Balinese Aromatherapy At Home..

Standard
Balinese Aromatherapy At Home..

Body-Mind Balancing

Bagi  wanita yang rajin datang ke salon atau spa untuk merawat diri, tentu tidak asing lagi dengan istilah aromatherapy. Perawatan jenis ini biasanya menduduki harga yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan perawatan biasa. Yang dimaksudkan dengan perawatan Aromatherapy adalah perawatan dengan memanfaatkan aroma minyak essential yang diextrak dari bunga, kulit kayu, akar, daun maupun  bahan-bahan alami lain yang dapat membantu meningkatkan pemulihan kondisi fisik maupun psikologis kita. Misalnya memberikan efek energizing, relaxation, soothing, calming, warming dan sebagainya tergantung material penyusun aroma yang digunakan.

Menghirup aroma dari minyak essential tertentu, telah banyak digunakan sejak dulu kala oleh leluhur kita. Misalnya untuk mengurangi flu, mengurangi rasa sakit, meningkatkan mood tertentu maupun menyeimbangkan fungsi-fungsi tubuh yang lainnya hingga ke level tertentu. Selain dicampur pada minyak yang akan digunakan untuk memijat, essential oil juga banyak dihirup  untuk memberikan dampak therapy yang serupa. Secara tradisional, prinsip aromatherapy sangat banyak dilakukan oleh masyarakat Bali di pedesaan secara turun temurun. Walaupun tentu saja mereka tidak mengenalnya  dengan istilah berbau asing “aroma-therapy”. Namun sudah pasti prinsip memanfaatkan aroma untuk  perawatan & penyeimbangan fungsi-fungsi tubuh  itu terjadi di sini.

Perawatan ini merupakan bagian kecil dari pengobatan ringan sehari-hari yang tetap memanfaatkan prinsip induk dari pengobatan natural,  yakni dengan mengatur element pembangun “Keseimbangan Jiwa-Raga” (Body-Mind Balancing). Ketiga element pembangun keseimbangan ini dikenal dengan nama Tri Dosha (Vata – Pitta – Kapha).  Sangat bisa dimengerti mengapa jaman dulu perawatan seperti ini banyak dilakukan. Karena pada jaman itu belum banyak tenaga dokter yang tersedia. Apalagi di kota kecil ataupun pelosok desa. Sehingga pemanfaatan bahan-bahan natural sangat banyak digunakan.

Cara kerja sederhananya, tentu dengan melakukan proses penyeimbangan. Menghangatkan badan yang dingin, atau  mendinginkan badan yang panas. Meng’energize’ sel yang lemah, meng’calming’ sel yang terlalu aktif. Atau men’shooting’ sel yang penat dan kelelahan dan sebagainya. Untuk menjadi ahli di bidang ini, tentu saja banyak hal detail yang perlu kita pelajari lebih jauh. Namun pada prinsipnya, semuanya berpijak pada keseimbangan dan peyeimbangan. Balanced! Balanced! Dan balanced!.

Saya ingat Ibu ataupun Kompyang (nenek buyut) saya selalu mengusapkan minyak ataupun  bahan-bahan natural tertentu, atau kadang memberikan bahan-bahan tersebut untuk saya hirup jika saya sedang mengalami masalah. Dan tentu saja therapy ini juga tidak bisa diberikan secara berlebihan.

Beda dengan Aromatherapy dari negara-negara Eropa, bahan-bahan yang digunakan sebagai Aromatherapy di Bali  umumnya adalah bahan-bahan yang mudah ditemukan di alam sekitar. Jangan harap menemukan Lavender, Chamomile, Marjoram, Cedarwood ataupun  Tea Tree dalam daftar Aromatherapy asli ala Bali. Karena tanaman-tanaman itu memang tidak umum dikembangkan di Bali.  Namun beberapa diantaranya memang ada juga kemiripannya. Beberapa diantaranya bisa saya share di sini, barangkali ada gunanya untuk dicoba sendiri.

Lengis Kayu Putih (Cajuput oil): beraroma sangat kuat & tajam, bersifat “awakening” yang sering dimanfaatkan untuk membantu menghangatkan badan yang terasa dingin. Terutama jika kita sedang pilek. Tidak heran pemijatan dengan minyak yang dicampur setetes dua tetes minyak kayu putih mampu membantu melancarkan aliran darah kembali dan membantu membuat badan kita menjadi lebih hangat dan kembali normal. Demikian juga jika menghirup aroma minyak ini dalam keadaan pilek, sangat membantu melegakan pernafasan.

Babakan Mesui (babakan = extract kayu/kulit kayu, masoyi, massoia aromatica) memiliki aroma yang sangat kuat, sangat spicy, sangat “warming’ dan sangat tajam untuk membantu menghilangkan rasa sakit akibat pusing dan masuk angin. Jika babakan kayu ini diusapkan ke kulit kita (biasanya di tengkuk, di pelipis atau di kening), dan badan kita memang sedang sakit, maka kita akan merasakan energy yang sangat deras mengalir yang membuat kita merasa sangat ‘pedas’ dan panas. Namun jika kita sehat, anehnya sensasi ini tidak akan kita rasakan. Anak-anak kecil biasanya sangat takut jika diusapkan babakan mesui oleh ibunya, karena sensasi ‘hot’ itu yang membuat kapok. Namun dalam hitungan waktu yang cepat, memang rasa pusing dan masuk angin langsung terasa hilang.

Jahe (Ginger): juga beraroma hangat dan spicy. Sangat efektif untuk memberikan fungsi “warming” pada tubuh yang dingin dan mengatasi masuk angin. Menghirup aroma Jahe, atau minum rebusan jahe ataupun dipijat dengan minyak yang telah dicampur jahe, membantu menghangatkan tubuh kita dan mengaktifkan kembali fungsi-fungsi tubuh yang sempat terganggu karena kedinginan maupun kelelahan.

