Profile: Amir Syarifuddin- Pedagang Kue Ape Di Tepi Jalan Siliwangi, Sukabumi.

Standard
Profile: Amir Syarifuddin- Pedagang Kue Ape Di Tepi Jalan Siliwangi, Sukabumi.

Jika kita berkesempatan melintas di sepanjang Jalan Siliwangi, dari arah kota Sukabumi ke tempat wisata Sala Bintana, kita bisa melihat seorang pedagang kue Ape yang sangat setia menunggu barang dagangannya di sana. Persis di depan sebuah restoran Bubur ayam yang terkenal di kota itu. Namanya pak Amir Syarifuddin.

Menurut cerita, pedagang kue Ape itu sudah berjualan kue Ape sejak kanak-kanak. Jadi, tidak sempat mengenyam bangku sekolah, seperti anak-anak seusianya jaman dulu. Dan dagangannya juga selalu kue Ape. Tidak pernah berganti atau banting stir. Konsisten dan tekun. Wah! Saya terkesan juga mendengar itu. Apa yang membuat bapak itu begitu setia menggeluti usaha kecilnya?

Saya mulai memperhatikannya dengan lebih serius. Terlihat sangat sederhana. Di pinggir jalan dengan peralatan apa adanya. Namun orang terlihat silih berganti mampir memesan kue ape darinya. Melihat itu, maka sayapun jadi ikut tergiur untuk mencicipi kue yang tampilannya mirip ‘pancake’ itu. Memesan 10 buah untuk anak-anak dan mengambil kesempatan ngobrol dengannya saat Pak Amir sedang sibuk mempersiapkan kue untuk saya.

Bentuk kuenya lucu. Bundar dengan tebal di tengah mirip cakram. Warnanya putih kehijauan. Mengecap dari rasanya, saya pikir kue itu terbuat dari campuran tepung terigu, gula dan susu. Manis sedang dan menghibur. Lumayan buat teman minum teh. Rasa itu men’justify’ mengapa banyak orang  memesannya.

Saat ini ia menjual kue Ape dengan harga Rp 1 000 per buah. Rata-rata penjualan kuenya per hari adalah 300 buah pada hari biasa dan sekitar 450 buah pada hari Sabtu Minggu. Secara kasar kita bisa hitung pendapatan pak Amir, jika kita asumsikan bahwa modal harian untuk pembuatan kue itu setengahnya. Tidak lebih buruk dari karyawan yang bekerja di sektor formal, bukan? Bahkan mungkin lebih baik dari gaji staff biasa di beberapa perkantoran, yang berpakaian rapi dan berdasi. Sungguh sebuah pilihan hidup yang cukup baik juga. Setidaknya Bapak itu menemukan jalannya. Pekerjaan harus diciptakan! Bukan dicari ataupun ditunggu. Tidak ada kata “Pengangguran” dalam kamus hidupnya. Salut!!

Modalnya hanya sedikit pengetahuan tentang cara membuat kue Ape, seperangkat peralatan membuat kue yang bisa dipikul dan bahan-bahan untuk membuat kue. Selebihnya adalah semangat hidup, kemauan untuk melakukan sesuatu, konsistensi dan kemampuan untuk beradaptasi, menyesuaikan diri mencari posisi tempat nongkrong yang penuh orang lalu lalang. Misalnya di depan restoran yang ramai. Sehingga kesempatan untuk dilihat orang pun meningkat. Dengan demikian, pesananpun mengalir tanpa henti.  Semoga selalu sukses!.

11 responses »

  1. Warnanya masih nampak jujur Mbak Dani, kalau bukan pandan mestinya daun suji. Di Jakarta saya perhatikan warnanya hijau nge-jreng, jadi gak tega belinya. Semoga P Amir menyekolahkan anaknya ya. Kalaupun meneruskan jualan kue Ape, setidaknya nanti mereka bisa jualan di konter, gak terus menerus ditepi jalan seperti ini

    • Ya-kelihatannya warnanya masih dari daun suji.Mbak Evi.
      Kalau pak Amir bisa menyekolahkan anaknya, dan anaknya juga tetap memiliki semangat wirausaha spt bapaknya, kemungkinan besar usahanya akan jauh lebih maju dan tidak berjualan di tepi jalan lagi,Mbak. Kita doakan sama-sama untuk kesuksesan bapak ini ..

  2. merasa tertampar dengan artikel ini.
    Saya baru tamat kuliah dan memang punya keinginan untuk berwirausaha.. Tapi untuk saat ini, saya memutuskan untuk bekerja kantoran dulu, supaya gajinya untuk modal dagang. Saya salut sama bapak ini

  3. anak2 kecil suka sekali makan kue ini, padahal saya juga lho mbak
    sayangnya pinggirannya yang renyah itu sering jatuh ke lantai, namanya juga anak2 ya
    tapi efek sampingnya menyebabkan lantai puskes jadi lengket kotor dan menghitam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s