NgeBlog – Tulisanku Dan Pembacanya..

Standard

Ada hal baru yang saya pelajari sejak setahun ini saya belajar nge-blog. Pemahaman baru yang merubah cara pandang saya terhadap penulisan. Yakni mengenai “Reader’s Needs & Wants”. Hal yang sebenarnya sangat saya akrabi dalam pekerjaan saya sehari-hari sebagai seorang pemasar. Namun sebelumnya tak terpikirkan oleh saya bahwa itu juga applicable dalam urusan nge-blog.

Pada awalnya saya selalu berusaha menulis tentang suatu hal yang menurut saya memiliki kwalitas pemikiran yang baik. Tentang suatu topik yang menurut saya menarik dan tentunya saya menganggap bahwa tulisan saya itu sangat memuaskan hati saya.  Sangat ego-centris.

Kemudian lain kali saya menulis sesuatu hal yang biasa-biasa saja. Nothing special menurut saya. Hanya cerita  dangkal dan ringan, seru  atau kekonyolan yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari. Tentang  makananlah, tentang bungalah, tentang kucinglah dan sebagainya. Terkadang hanya sekedar ‘berita kepada kawan’. Passing something, yet without thinking.

Dengan berjalannya waktu apa yang terjadi? Saya mencoba menelusuri kaitan antara  tulisan-tulisan saya yang banyak disearch oleh pembaca dengan kedalaman serta kwalitas pemikiran yang terkandung dalam tulisan-tulisan saya itu.  Sangat mengejutkan bahwa ternyata tingkat kepuasan kita dalam menulis tidak menentukan jumlah orang yang melakukan search dan membaca tulisan kita. Sungguh. Tidak memiliki direct correlation!

Tidak semua tulisan yang saya pikir berkwalitas bagus dan saya garap serius mendapatkan hit yang tinggi. Sebaliknya  banyak tulisan-tulisan saya yang ringan, dangkal dan  berthemakan hal-hal keseharian di sekitar  justru banyak disearch orang. UppS!! Apa yang salah?

Rasanya tidak ada yang salah.Lalu apa yang menjadi trigger? Mengapa sebuah tulisan bisa disearch oleh ribuan pembaca, sedangkan tulisan yang lain hanya dibaca oleh segelintir orang?  Padahal treatment untuk publikasi kita sama? Dan dipublikasi di scope area yang sama?

Sekarang saya mulai melihat dari ‘slice’ yang lain. Reader’s Needs & Wants! Siapa target pembaca kita? Apa kebutuhan serta keinginannya? Rupanya kebanyakan pembaca blog saya adalah mereka yang memang mencari informasi ringan dalam keseharian. Saya tidak kenal mereka. Tapi saya tahu mereka paling sering search pada hari kerja, pada jam istirahat makan siang (karyawan/karyawati kantor?). Banyak diantaranya yang search informasi tentang bagaimana cara perawatan bayi,  bagaimana cara membuat pisang coklat keju, apa saja jenis gerabah, cara merawat bunga kembang sepatu dan lain-lainnya (indikasi bahwa kebanyakan mereka adalah perempuan dan mungkin first experience moms). 

Kelihatannya, jenis pembaca sangat ditentukan oleh jenis tulisan. Blog saya mengandung berbagai tulisan feminin. Sehingga tidak heran jika pembacanya memang kebanyakan wanita.  Jika begini keadaan pembacanya, tentu  sangat penting bagi saya untuk selalu menambahkan jenis tulisan feminin yang disukai oleh pembaca saya. Atau menulis topik yang saya lihat banyak disearch oleh pembaca namun belum pernah saya tuliskan sebelumnya. Sehingga hit saya tinggi. Namun itu tidak selalu memuaskan hati saya sebagai penulisnya. Sebab sekarang saya lebih mengikuti selera pembaca ketimbang selera saya sendiri.

Sebaliknya jika saya hanya mengikuti selera saya sendiri dan tidak memahami ataupun mengikuti kebutuhan dan keinginan pembaca, tentu saja hit saya rendah.

