The Great Mormon Butterfly, Tamu Istimewa Di Halaman Rumah.

Standard
The Great Mormon Butterfly, Tamu Istimewa Di Halaman Rumah.

Sudah lama saya ingin menulis tentang Kupu-Kupu berukuran besar yang sangat menarik hati saya ini. Sayangnya saya lupa dimana menyimpan file foto-foto  lama yang pernah  saya ambil tentang kupu-kupu ini.   Saat liburan, kadang saya membuang waktu dengan duduk berjam-jam di halaman rumah, demi memastikan agar bisa melihat seekor menghampiri tanaman hias saya. Hingga kemudian, minggu yang lalu saya melihat kembali kupu-kupu ini di depan mata saya, seketika saya ingat kembali keinginan saya untuk memotret dan menulisnya.

The Great Mormon! (Papilio memnon). Begitu namanya disebut di dalam buku-buku dan banyak literatur lainnya tentang kupu-kupu. Nama yang terdengar agak aneh dan berwibawa di telinga saya. Nama Great Mormon mungkin memang sangat sesuai untuk kupu-kupu yang jantan. Mengingat warnanya yang hitam legam berkilau kebiruan dengan ukuran yang sangat besar. Sekali saya pernah mengukur bentang sayapnya. Panjangnya ternyata 15 cm! Wow! Ada juga yang sedikit lebih kecil dari itu. Namun secara umum, kupu-kupu ini memang besar jika dibandingkan dengan jenis kupu-kupu lain.

Jika kita melihat betinanya yang berwarna sangat indah  – perpaduan hitam, krem, garis-garis, dengan dua bintik warna merah di pangkal atas sayap depannya, serta sedikit sapuan kuning di bagian dalam sayap belakangnya – maka nama Great Mormon itu rasanya terdengar terlalu macho untuknya.

Jika kita perhatikan, Great Mormon juga ternyata memiliki beberapa variasi . Ada jenis yang memiliki tonjolan mirip ekor di sayapnya, namun ada juga yang tidak. Saya lebih sering melihat jenis yang tak memiliki tonjolan di sayapnya. Dari sisi warna juga kelihatannya ada sedikit variasi. Yang jantan, misalnya ada yang berwarna hitam legam polos metalik,ada yang hitam legam kebiruan dan ada juga yang memiliki variasi warna merah di pangkal sayap depannya. Sedangkan yang betina, selain memiliki variasi warna merah, ada juga yang memiliki variasi warna kuning yang kuat.

Pada awalnya saya menyangka kupu-kupu ini adalah dua jenis yang berbeda, hingga saya melihat mereka berpasangan. Karena warna yang jantan dan betinanya sangat berbeda. Berikutnya kemudian beberapa kali saya melihat kupu-kupu betinanya bertelor di pohon jeruk. Makin jelaslah bagi saya kemudian, bahwa yang hitam bergaris-garis ini adalah kupu-kupu betina dari jenis yang sama.

Kupu-kupu Great Mormon, terbang cukup  tinggi. Kepakannya sedang, masih bisa kita ikuti dengan mata telanjang. Cenderung  terbang dengan lompatan yang besar-besar. Biasanya menyukai nectar dari bunga-bunga tanaman perdu misalnya Jarak Hias (Jatropha),  Soka (Ixora), Bintaro (Cerbera), Pagoda (Clerodendron), Alamanda, Lantana, bunga pohon kersen dan sebagainya. Sedangkan untuk bertelor, kupu-kupu ini rupanya menyukai juga tanaman jeruk.

Memiliki salah satu tanaman hias diatas, memberi kesempatan kita untuk menonton pertunjukan kupu-kupu  ini di halaman rumah. Sungguh seekor tamu yang istimewa.

24 responses »

  1. Ini dia binatang lucu yang paling saya suka … 🙂
    Pernah ke tempat2 penangkarang di Lampung, Bantimurung, Cilember, Bali, Phuket, TMII, cuma mau lihat kupu2 🙂
    Pernah saya punya ide, bikin website khusus masalah kupu2 dan posting dech di web itu rame2 sesuai dengan daerahnya masing-masing.
    Dari situ kan kelihatan keanekaraman hayati kupu2 yang kita punya di Indonesia. Mantep kan …
    Masalahnya gk ada waktu 🙂

    • Wah.. Mas Harjo ini memang luarbiasa pengalamannya. Saya ngebayanginnya kaya ilmuwan yang suka melakukan ekspedisi. Rupanya sudah kemana-mana. Mulai dari Bantimurung sampai ke Phuket untuk ngelihat kupu-kupu. Terus ke Ujung Genteng sampai ke Sukabumi buat ngelihat Celonia mydas. Waktu remaja dulu saya pengen banget bisa begitu. Sekarang setelah berkeluarga dan punya anak, semakin sulit melakukan aktifitas seperti itu..
      Setuju banget tuh untuk ide website kupu-kupu. Kenapa kita yang punya negara kaya kupu-kupu, nggak punya data apa-apa tentang kupu-kupu kita. Eh… malah orang luar yang lebih tahu tentang kupu-kupu kita..

