Citrus Scent – Energizing and Up-lift The Spirit..

Standard

Natural Fragrance, Potpourri & Aroma –Therapy.

Semua orang menyukai fragrance. Termasuk saya. Fragrance mengantarkan emosi  dan sensasi yang mendalam kedalam diri kita. Fragrance tertentu, membuat kita merasakan sensasi kesegaran pagi yang membangkitkan semangat untuk menyongsong hari; sementara jenis fragrance yang lain membuat kita merasakan kehangatan dan gairah percintaan yang menggelora. Fragrance juga memiliki tone yang berubah-ubah, yang dikenal dengan istilah umum sebagai; Top Note-Middle Note-Bottom Note. Contohnya saat pertama kita cium dari botol, mungkin tercium wangi segar mirip wangi jeruk (top note), yang beberapa detik  kemudian berubah lembut mirip wangi  bunga mawar (middle note) dan akhirnya meninggalkan wangi manis vanilla yang berkepanjangan (bottom note). Berbeda-beda untuk setiap fragrance.

Saya sendiri sangat suka menelusuri asal-usul wewangian saya cium, yang umumnya adalah bahan alam. Salah satu yang sangat classic dan menarik adalah wangi jeruk (Citrussy). Sangat segar dan membangkitkan semangat. Cocok untuk digunakan di pagi hari.  Wangi jeruk, sering muncul pada saat pertama kali kita mencium sebuah perfume dari botolnya (top note). Karena wangi jeruk ini umumnya bersifat sangat kuat dan tajam namun cepat menguap di udara, sehingga tidak tahan lama.

Saya suka mencium wangi segarnya langsung dari buahnya yang dikupas, maupun dari irisan kulitnya. Kulit buah jeruk memiliki kantung-kantung minyak yang menghasilkan essential oil kalau di peras. Kadang saya iris tipis, keringkan dan simpan untuk potpourri. Bisa juga kita peras kulit buahnya dan teteskan pada air di anglo kecil agar menguap semerbak dalam ruangan. Wangi citrus yang sangat segar, memberikan efek aroma-therapy yang membangunkan kembali vitalitas sel-sel tubuh kita setelah berhari-hari menjalani hari yang penuh dengan kepenatan dan stress. Energizing & Up-lift spirit and mood!.  Apalagi jika dibantu dengan massage yang benar. Hmmm…

Keluarga jeruk konon memiliki ribuan varietas  yang sebagian diantaranya bisa kita temukan di Indonesia. Ada yang memiliki kadar essential oil yang tinggi,  ada yang sedang dan ada yang rendah.

Jeruk Manis  (Citrus sinensis)

Jeruk Manis sering juga disebut dengan nama Juuk Manis (Bali) atau  Orange (Citrus sinensis). Masuk ke dalam golongan ini antara lain adalah golongan Jeruk manis lokal biasa, jeruk manis punten (navel), jeruk valencia, jeruk baby dan sebagainya. Umumnya memiliki kulit yang tebal, sehingga agak sulit dikupas tanpa bantuan pisau. Pada jaman saya kecil, Kintamani adalah penghasil Jeruk manis yang sangat penting di Bali. Mudah menemukan jeruk berwarna kuning-orange cemerlang ini di ladang para paman maupun kakek saya. Sayang populasinya menurun drastis ketika Virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) menyerang sekitar tahun delapan puluhan. Jeruk Manis menebarkan wangi yang sangat segar dengan impact yang sedang. Kantung-kantung minyak di kulit jeruk ini cukup banyak dan besar besar ukurannya, sehingga kalau kita suling, barangkali jumlah essential oil yang kita dapatkan cukup banyak juga. Essential Oil dari jenis jeruk ini bersifat soothing  dan sangat  baik untuk penggunaan massage saat kita sedang flu berat dan tidak enak badan.

Jeruk Bali (Citrus grandis).

Saya pernah heran ketika pertama kali mendengar  kata Jeruk Bali. Terus terang saat itu saya tidak tahu yang mana yang disebut dengan Jeruk Bali. Setelah melihat bendanya, barulah saya mengerti ternyata itu adalah buah Jerungka (bahasa Bali). Jerungka di tanam di banyak pekarangan rumah-rumah penduduk di Bali. Barangkali itulah sebabnya mengapa ia disebut Jeruk Bali. Di negara lain Jeruk ini disebut dengan Pomello atau Shaddock. Berukuran super besar sebesar kepala orang dewasa, sehingga tak heran diberi nama latin Citrus grandis.Kulit Jerungka menghasilkan aroma wangi yang segar, tidak terlalu ngejreng dan  bercampur sedikit getir. Namun aromanya sangat spesifik dan membangkitkan olfactory. Lumayan jika kita hirup wanginya di malam hari untuk menghilangkan kepenatan sepulang kerja. Essential oil dari Jerungka ini dikenal sangat bagus untuk memberikan efek cooling dan detoxfying.