Nah, apa yang bisa saya pelajari dari sini adalah, bahwa jika kita  menulis, mungkin sangat penting bagi kita untuk mengingat kembali  tentang tujuan kita menulis. Apakah untuk memuaskan diri kita ataukah untuk sharing dan berbagi dengan pembaca?

Jika jawabannya adalah untuk memuaskan diri kita, mungkin kita harus tetap idealis menulis segala sesuatu yang memang sesuai dengan apa yang kita ingin tulis. Tanpa perlu peduli apakah pembaca membutuhkan informasi dari kita atau tidak.

Namun jika jawaban kita untuk berbagi, mungkin ada baiknya jika kita juga mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan dari pembaca kita. Menulis hal-hal yang memang dibutuhkan oleh pembaca untuk mereka ketahui. 

Belakangan saya cenderung untuk melakukan mixing. Mengikuti request dari pembaca, menulis sesuai dengan hal-hal yang meraka butuhkan. Hal-hal yang ringan dan pop.  Namun juga sebagian tetap  menjalankan idealisme saya tentang kwalitas pemikiran di dalam tulisan itu  serta menuliskan hal yang memang saya ingin tulis. Tidak perduli pembaca membutuhkan atau tidak.

Dengan demikian saya tetap memiliki kebahagiaan dalam menulis. Menyenangkan hati saya sendiri dan sekaligus juga berusaha berbagi dan menyenangkan hati orang lain.

34 responses »

  1. Ck. ck, ck. Analisa yang mantap tentang “Menulis untuk Siapa” dari seorang marketer, he he he.

    Bu Made, kalau saya membaca tulisan bu Made, itu bukan dari sisi entah itu feminin atau maskulin. Tapi karena saya merasa bu Made adalah rekan dan sahabat saya. Jadi setiap ada tulisan baru, saya pasti membacanya dan berusaha menyimak isi pemikiran di balik tulisan itu.

    Masalah hit dan banyaknya pengunjung, itu relatif. Apalagi kalau dibicarakan dari sisi “Mesin Pencari”. Ini banyak faktor. Saya melihat, kalau kita menulis di hari Sabtu dan Minggu, pengunjungnya cenderung akan sedikit. Mungkin karena rekan-rekan kita nggak banyak yang online di hari itu. Sehingga artikel di hari-hari itu terlewatkan oleh mereka.

    Kemudian masalah pencarian di dunia maya (dalam hal ini pencarian lewat Google), di samping topik tulisan, itu sangat tergantung juga kepada platform blog yang dipakai, tema yang dipakai, dan tools yang diberdayakan. Misalnya kita memakai WordPress.Com yang gratisan seperti ini, kita sulit bersaing di SEO (Search Engine Optimization) karena kita tidak bisa memasang plugin All-in-One SEO Pack. Sedangkan di WordPress.Org bisa.

    Demikian penjelasan saya. Maaf terlalu panjang. Apapun tulisan bu Made, saya pembaca setia lho. Tapi saya senang bu Made bisa menganalisanya dari segi “Need & Order”🙂

    • Suksma masukannya, Pak Tu.He he.. saya tidak membahas dari sudut technical (SEO,platform blog,tools db) karena saya memang nggak memiliki pengetahuan di bidang itu. Tapi saya yakin sahabat yang punya pengetahuan spt Pak Tu dan lain-lain, pasti akan memberikan saya input. He he. saya baru tahu kalau thema yang kita pakaijuga menentukan tinggi rendahnya pencarian. Terus juga baru ngeh kalau WordPress.Org itu bisa memberikan dampak pencarian yg lebih baik karena All in one SEO pack itu. thanks banget penjelasannya. Jadi saya nulis dari sisi marketing saja deh he he..