  2. Hahaha..Kok sama ya. Jangan2 kita satu frekuensi Mbak Dani. Kemarin aku juga motret kupu yg mampir di depan rumah. Sudah pengen nulis,judulnya Tarian Kupu2 namun belum ketemu di google nama kupu2 itu apa, jadinya di tundah..
    Goto Great mormonnya cantik2 Mbak🙂

    • Nah itulah! Aku juga kadang mikir begitu. Barangkali memang kita berada di frequensi yang sama.
      Banyak benar pemikiran yang serupa dan sejalan. Padahal belum pernah copy darat yah.. he he.tapi rasanya seperti sudah kenal sejak lahir. Entah itu suatu kebetulan atau tidak.

    • Ya.. mungkin jumlahnya memang berkurang. Beberapa faktor mungkin menjadi penyebabnya antara lain:
      1/ Habitat pendukungnya berkurang. Jumlah penduduk bertambah, membuat lahan makin sempit karena lahan-lahan kosong , alam terbuka dan tegalan mulai banyak dijadikan rumah. Sementara makin sedikit orang yang sengaja menanam tanaman berbunga, karena halaman yang makin ke sini semakin sempit.
      2/Mungkin penggunaan pestisida meningkat yang memotong siklus hisup kupu-kupu.
      3/ Mungkin aja makin banyak otang yang menangkap kupu-kupu untuk diperdagangkan.

  3. Eh, bu Made. Ngomong2 ttg kupu2, Kemarin ada kupu2 besar masuk ke rumah kami….. Sama Vista anak saya yang kedua; saya diminta mengeluarkan kupu2 itu hidup2. Akhirnya saya penuhi permintaannya.

    Anehnya, selang 1 jam kemudian, kupu2 serupa masuk lagi ke rumah kami. Dan prosedur pengeluaran dari rumahnya akhirnya berulang lagi…😀

    • Hmm… setahu saya yang bernama Rama-Rama adalah kupu-kupu yang lebih besar lagi dari The Great Mormon. Design sayapnya sangat berbeda. Warnanya coklat merah dan hijau. Kalau di bali, Rama-Rama ini disebut dengan Kupu-Kupu Barong. Jadi bukan jenis yang ini..

  4. mungkin semua orang setuju, kupu kupu memang indah beraneka warna dan ukuran..
    tapi sayang made di pemukiman tempat saya tinggal sudah jarang melihatnya..
    entah pada kemana mereka..??

  5. Jeng Ade kecepatan dan ketepatan memotretnya bikin kagum, saya belum berhasil potret obyek cantik bergerak ini. Tuk klasifikasi apalagi serangga, saya nyerah beneran. Salam

    • Ya Bu Prih. Memang nggak mudah ngejar-ngejar dan menjepret kupu-kupu.Jarang sekali bisa dapat moment yang bagus dengan sayap terbentang full.Beberapa jenis kupu, malah kalau hinggap menguncupkan sayapnya…

  6. Sekarang, di tempat ini, saya jarang sekali melihat kupu-kupu mbak, apalagi jenis great mormon ini…rasanya belum pernah deh!
    Tapi sekarang saya mulai lirik-lirik, di taman saya ada tanaman soka nggak ya? atau alamanda?
    Kalau ada, kemungkinan saya melihat great moromon kan lebih besar…hehe

    • Ya bener banget. Itu saya buktikan sendiri. Kalau boleh saya ranking, tanaman yang paling top dalam mengundang kupu-kupu jenis ini (sepengamatan saya tapi… he he) adalah: 1/ Bunga Pagoda 2/ Bunga Jatropha (jarak hias) 3/ Bunga Bintaro dan yang lainnya berada diurutan beikutnya he he..

  7. Waktu masih ada pohon kersen di depan rumah sering juga lihat kupu2 ini mbak.
    Baru tau rupanya ada kekhususan jenis bunga yg dihinggapi ya.
    Trims jadi nambah info mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s