Everybody Wants To Be A Cat.

Standard
Everybody Wants To Be A Cat.

Diantara kita semua tentu banyak yang suka menemani putra-putrinya menonton film kartun. Selain untuk memastikan kwalitas informasi yang diterima anak, meningkatkan kebersamaan dengan anak, juga sekalian menikmati kembali kegembiraan masa kecil yang tidak lagi kita nikmati setelah dewasa. Film kanak-kanak, selain memiliki alur cerita dan ide, juga menyajikan musik dan lagu-lagu yang enak dinikmati.  Salah satu lagu yang enak menurut saya adalah “Everybody Wants To Be A Cat” dalam film  “The Aristocats” yang sebenarnya bukan film baru.

Kenapa tiba-tiba saya teringat kembali kepada lagu Everybody Wants To Be A Cat ini adalah gara-gara melihat seekor kucing yang bertandang ke rumah dan berdiri di atap dapur. Tampang kucing asing itu ternyata sangat cantik dan aristocratic sekali. Sangat bangsawan dan sangat rupawan.  Saya jadi membayangkan kucing cantik bernama Duches dan anak-anaknya dalam film kanak-kanak “The Aristocats”. Kucing asing ini memang tidak berwarna putih seperti Duches, tapi memiliki aura kecantikan yang serupa. Sikapnya sangat tenang dan mempesona. Tidak heran kalau La Kitty, kucing liar yang jadi peliharaan anak sayapun ikut penasaran.

Saya rasa La Kitty sangat menyukai dan ingin berteman dengan  kucing cantik yang  berada diatas atap itu. Ia memandang terus ke arahnya. Sementara ia sendiri berada di tanah.  Sangat kontras! Kucing asing terlihat cantik dan sangat anggun, sementara ia sendiri seekor anak kucing liar dari kumpulannya yang terbuang, yang baru mengenal peradaban.  Ha ha..mirip pungguk merindukan bulan.

Beberapa menit kemudian, kucing cantik itupun pergi. Meneruskan petualangannya. Meninggalkan La Kitty yang termenung sedih sendirian. Barangkali sebenarnya La Kitty ingin ikut berpetualang dengannya. Tapi entah kenapa ia tidak bergerak dan  hanya bisa bengong saja.  Saya dan anak saya berusaha menghibur La Kitty dengan mengajaknya bermain menangkap kupu-kupu buatan dari kertas.

Saya juga ikut membayangkan  bagian indahnya dari hidup seekor kucing di alam bebas. Melihat dunia dengan berpetualang dari atap rumah ke atap rumah yang lain. Berhenti sejenak jika ada yang menarik hatinya. Lalu meneruskan kembali perjalanannya, entah sampai dimana…

“Everybody wants to be a cat/because a cat’s the only cat/who knows where it’s at.

Everybody’s pickin’ up on that feline beat/’cause everything else is obsolete….”

34 responses »

  1. we he he kucingnya ikut ikutan merayakan hari kasih sayang bu made? betapa memang binatang selalu berkaca pada manusia sebagai pemimpin bumi.

  2. Haha..kasihan La Kitty ingin memeluk gunung tp kaki tak sampai. Kemungkinan ada beberapa sebab mengapa La Kitty tak menuruti naluri hewaninya Mb Dani. Pertama takut ditolak. Kedua, di tipe camper, nyaman di comfort zone. Ketiga, si bangsawan sdh punya istri, bisa ngamuk nanyi yg djrumah dibawain oleh competitor

      • ha ha.. bahasa Indonesia sangat bagus. Tapi sedikit memasukkan unsur bahasa asing dalam rangka memperkuat poin,t saya pikir tak ada masalah. Apalagi untuk tulisan casual spt ini – rasanya sih nggak apa-apa. Toh kata-kata dalam bahasa Indonesia yang sekarang dibakukan, juga asal muasalnya banyak dari bahasa asing yang kemudian dibakukan. karena menurut saya bahasa itu bukanlah benda mati, tapi justru hidup dinamis dan berkembang sesuai dengan tuntutan jaman.. Kebetylan judul lagunya memang Everybody Wants To Be A cat.

  3. Yang saya kagumi dari seekor kucing itu adalah kelenturan tubuhnya. Melompat dari suatu ketinggian yang menurut ukuran kita itu impossible untuk mendarat dengan baik, tapi si kucing dengan ringannya melayang dan jatuhnya seperti hinggap gitu.

    Yagn saya tidak senang dari sifat kucing adalah temperamennya itu. Makanya ada pepatah Bali mengatakan “canda-canda meong”. Awalnya bercanda tapi lama-lama jadi berantem beneran, he he he. I don’t wanna be a cat. I just want to be a man.

  4. Katanya itu kucing-nya Ayu Ting-ting lagi nyari alamat dari atap ke atap he he he (tapi beneran lucu banget kucingnya lho!!!).
    Sepertinya ini kunjungan perdana akang…salam kenal!!!

  5. Pingback: Kucing “Trenggiling” « Life is Sharing

  6. Pingback: Cinta Yang Harus Diperjuangkan… « nimadesriandani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s