      – Sempat kepikiran oleh saya masalah SEO ini, tp kemudian krn saya nggak tahu – maka saya coba isolir masalah ini dengan mengasumsikan bahwa status SEOnya saya anggap sama – krn tdk ada penambahan submission ke SEO lain lagi sejak awal-awal belajar ngeblog. Jadi status publikasi setiap tulisan saya anggap nyaris sama. Saya isolasi pengamatan saya hanya secara mikro & internal saja. Dengan membandingkan tulisan ke tulisan hanya di blog yg sama. Tidak membandingkannya dg blog yg lain yg mungkin memeiliki perbedaan status SEO dan aspek teknikal yg lain.
      – Variasi waktunya pun saya abaikan, krn 90% saya menulis pada weekend saja krn hari kerja nggak sempat. Kalaupun ada tulisan saya pd hari kerja saya lihat hitnya jg tidak selalu tinggi. Tidak terlalu signifikan bedanya dengan yg saya tulis pada weeked.
      – Faktor teman saya juga abaikan,krn sahabat blogger kemungkinan akan masuk lewat wordpress atau link dari teman yang lain, dan bukan sengaja misalnya search kata ‘singkong’lalu masuk ke blog saya. Paling banter kalau ada teman yang search, mereka akan search nama saya.

      Sehingga,memang saya praktis hanya menyidik berdasarkan Search Engine Terms yang masuk saja dan mengaitkan ke tulisan saya yg mana gerangan search term itu masuk. Kalau search termnya misalnya ‘gerabah’, saya tahu tulisan saya yg mana yang dibaca. Gitu aja sih yg saya lakukan Pak Tu..

      Sekali lagi thanks banget atas ulasannya. Dan juga terimakasih banyak atas persahabatan serta supportnya selalu.

  2. Tujuan awal saya menulis ya untuk mencatat keseharian di sini sekaligus memasukkan info tentang Jepang di setiap tulisan. Terlalu bias tapi saya tidak mau menjadi majalah dengan menampilan satu topik satu cerita. Selalu harus ada cerita pengantarnya. Karena itu judul dan isi di tempat saya amat menipu…. Hebat mbak melakukan analisa demikian detil.
    Pernah teman saya memasukkan kata kunci Jepang dan kehidupan, dan blog saya ada di urutan pertama. Ntah lah sekarang. Tapi yang penting tetap menulis dan berbagi bukan?

    Tabik

    • Ya, Mbak Imelda menuliskan info tentang Jepang yang kental sekali. Itu banyak sekali menolong orang yang memang mencari info tentang Jepang. Walaupun tujuan Mbak awalnya untuk mencatat keseharian, namun karena orang yang mencari info tentang Jepang & kehidupan banyak jumlahnya, tentu saja pembaca yg tertarik masuk dan membaca blognya Mbak akan banyak. Sukses membantu orang lain dan sekaligus menyenangkan hati sendiri ya Mbak..

  3. Pertama-tama, mengomentari fotonya dulu : Tumben narsis hehehe…

    Kalau aku masih mengandalkan kesukaan menulis saja Mbak Dani. Perkara apakah nanti akan disukai pembaca agak terbelakangkan..Soalnya menulis untukku adalah semacam kebutuhan penyeimbang, diary, dan apa-apa saja yang dialami perlu dikeluarkan. Kebutuhan tersebut ketemu di blog. Sekitar tiga bulanan yg lalu belum mengenal BW, andalan pembacanya cuma google seacrh. Blog eviindrawanto@com itu sehari-harinya menerima sekitar 300 hits, tapi tak satupun dari pengunjung itu berinteraksi denganku. Setelah kenal BW ternyata lebih asyik berinteraksi dengan sesama blogger, lahir persahabatan semacam kita ini, saling mengenal, dan kenal juga aneka gaya menulis orang. Aku pikir jalan selanjutnya yg akan kupilih adalah jalur ini, menulis sesuai kata hati, bukan apa yg ingin dicari orang di google..

    Terima kasih atas insightnya Mbak..Setiap berkunjung kesini selalu mencerahkan. Keep up the good works🙂

    • Ha ha..habis bingung nyari foto pendukung untuk cerita tentang ngeblog ini.. apa ya. Eh, ketemu fotoku sndiri yg lagi ngeblog di belakang rumah. Kucocok-cocokin deh he he.

