Seeds of Flowers– Penyimpan Benih Keindahan Hidup.

Standard
Seeds  of Flowers– Penyimpan Benih Keindahan Hidup.

Sebagian dari tanaman berbunga yang kita kenal berkembang biak dengan biji. Umumnya biji-biji ini dipanen dari bunga yang telah layu dan kering. Biji bunga berukuran sangat kecil, namun tak perlu dipertanyakan lagi dari sisi kemampuannya menyimpan pesan-pesan dari leluhurnya di jaman purba, untuk diteruskan ke generasi penerusnya di kehidupan yang akan datang. Di bawah ini adalah beberapa jenis biji-biji dari tanaman berbunga yang  bisa kita temukan sehari-hari.

Biji Bunga Kenikir (Cosmos).

Biji bunga kenikir berbentuk lanset memanjang dan langsing. Sedikit melengkung. Biji bunga ini umumnya langsung terbentuk  di bonggol bunganya. Setelah bunga kenikir gugur, maka ia meninggalkan  biji-biji panjang yang awalnya berwarna hijau.  Lama kelamaan biji ini berganti warna menjadi coklat lalu hitam. Biji yang belum gugur, terlihat indah mirip bunga kering.  Setangkai bunga Kenikir akan menghasilkan beberapa belas biji yang panjang, tergantung besar kecilnya bunga. Biji bunga kenikir rata-rata akan tumbuh setelah kita tebar di tanah selama 10 hari dan terus disirami.

Biji Zinnia

Biji Zinnia juga sebenarnya telah terbentuk di pangkal bunga. Namun biji bunga Zinnia ini, berukuran sangat tipis mirip kertas berbentuk hati.  Biji-biji dilindungi oleh remah-remah sari bunga yang jumlahnya sangat banyak. Kalau tidak terbiasa, kadang kita bingung untuk memastikan yang mana bijinya dan yang mana pelindungnya. Sangat mirip. Untuk memudahkan melihat bijinya, kita bisa mengurai bunga Zinnia yang sudah kering satu persatu. Biji ini awalnya berwarna putih keperakan yang kemudian berubah menjadi coklat kehitaman. Biji akan terlihat lebih tebal dibanding remah pelindungnya.

Biji Aster  Ungu (Centratherum sp)

Awalnya saya merasa paling sulit untuk mengidentifikasi biji dari bunga indah berwarna ungu ini.  Aster memiliki biji –biji yang sangat kecil. Saking kecilnya, terkadang luput dari pandangan kita. Biji-biji bunga ini juga dilindungi oleh remah-remah bunganya yang sudah kering. Remah –remah ini juga sangat kecil dan mudah diterbangkan angin. Jika kita ingin memurnikan biji-biji ini, kita bisa meniup remah-remahnya dengan hati-hati. Karena jika kita meniupnya agak kencang, baik biji maupun remahnya sama-sama akan terbang. Namun untungnya, biji selalu sedikit lebih berat ketimbang remah.

Biji Bunga Pukul Empat Sore (Mirabilis Jalapa)

Tanaman yang sangat mudah kita identifikasi bijinya. Karena biji bunga Mirabilis Jalapa ini biasanya berukuran relatif besar jika dibandingka dengan biji-biji dari tanaman bunga yang lainnya. Berbentuk bulat sedikit lonjong dan relatif berat. Umumnya setiap bunga menghasilkan biji yang sehat secara tunggal. Awalnya berwarna hijau, kemudian berubah warna menjadi coklat selapis demi selapis. Biji yang sudah benar-benar tua dan kering menjadi hitam di pohonnya. Biji yang sudah kering ini biasanya akan bertahan beberapa saat di pangkal bunganya, untuk kemudian jatuh ke tanah. Jadi sebenarnya agak mudah bagi  kita untuk mengambil biji-bijnya satu persatu.

Masih banyak lagi bunga-bunga semusim lainnya yang berkembang biak dengan biji, seperti misalnya Marigold (Bunga Mitir), Balsam (Bunga Pacar Galuh), Impatiens (Bunga Pacar Air), Dandelion, Torrenia dan sebagainya. Kita selalu bisa memanennya sebelum tanaman meranggas dan menyimpannya untuk kita tabur kembali di musim tanam berikutnya.

20 responses »

  1. Saya membayangkan di rumahnya Bu Made penuh dengan aneka jenis dan warna bunga. Pastinya menyenangkan dan enak dipandang mata. Kapan-kapan saya main ah ke rumahnya Bu Made….

    • Ya ayo mampir!!!. Welcome.Welcome. Sebenarnya sih jumlah/jenis tanaman bunganya sama saja dengan yg ada di halaman rumah orang Bali umumnya Pak Tu. Paling-paling bungan jepun, pucuk, tunjung, jempiring, dan sejenisnya. Cuma bedanya, saya suka menceritakan tanaman saya, yang lain nggak he he..

  2. Mbaaak, maaf ya baru datang lagi…
    Saya pernah bunya bunga pukul empat sore lo mbak dan baca nama bunga itu disini, rasanya jadi pengen beli lagi deh…kangen dengan keindahannya, kangen juga dengan kemudahan perawatannya yang nggak ribet😀

    • Nggak apa-apa Mbak. Masing-masing kita punya kesibukan sendiri. Yang penting tali silaturahmi tetap bisa jalan, walaupun kita jarang ngobrol. Kan bukan soal quantitasnya ya Mbak..
      Ya, bunga pukul empat sore sangat mudah ditanam dan perawatannya nggak ribet sama sekali..

  3. Hm, jadi kepengen punya lahan luas deh Mbak..Kalau agak tuaan nanti (sekarang belum hehehe) berkebun dan menanam aneka bunga seperti ini.Soalnya aku amat suka pada semua jenis bunga tapi malas menumbuhkannya sendiri.Salut pada Mbak Dani yang hobbi berkebun ini …

    • Ya Mbak. Aku juga pengen. Sekarang di halamanku yang sempit cuma mampu menanpung sedikit tanaman hias. Kalau nggak sempat ngurus, kadang terlihat seperti hutan mini he he (lahan sempit,kebanyakan tanaman)

  4. salut, sama ne made akan kecintaanya sama bunga…di rumah juga ada beberapa pot pohon bunga..seperti sensivera, adenium, antorium, aglonema dll..tapi semuanya bukan bunganya yang di nikmati untuk di pandang hanya daunya…yang sekarang kurang terawat…

    • Sama juga, Kang Uyayan. Saya juga nggak selalu merawat tanaman. Tergantung waktu dan moodlah..he he.
      Tapi tanaman hias berdaun indah kan juga banyak dan menarik sekali untuk dilihat. Banyak yang mahl mahal lagi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s