Lengis Adas (fennel oil/anis oil): Berbau manis, harum, lembut dan menenangkan (‘ calming’) sehingga banyak digunakan untuk membantu menetralisir rasa tidak enak akibat perut kembung dan tidak nyaman. Menghirup wangi minyak adas, sangat menenangkan dan membuat kita merasa tentram dan damai. Mungkin itulah sebabnya mengapa Minyak Adas ini juga banyak digunakan sebagai pembangun minyak telon yang digunakan untuk perawatan bayi sehari-hari.

Babakan Cenana (Cendana, Sandalwood): Memiliki wangi ‘woody’ yang sangat kuat, membangkitkan semangat, namun sekaligus juga bersifat “soothing”  dan aromanya terkesan mahal. Dan memang faktanya, kayu ini sangat mahal. Secara tradisional, untuk membuat ‘cream’ cendana, di Bali orang biasanya menggosokkan dengan kuat dua potong kayu cendana yang sudah tua dan membasahinya dengan air. Cream wangi yang keluar dari aktifitas inilah yang digunakan sebagai obat, misalnya  untuk mengobati memar akibat kejedot. Jadi fungsinya serupa thrombophob di jaman modern ini.  Minyak essentialnya juga banyak digunakan sebagai campuran minyak urut maupun diteteskan dalam vaporizer (alat penguap) untuk memberikan efek soothing.

Lengis Bungan Sandat (Kenanga, Ylang-Ylang): memiliki aroma wangi yang manis, lembut namun tahan lama, banyak dimanfaatkan untuk mengurangi stress dan kepenatan karena minyak bunga yang berwarna hijau kekuningan ini bersifat calming dan sekaligus soothing.

Juuk Ubad (Jeruk Nipis, Citrus Oil): Seperti halnya wangi dari golongan jeruk lainnya, wangi Juuk Ubad memiliki efek energising, awakening & refreshing yang sangat kuat. Sebagai campuran minyak, banyak digunakan untuk therapy saat demam dan flu.

Lumlum Dapdap (Lumlum = hasil kerikan dari batang):  memiliki wangi yang sangat cooling, calming & soothing. Mencium wangi lumlum dapdap membuat kita merasa berada di air yang jernih dan suasan teduh. Karena efek coolingnya, banyak digunakan untuk meredakan demam dan mengatasi  rasa ‘panas dalam’ maupun perut yang terasa bergejolak.

 Don Delem, Don Nilem (Nilam, Patchouli): memiliki wangi yang sangat romantis, agak sedikit berat dan teduh. Mencium wangi daun tanaman ini memberikan efek kedamaian jiwa dan ketenangan.

Bungan Menuh,Kemenuh (Jasmine): memiliki wangi yang sangat lembut dan menenangkan dan biasanya digunakan untuk memberikan efek soothing.

Majagau (Gaharu, Agarwood, Oud ): meninggalkan wangi yang sangat menyenangkan dan sangat kuat.  Umum digunakan untuk mengurangi rasa sakit kepala, mengurangi mual &  sakit perut.

Sebenarnya masih banyak lagi jenis bahan alam lain yang umum digunakan dalan aromatherapy di Bali. Tentu saja jenis therapy seperti ini  tidak pernah diajarkan di fakultas kedokteran. Saat ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan ke dokter. Biasanya hanya dimanfaatkan untuk perawatan sehari-hari atau sebelum pergi ke dokter.

Saya rasa diantara kita,mungkin banyak juga yang malas pergi ke salon tapi ingin tetap menikmati aromatherapy. Bagaimana kalau kita lakukan sendiri di rumah? Selain untuk menghemat waktu agar tidak pergi ke salon, juga lebih irit dan lebih kreatif.  Bahan-bahan bisa kita cari di sekitar kita, karena tanaman ini sangat mudah ditemui.  Demikian juga essential Oils, saat ini sangat mudah kita temukan dijajakan di mana-mana. Mulai dari mall sampai pinggir jalan.  Kita juga bisa memanggil tukang pijat langganan kita untuk memijat kita dengan minyak urut yang telah ditetesi dengan essential oils pilihan kita sendiri.

Jika hanya ingin memanfaatkan essential oil sebagai aromatherapy dalam ruangan, kita juga bisa menggunakan alat tradisional pengharum ruangan, berupa anglo kecil yang diisi air dan ditetesi minyak essential pilihan kita, lalu bantu penguapannya dengan menyalakan lilin di bawahnya. Selamat mencoba..

16 responses »

  1. Duh, jadi ingat sudah lama tak menikmati kemewahan ini..Ntar habis libur mesti datang nih ke salon langganan, jadi kangen suasananya yg temaran, musik lembut dan wewangian…:)

    • he he.. ya kalau membicarakan aromatherapy memang kebanyakan wanita yang menyukai. tapi bukan berarti pria tidak boleh menyukainya Mas.. Pria juga kan perlu perawatan, relaksasi dan sebagainya..

      Nggak apa-apa Mas. Nggak bisa comment tapi toh tetap comment. Thanks banget.

  2. Perpaduan bahan menghasilkan aroma berbeda ya Jeng Ade, hampir semua tanaman tropis di sekeliling kita menguarkan aroma tergantung pencampurannya ya. Balinese aromatherapy kekayaan budaya tiada tara. Salam

    • Wah..selera yang sangat baik. Vanilla yang manis dan Sandalwood yang woody, kedua-duanya merupakan natural fragrance yang dalam & kuat ,sehingga banyak digunakan untuk menyusun ‘bottom note’ dari fine fragrance yang long lasting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s