      Sst! Sebenarnya aku menulis ini terinspirasi oleh kalimatmu dalam postingan ulang tahun, Mbak.Tentang kegelisahan jiwamu, tentang tulisan -tulisan yang Mbak Evi nilai dangkal hanya berdasarkan apa yang Mbak Evi lihat dan bukan apa yang Mbak Evi pikirkan. Kegelisahanmu membuatku berpikir dan akhirnya keluarlah ide tulisan ini. Barangkali tulisanku bisa membantu menjawab kegelisahanmu. Bahwa apa (tulisan) yang kita anggap dangkal dan kurang memuaskan jiwa kita, belum tentu pertanda bahwa tulisan itu buruk dan kurang bermakna. Karena diluar sana, mungkin masih banyak orang yang justru mendapatkan informasi dari apa yang telah kita tulis (dengan dangkal he he). Atau justru tulisanku ini malah membuatmu tambah gelisah?

      Thanks Mbak Evi -Atas inspirasinya. Ntar boleh aku tambahkan pada tulisanku tentang sumber inspirasi ini & link-nya ke tulisanmu ya Mba? Terimakasih banyak juga atas persahabatannya selama ini.

      • Hohoho..Jadi tersanjung. Ooo..begitu kiranya. Iya Mbak Dani, ternyata kita gak boleh pakai kaca mata kuda dalam menilai sesuatu ya. Apa yg kita anggap bagus ternyata gak begitu oleh orang lain. Tidak kok Mbak, sekarang aku tak gelisah lagi, engkau telah membebaskan keterperangkapan pikiranku. Dan tentu saja berterima kasih kalau di link hehehe..Cuma sayang, blogku sedang dibenarin oleh anakku gara-gara tanpa sebab kehabisan jatah bandwidths mulu..Thank you Mbak🙂

      • ya, Mbak. Begitulah maksud aku. Apa yg baik menurut kita, belum tentu dibutuhkan orang. Sebaliknya apa yang menurut kita kurang optimal belum tentu tidak dibutuhkan orang.

  4. Heeeee saya malah ngak pernah melalukan riset ini mbok made, tapi saya salut dech dengan hasilnya, saya ngak feminim mbok…meskipun saya sering berkunjung ke sini ;lol;

    Yang penting ada waktu dan kesempatan, ya ….tulis sajalah…hitung-hitung nyari pertemanan, meskipun pemirsanya FR heeee

  5. Hit tertinggi di blog saya adalah masalah perjalanan sebagai backpacker.
    Padahal maunya hit tertinggi hal yg terkait dengan kesukaan saya. Justru malah jarang yang baca 😦
    Jadi memang perlu di mix, antara kesukaan saya, plus berbagi keinginan pembaca.
    Btw, ulasannya cukup menarik Bu Made.

  6. hebat nich mb Ni postingannya….sangat berkualitas sekali kontennya !
    sya malah baru ‘ngeh’ tentang hal ini mb…..idealisme kita yang berujung pada konten yang “berkualitas” dengan keinginan yang berujung pada kepuasan sipembaca itu sendiri. Dari sini mungkin kita dituntut untuk lebih bisa memainkan kata2 yang ringan namun mampu menunjukkan sebuah konten blog yang berkualitas dan tentunya ini tidak mudah, perlu pengalaman dan tentunya kecerdasan dari siempunya blog itu sendiri….
    happy blogging ya !

  7. Suksma Jeng Ade tuk sharingnya melakukan internal dialog. Saya belajar menulis karena merasa lebih sulit menulis daripada berbicara dalam keseharian. Merupakan bonus bila dari tulisan dibaca, direspon dan berbuah persahabatan. Salam

  8. Saya menulis juga suka di-mix mbak, kadang buat berbagi, kadang juga sekedar memenuhi kebutuhan sendiri buat merasa bahagia…hehe, iya, menulis ternyata bisa membuat saya bahagia…
    Tentang pembaca, saya juga tidak tahu apa yang membuat mereka men-search atau bahkan membaca dan menuliskan komentarnya di blog saya. Sekedar silaturahmi atau memang suka dengan yang saya tulis. Entahlah.