Jeruk Mandarin, Tangerine (Citrus reticulata)

Di Bali Jeruk ini dikenal dengan nama Juuk Sumaga. Secara umum, jeruk inilah yang paling umum kita kenal sebagai jeruk kupas – misalnya Jeruk Medan, Jeruk Pontianak dan sebagainya. Rasanya memang enak dan manis, sehingga sangat cocok untuk dimakan begitu saja. Namun jika kita tilik dari kulit buahnya, jeruk ini memiliki kulit yang sangat tipis dan kantong-kantong minyak yang tidak sebanyak jenis jeruk lainnya. Namun demikian, kita tetap bisa memanfaatkan kulitnya untuk dikeringkan sebagai bahan potpourri maupun diperaskan untuk memberikan efek aroma-therapy. Jeruk Shantang (baik Shantang daun maupun Shantang madu) yang memenuhi pasaran buah di Indonesia pada musim musim tertentu, juga termasuk ke dalam golongan jeruk ini. Essential Oil dari jeruk  ini biasanya digunakan sebagai energizer dan untuk membantu gangguan pencernaan.

Jeruk  Nipis (Citrus aurantifolia)

Jeruk Nipis atau Bitter orange barangkali adalah jeruk yang paling umum kita temukan sehari-hari di dapur. Tentunya untuk bumbu masak (soto, tom yam, ngerendam ikan, ayam agar tidak amis, dsb), untuk mencuci tangan dan piring agar lemaknya luruh. Di Bali jeruk ini juga digunakan sebagai campuran minyak urut, untuk menghilangkan demam, atau digunakan sebagai obat batuk, sehingga disebut Juuk Ubad (Jeruk Obat). Secara umum kita bisa temukan jeruk  ini berbentuk lonjong dengan ukuran  3- 5 cm dengan warna hijau dan sedikit menguning saat mulai menua. Kulit jeruk nipis ini memberikan aroma yang jauh lebih kuat, lebih kecut dan segar dibandingkan dengan jenis jeruk-jeruk yang lain. Flavour dari jeruk ini banyak digunakan dalam minuman dan fragrancenya banyak dimanfaatkan untuk produk-produk pembersih.

Lime Purut (Citrus hystrix)

Juruk Purut atau Limau Purut berukuran sebesar jeruk lemon dengan kulit yang berkerut kerut. Jeruk jenis ini menghasilkan aroma yang sangat tajam dan harum dibandingkan jenis jeruk lainnya. Sehingga jenis inilah yang paing banyak dimanfaatkan untuk aromatherapy di salon-salon. Hanya dengan sedikit menekan kulit buah jeruk ini dengan kuku jari kita, maka seketika wangi yang semerbak mengambang ke udara sekitarnya.  Meskipun berukuran kecil,jeruk ini memiliki kulit yang cukup tebal juga dengan cukup banyak kantongan minyak. Essential Oil biasanya digunakan untuk memijat dan mengaktifkan kembali sel-sel yang kelelahan.

Jeruk Limau (Citrus amblycarpa)

Masih dekat hubungannya  dengan dapur adalah jenis limau sambal (Jeruk  Lemo) yang memiliki wangi sedikit lebih kecut lagi namun juga sangat  menggiurkan, sehingga paling disukai untuk campuran sambal (sambal matah, sambal terasi,dsb). Jeruk berukuran mini ini, berbentuk bulat pipih dengan diameter 2-4 cm. Jeruk ini umumnya berwarna hijau dan hanya berubah sedikit kuning pada saat matang, namun tidak pernah mencapai warna kuning cemerlang. Kulit buahnya berketebalan sedang. Tidak terlalu tebal, tapi tetap tidak terlalu mudah jika dikupas dengan tangan, sehingga kita tetap membutuhkan pisau untuk memotongnya. Wanginya sungguh semerbak.

Kumquat (Fortunella margarita).

Ini jenis jeruk yang belakangan muncul di Indonesia dengan nama Kimkit. Bentuknya oval imut-imut dengan diameter  paling 2-3 cm. Yang menarik adalah karena jeruk mini ini bisa dimakan sekaligus dengan kulit-kulitnya. Daging buahnya sangat sedikit, karena kulitnya tebal dan mengandung cukup banyak kandungan minyak.   Rasanya manis dan sedikit getir. Sementara wanginya segar, sayup-sayup manis bercampur getir.

