Kintamani Purple Hibiscus, Indahnya Kembang Pegunungan.

Standard
Kintamani Purple Hibiscus, Indahnya Kembang Pegunungan.

 Salah satu jenis kembang sepatu (Hibiscus) favorit saya semasa kecil adalah yang berwarna ungu. Saat ini tidak terlalu mudah menemuinya di tukang tanaman maupun di halaman-halaman rumah orang. Namun saat saya melintas di jalur Kintamani – Penulisan beberapa waktu yang lalu, saya melihat tanaman ini cukup banyak ditanam di  pinggir jalan. Terlihat cantik dan anggun dalam balutan udara dingin senja hari.   Tanaman ini juga saya lihat masih tumbuh subur di halaman rumah salah seorang keluarga saya.

Kembang Sepatu Ungu Kintamani (Purple Hibiscus), sesuai namanya, memiliki mahkota bunga berwarna ungu terang yang elegant. Mahkotanya enam helai dan tidak berlapis, namun jika mekar cenderung membentuk corong minyak yang terbuka. Pangkal helai bunga berwarna merah terang, dengan tangkai putik sari berwarna putih. Sangat kontras untuk mengundang kupu-kupu dan serangga datang guna membantu penyerbukan.

Daunnya kecil-kecil untuk umuran kembang sepatu, berwarna hijau gelap namun tetap segar, dengan batang berwarna putih keabuan. Seperti jenis Kembang Sepatu yang lain, Hibiscus ungu ini tumbuh menyemak dengan ketinggian 1 – 2 meter.

Tanaman ini juga termasuk jenis yang mudah dirawat dan rajin berbunga.

10 responses »

  1. Oh ternyata kembang sepatu ada yg ungu toh? Apa cuma ada di Kintamani? Hehehe..Maklum Mbak, aku kurang gaul..Tahunya kembang sepatu itu kalo gak merah, pink, paling jauh ya orange. Dan foto2nya cantik semua🙂

    • Kembang Sepatu Ungu memang jarang Mbak Evi – tapi ada.
      Setahu saya, paling tidak ada 4 jenis Kembang Sepatu Ungu di Indonesia, Mbak.. Dua yang mahkotanya cuma selapis: yang ungunya seperti yang di Kintamani ini dengan warna merah di tengahnya, dan yang ungu saja tanpa warna merah di tengahnya (saya lihat ada di sebuah halaman orang di jalan dekat pintu tol Bintaro -Tanah Kusir di Jakarta, selain di Bali). Terus ada 2 jenis lagi yang memiliki helai ganda: Ungu tua (saya juga tahunya ada di Bali dan belu pernah saya lihat ada di tempat lain) dan ungu pucat (ada di Jakarta). Saya sendiri hanya memiliki 1 jenis tanaman ini di halaman rumah saya,tapi saya memiliki foto dari 3 jenis diantaranya he he.

      Saya yakin kalau kita telusuri halaman-halaman rumah orang di kota-kota lain, pasti cukup lumayan jumlahnya yang memiliki Kembang sepatu ini. Dan barangkali Indonesia ternyata memiliki lebih dari 4 jenis Kembang Sepatu Ungu (terlepas entah dari negara mana asal muasalnya dulu).

      • Dan ungu pun ternyata masih punya saudara..Kalau kita dalami, ternyata alam itu menyimpan begitu banyak rahasia ya Mbak..Sepertinya satu masa dari periode umur kita gak saja akan mampu memahami kembang sepatu secara utuh🙂

      • Benar Mbak Evi. Saya pernah memikirkan itu saat dapat pelajaran biologi tentang prinsip dasar genetika si lalat buah (Drosopilla melanogaster) yang menurut buku konon umurnya hanya sehari (Itu pelajaran waktu SMA ya? Kalau nggak salah). Aduuhh kasian banget ya, mahluk itu sepanjang hidupnya hanya tahu 1 hari saja dari kehidupan manusia yang umurnya rata-rata 365 hari x 60 – 100 tahun. Dalam satu hari, ia tidak akan tahu banyak tentang dunia ini. Istilahnya untuk bermain ke kota saja barangkali belum sempat, eeh..kenapa harus mati secepat itu ya..

        Dan barangkali jika ada mahluk yang berumur ratusan atau bahkan ribuan tahun.. mungkin akan berpikir sama… kasian banget ya manusia itu, umurnya sedemikian pendeknya jika dibandingkan waktu bumi atau bahkan waktu semesta yang sedemikian panjangnya (tak ada seorangpun yang mampu menjawab teka-teki tentang waktu ini). Sedmikian pendeknya untuk mampu memahami ciptaanNYA. Sama dengan kita ya Mbak…Not even Kembang Sepatu.. Not even gula dan pohon aren..he he.

        Sama dengan saya juga Mbak. Tadi saya masuk ke blognya Mbak Evi yang Gula itu – tapi belum sempat baca, baru lihat lihat saja merasa terkejut dengan sedemikian banyaknya hal yang baru saya tahu dari situ tentang bermacam macam jenis gula itu. Ya ampyuuunnn… sedmikian banyaknya.. he he

  2. Cuantiiik sekali Jeng Ade, Hibiscus memang cantik, sosoknya bersahaja, variasi bunga mulai dari yang merah keriting si tanaman pagar hingga kelopak besar warna cemerlang. Wow naksir cara menyajikan foto berjajar dalam grup (sst memang gaptek sampai mentornya bilang susah ngajari mama hehe). Salam

    • Terimakasih Bu Prih. Indonesia kita ini memang sangat kaya akan berjenis-jenis kembang sepatu.Sayangnya nggak banyak dari kita yang menyadari itu dan bangga akan kehadiarnnya.
      Saya sendiri dari menyadari kecantikan Kembang Sepatu ini barangkali hanya setahun dua tahun terakhir ini. Barulah mulai saya koleksi satu persatu. Kalau tidak bisa pohonnya, ya minimal fotonya. Saya ingat masih banyak sekali jenis jenis kembang sepatu yang pernah saya lihat tapi belum ada di koleksi saya.

      Kalau cara menyajikan foto berjajar, bisa diatur di gallery settingnya aja Bu Prih. Saat foto sudah diupload – lalu kita tempatkan cursor dimana kita mau menempatkan foto gallerynya. Click icon untuk mengupload media itu, buka foto-foto yang sudah kita upload, lihat gallery settingnya (biasanya muncul otomatis kalau kita click Saving. Kalau mau berjajar 4 ya tinggal set angka 4 pada setting-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s