    Yang pasti, saya senang menulis karena saya ingin punya catatan pribadi yang bisa saya baca-baca kembali di kelak kemudian hari. Selain itu, tentu saja buat menambah silaturahmi, termasuk sama mbak Made…🙂

    • Ya.. hal yang sama dengan saya Mbak.Rasanya bahagia saja kalau menulis.
      Kalau soal pembaca – tentunya tujuan mereka datang atau berkomentar di blog kita beragam. Ada yang memang mencari informasi, ada yang memang menyukai tulisan kita, ada juga yang datang karena iseng-iseng, ada juga yang seperti Mbak bilang… karena bersahabat dengan kita. Jadi datang dan berkomentar, mungkin lebih banyak karena silaturahmi tanpa perlu memikirkan kwalitas tulisan kita baik atau buruk. Apapun penyebabnya.. kita tetap semangat menulis ya Mbak..

  9. he he betapa ngeblog itu banyak manfaatnya ya bu made. sesungguhnya dengan ngeblog kita akan kaya kosa kata, kaya batin, kaya makna hidup, kaya sahabat. dan he he aku akhiri dll saja bu made karena tidak akan muat kalau di tulis satu satu.

    yang jelas aku menulis itu sesuai kata hati ku, apa yang aku rasa dan aku pikirkan.
    apa yang sudah aku lakukan dan akan kulakukan. he he karena hanya ini aku bisa bercerita lewat tulisan. waduh terasa sulit bila aku menulis apa yang ada dalam pikiran, keinginan orng lain

  10. Saya menulis di blog memang mengikuti kata hati saja Mbak. Jika sedang ada mood entah ide tiba-tiba muncul dan belum segera dituangkan ke halaman WP, saya simpan saja pokok-pokok tulisan yang akan dibuat atas dasar ide yang sudah ketangkap alam bawah sadar saya.
    Setiba di rumah dalam kesempatan luang dan tidak merepotkan anggota keluarga lain, baru saya buka komputer, langsung diketik pokok-pokok tulisan tadi menjadi tulisan utuh. Terkadang sering trial and eror dan memerlukan pengeditan ulang. Tak masalah, asalkan tulisan saya yang ditunggu-tunggu pembaca berkaitan dengan reiki, bisa memuaskan pembaca yang penasaran dan ingin tahu segala sesuatu tentang praktek reiki.
    Masalah SEO, Alexa dan Page Rank saya abaikan saja, karena tujuan saya menulis adalah berbagi pengalaman hidup saya yang barangkali sebagian orang menganggap nonsen, tapi saat ini sangat dibutuhkan bagi orang yang ingin hidup sehat, baik dengan gaya hidup sehat medis kedokteran, metode prana, akupresuer dan reiki. Jadi tulisan dikomentari atau tidak ada komenter tidak menjadikan saya mundur alias mutung. Pokoknya tiada hari untuk tidak menulis, apalagi media blog sangat dimungkinkan untuk segera bisa mempublikasikan tulisan berdasarkan ilmu jurnalistik yang pernah saya pelajari dan juga dipraktekkan di tempat kerja. Salam….

  11. Ulasannya menarik nih. Pada awalnya saya juga begitu. Menulis hanya untuk menyenangkan diri sendiri, tapi ternyata ketika dibaca oleh sedikit orang justru kadang-kadang muncul ketidakpuasan. Tetapi ada beberapa tulisan yang memang tidak ditulis dengan sungguh-sungguh ternyata dibaca banyak orang dan menyenangkan kita. Karena itulah, saya menemukan titik kompromi, menulis apa yang saya senangi atau membuat orang lain membaca apa yang saya tulis meskipun tidak terlalu disenangi. Pada akhirnya kunjungan pembaca itulah yang membuat saya menjadi senang.

  12. Tergantung niatnya, Mbak Made. Kalo bikin blog itu untuk cari duit, ya kita harus memikirkan kebutuhan pembaca. Apa yang mereka cari. Tapi kalo niatnya adalah untuk menyalurkan hobi menulis, ya… berarti kita ngeblog untuk diri kita sendiri. Tidak perlu kita membebani diri dengan kebutuhan pembaca, karena itu bisa membuat semangat kita memudar. Kecuali jika ada yang mau membayar untuk tulisan kita, sudah pasti semangat menulis tetap menyala.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s