14 responses »

  1. mampir sebentar di kebun jeruk di Kintamani, jadi pengalaman tak terlupakan mbak
    melihat jeruk2 bergantungan itu segar banget ,
    jenis jeruk manis ini keihatannya masih banyak di sana mbak…, kalau begitu dulu pasti lebih berlimpah lagi ya…?

    kebun jeruk itu gampang diakses dari pinggir jalan, tak berpagar
    nggak khawatir dicuri ya…?

  2. Ya, Mbak. Sekarang memang masih banyak juga petani yang berkebun jeruk (ada yang jeruk Sumaga/yang mirip jeruk Medan, ada juga sebagian yang menanam jeruk manis). Tapi tidak sebanyak dulu lagi. Banyak yang sudah menggantinya dengan jenis tanaman lain.

    Bahkan sekarangpun dengan kondisi yang sudah tidak sebanyak dulu, kadang harga jeruk sangat rendah di level petani. Seorang kerabat saya yang bertani malah beberapa kali membiarkan jeruknya tidak dipanen di ladang walaupun buahnya sudah menguning dan berjatuhan sendiri dari pohon akibat ongkos memanen yang tidak sepadan dengan harga jualnya.

    Penduduk lokal sangat paham bahwa setiap benda yang ada pemiliknya tidak boleh diambil – alias jangan dicuri. Dengan pemahaman akan hukum Karma phala yang tinggi, membuat pencurian sangat jarang terjadi – bahkan bisa dibilang nyaris tidak pernah. Jadi pemilik ladang tidak begitu khawatir jeruknya dicuri. Bahkan jika hasil panen ditaruh di pinggir jalan begitu sajapun tanpa dijaga, jika sudah dikasih penanda bahwa ada yang punya, misalnya dengan meletakkan pucuk daun atau ranting (sawen dlm bhs Balinya) di atasnya , tentu tidak akan ada yang mencuri.

    • Ya. Saya rasa banyak sekali kearifan lokal yang dimiliki oleh para leluhur kita di seluruh tanah air. Di semua suku. Kita sebenarnya memiliki tatanan budaya dan pemahaman lingkungan alam sekitar yang sangat tinggi. Pergeseran pengetahuan, informasi dan teknologi ke arah yang lebih modern dan lebih baik terkadang membuat kita melupakan sama sekali kearifan lokal sejenis ini. Sebagian dari kita menganggap kearifan lokal spt ini hanya sebagai suatu hal yang sangat tradisional. Hanya milik para kakek nenek kita saja, bukan buat generasi kita-kita. Padahal diantaranya barangkali masih ada yang sangat baik dan relevant untuk tetap kita lanjutkan dan terapkan di abad modern ini.

  3. Insight yg mendalam tentang dunia jeruk Mbak. Jeruk Bali itu namanya Jerungka ya. Waktu kecil dulu saya suka mengambil kulitnya untuk roda gerobak2an…

    Membuat parfume tampaknya tak sederhana ya Mbak Dani. Perlu menggunakan aneka rupa bahan agar tercipta aroma yg berlapis-lapis. Pantas kalau menggunakan wewangian, bau di pagi hari akan sedikit beda saat sore hari hehehe..

    • Iya. Saya dengar banyak orang menggunakan kulit Jeruk Bali sebagai bahan untuk mainan gerobak atau mobil-mobilan. Karena kulitnya yang tebal ya Mbak? Saya malah nggak pernah. Tahunya cuma lagunya saja ” ..buatanku sendiri. dari kulit buah jeruk bali”.. Masalahnya dulu nggak tahu kalau yang disebut buah Jeruk Bali itu ternyata Jerungka he he . Kalau bikin mobil-mobilan malah pakai terong berduri yang buahnya bulat berawarna merah ngejreng dirangkai dengan lidi dari daun kelapa.
      Ya, parfum sangat complex. Terbuat dari puluhan bahkan ratusan element natural fragrances/essential oils yang komposisinya bisa diotak-atik oleh para perfumer yang memiliki ketajaman penciuman yang sangat baik. bener banget, bahwa perfume yang sama akan tercium berbeda pada sore hari karena beberapa essential oils nya telah menguap di pagi hari, sehingga yang tersisa hanya element bottom notenya yang punya daya tahan lebih longer lasting plus bercampur dengan wangi natural dari tubuh kita sendiri – yang berbeda beda untuk setiap orang.

  4. Jeruk manis kuning memang indah dilihat. Apalagi kalau sedang di Bali, melihat pemandangan ini sungguh menakjubkan jika dikaitkan buah jeruk dengan upacara adat Bali. Di Kintamani banyak dibudidayakan jeruk manis ini ya Mbak.

  5. Pingback: Hari Ibu : Penjual Buah « Kisahku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s