaatkan uang mereka sendiri untuk membeli air minum. Anak-anak itu lalu memeluk anak saya dan segera berlari ke lapangan.

Saya melihat permainan mereka sebentar. Anak saya kelihatan sudah akrab dan nyaman bermain dengan mereka. Berkali-kali ia berhasil menggiring bola ke arah gawang tim lainnya dan menjegal bola yang diarahkan ke pihaknya. Kelihatannya ia cukup pandai dalam melakukan ‘passing’ dan memberi umpan. Anak-anak pun kelihatan menyukainya dan beberapa kali saya dengar mereka memanggil namanya dan memberi spirit. Kemudian setelah memastikan semuanya baik-baik saja, maka sayapun pergi ke lapangan lainnya untuk melihat Direct Futsal Party yang kebetulan akan segera dimulai.

Setelah satu jam berlalu, anak-anak itu menemui saya, mengucapkan terimakasih dan pamit pulang. Sungguh anak-anak yang sangat sopan. Saya dan anak sayapun mengucapkan terimakasih juga kepada mereka yang telah menerima anak saya sebagai teman walaupun cuma sebentar.

2 responses »

    • Ane mabaju putih ( tulisan ENGLAND) & makaos kaki merah. . To ba nyaman Puni-ne. Kelihatannya hobbynya sama ini dengan Puniadi. Kalau pulang ke Bali nanti diajarin main sepakbola ya… Hobby banget dia main sepakbola.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s