Galapago, Sisilia & Newbie.

Standard
Galapago, Sisilia & Newbie.

Harmonious Life In A Little Pond.

 

Anak saya bercerita bahwa tukang sayur langganan memberikan seekor kura-kura untuk kami pelihara. Rupanya tukang sayur itu mendapatkan kura-kura namun tidak memiliki kolam. Karena kasihan dan merasa tak sanggup untuk memeliharanya, maka iapun menyerahkan kura-kura itu untuk kami pelihara. Gratis!.Wah! Anak saya sangat senang.

Di kolam kami yang mungil, saat ini tinggallah  dua ekor kura-kura Red Eared Terrapin ( yang bernama Galapago dan Sisilia). Saya tidak tahu persis umur kedua kura-kura ini, namun tentunya sudah beberapa tahun. Jadi bisa kita sebut sebagai ‘penduduk lama’ lah di kolam itu. Galapago menghuni terlebih dahulu, kemudian di susul oleh Sisilia setahun kemudian. Keduanya sangat kompak dan rukun. Saya memikirkan bagaimana kiranya kura-kura baru yang kami beri nama Newbie ini  akan bergaul di lingkungannya yang baru. Karena saya harus ke kantor, orang rumah meng-update saya tentang tingkah laku binatang ini setiap harinya.

Hari pertama, saya mendengar cerita bahwa Newbie bersikap manja dan berlindung terus di belakang Galapago. Namun Sisilia kelihatannya tidak terlalu menyukainya. Ia menjaga jarak terhadap Newbie.

Hari ke dua,saya mendapatkan laporan bahwa Newbie masih suka  menempel pada Galapago dan masih belum diterima dengan baik oleh Sisilia. Saya lalu ikut melongok kedalam kolam. Secara umum Newbie memang terlihat lebih sering menempel galapago. Namun beberapa kali saya lihat Newbie menjauh dan berenang sendiri. Terutama saat Sisilia mendekati Galapago. Ia tampak mengambang sendirian di pojok kolam dengan tenang. Proses pembaurannya kelihatan belum berjalan dengan baik.Namun tidak apa-apa. Semuanya butuh waktu untuk saling menyesuaikan diri.

Pada hari ketiga, pagi hari saya sempatkan duduk beberapa menit di tepi kolam. Saya lihat Galapago membantu Newbie untuk naik ke atas batu yang kami sediakan  di tengah kolam.Batu ditempatkan di sana agar kura-kura bisa bersantai dan berjemur saat matahari beranjak naik. Caranya sungguh cerdik. Galapago berenang di bawah Newbie, saat Newbie tepat di atas punggungnya, Galapago  naik dan mengangkat punggungnya. Dengan sendirinya Newbie pun terangkat dan berhasil menjejakkan kakinya di atas batu. Lalu turun dan menyelam kembali. Demikian terjadi beberapa kali.Wow!. Saya sangat terkesan.

Sesaat kemudian, ketika Newbie berada di atas punggung Galapago, Sisiliapun ikut mendekat. Saya memperhatikannya dengan lebih cermat. Ingin tahu  terhadap apa yang akan dilakukan oleh Sisilia terhadap Newbie. Tanpa diduga, Sisilia berenang ke bawah dan menempatkan dirinya di bawah Newbie lalu mendukung Newbie di punggungnya. Wah..luarbiasa!.Dan sekarang…., ke tiga kura-kura itu nampak kompak. Hari berikutnyapun saya perhatikan ke tiga kura-kura ini tetap kompak dan saling mendukung satu sama lain. Bermain naik turun diatas batu. Bergantian. Mm..Kehidupan yang harmonis di kolam mungil.

Sebuah proses adaptasi yang mulus. Tingkah laku kura-kura ini mirip juga dengan manusia dalam urusan beradaptasi. Newbie berusaha beradaptasi dengan lingkungan kolam dan penghuninya dengan sebaik-baiknya. Ia selalu berusaha berada di dekat Galapago & Sisilia.  Ketika ia menyadari bahwa ada penghuni kolam lama yang tidak bisa menerimanya dengan cepat, ia pun tak mau memaksa. Ia tetap berusaha menghormatinya dengan cara sesekali menyendiri dan berusaha tidak mengganggu. Terutama jika Galapago sedang bersama Sisilia. Setiapmahluk butuh privacy. Dan tentunya kita tidak layak untuk mengganggunya ataupun memaksakannya. Terlihat bahwa Galapago sama sekali ia tidak berusaha memaksakan pertemanan. Karena sesungguhnya memang tidak ada pertemanan yang tulus dihasilkan atas proses paksaan.

Ya benar banget Newbie ini. Hormati saja pilihan setiap orang. Dengan demikian kita juga tidak membuat hati orang lain terluka. Toh dengan berjalannya waktu, dan jika kita terus berusaha melakukan pendekatan dengan baik dan selalu bersikap baik, sesungguhnya tidak ada seorangpun di dunia ini yang menolak persahabatan. Sepanjang yang kita tawarkan adalah ketulusan hati. Semuanya hanya butuh waktu saja.

9 responses »

  1. Hehehe..Newbie yg bijak, Galapago yang membiarkan alam berproses serta Sisilia yang juga tak hendak mengingkari ujud semestanya sebagai makhluk berkompetisi..Semoga akhirnya mereka bertiga saling menemukan tempat yg pas dalam kolam itu Mbak Dani..:)

  2. Pada akhirnya, setiap makhluk akan menemukan jalannya sendiri … termasuk mau bersahabat atau nggak …
    Itu epilognya Jurasic Park …🙂
    Kabarnya di Galapagos sendiri, ada kura2 yang baru2 ini ditemukan kembali setelah 200 tahun menghilang. Jangan2 ini turunanya yg dicari2 itu 😀

    • Wah..aku jadi pengen nonton Jurrasic Park kembali,cuma penasaran pengen ndengar kalimat epilognya itu he he.
      Nah.. ini barangkali cucunya Si Galapagos,Mas.Soalnya badannya lebih kecil dan tepes dibandingkan kura-kura raksasa itu.Tapi aku suka dengar nama Galapagos,makanya kura-kuranya aku kasih nama Galapago saja, biar kedengeran agak keren he he.

  3. Kebiasaan mengamati, mencatat dan melakukan analisis saat praktikum di lab mendarah daging dan berkembang seiring dengan kompleksitas amatan dan analogi dalam hidup nih Jeng Ade. Saluuut, Salam

  4. Pingback: Cerita Tentang Kura-Kura Kami. | nimadesriandani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s